[Fakta atau Hoaks] Benarkah TNI Sediakan Sarapan Gratis untuk Peserta Reuni 212?

Kamis, 5 Desember 2019 11:51 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah TNI Sediakan Sarapan Gratis untuk Peserta Reuni 212?

Klaim bahwa TNI menyediakan makanan gratis bagi peserta Reuni 212 pada Senin, 2 Desember 2019, sempat beredar di media sosial. Klaim itu dilengkapi dengan foto sebuah spanduk yang berlogo TNI dan Komando Daerah Militer Jaya di depan Monumen Nasional.

Spanduk itu bertuliskan: "Silahkan sarapan gratis... Saudaraku... Cukup bayar dengan Alhamdulillah..."

Salah satu akun yang mengunggah foto itu adalah akun Ramzy Art di Facebook, yakni pada Minggu, 1 Desember 2019. Ia menuliskan narasi yang mengaitkan spanduk tersebut dengan dukungan TNI terhadap Reuni 212.

"Terpampang jelas respek spanduk TNI menyambut hangat untuk para peserta aksi Milad 212 besok hari Senin di Monas. Bukan sekadar respek ucapan spanduk aja kawan tapi ada yang luar biasa para TNI menyiapkan makanan juga untuk para peserta 212 besok. Terlihat jelas aura wajah mereka sangat bahagia ketika saya berjumpa para TNI tadi sore. Dan aku pun tidak segan-segan sedikit bercanda sambil bersalaman rasa nyaman pun saya merasakan."

Unggahan ini sempat disukai hingga lebih dari 600 kali dan dibagikan lebih dari 200 kali. Namun, kini, unggahan tersebut telah dihapus.

Pada 2 Desember lalu, Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) memang kembali menggelar Reuni 212 di Monas, Jakarta. Reuni 212 digelar untuk memperingati aksi pada 2 Desember 2016 silam. Saat itu, massa aksi menuntut agar Gubernur DKI Jakarta ketika itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dipenjara lantaran melakukan penistaan agama.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Ramzy Art di Facebook.

Lalu, benarkah TNI menyediakan sarapan gratis untuk peserta Reuni 212 pada 2 Desember 2019?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa klaim di atas, Tim CekFakta Tempo memasukkan kata kunci "TNI siapkan sarapan gratis di Monas" di mesin perambah Google. Hasilnya, ditemukan berita di situs Republika yang berjudul "Ber-Password 'Alhamdulillah', Peserta Nusantara Bersatu Sarapan Gratis".

Dalam berita yang dimuat pada 30 November 2016 itu, terdapat foto spanduk yang sama dengan yang diunggah akun Ramzy Art, namun dengan angle yang berbeda. Tulisan dalam spanduk di foto ini sama dengan tulisan dalam spanduk di foto yang diunggah akun Ramzy Art. Selain itu, kesamaan juga terlihat pada warna hijau spanduk serta logo TNI dan Kodam Jaya di bagian kanan dan kiri tulisan.

Menurut berita tersebut, sarapan gratis itu bukan disediakan untuk peserta Reuni 212 pada 2 Desember 2019, melainkan untuk peserta aksi Nusantara Bersatu di Lapangan Monas pada 30 November 2016.

Aksi tersebut memang diinisiasi oleh TNI. Aksi Nusantara Bersatu dibuat untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Aksi itu diikuti oleh pelajar tingkat SMP hingga universitas, tokoh lintas agama, budayawan, pejabat publik, musisi, artis, dan lain sebagainya.

Panitia aksi Nusantara Bersatu menyediakan sarapan gratis dengan melibatkan para pedagang kaki lima. Makanan yang tersedia berupa makanan berat, seperti bubur ayam, soto ayam, mie ayam, dan ketoprak. Sarapan gratis bisa didapatkan oleh peserta aksi dengan mengucapkan "Alhamdulillah".

Gambar tangkapan layar berita di Republika terkait aksi Nusantara Bersatu.

Klaim keliru sejak 2017

Bukan kali ini saja foto spanduk berlogo TNI itu digunakan untuk menyebarkan klaim bahwa TNI menyediakan makanan gratis untuk peserta Reuni 212. Klaim serupa pernah beredar saat digelarnya Reuni 212 pada 2017.

Klaim itu muncul di sejumlah situs, salah satunya Portal Islam. Situs tersebut mengunggah foto spanduk itu pada artikel dengan judul "Lakukan 3 Langkah Keren Jelang Reuni Akbar 212, TNI Makin Dicintai Umat Islam" yang dimuat pada 1 Desember 2017. Dalam artikel itu, Portal Islam menulis bahwa TNI telah menyiapkan posko yang menyediakan sarapan gratis untuk peserta Reuni 212.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim yang menyebut TNI menyediakan sarapan gratis untuk peserta Reuni 212 pada 2 Desember 2019 merupakan klaim yang menyesatkan. Foto spanduk yang dipakai untuk mendukung klaim itu bukan dipasang di Monas saat Reuni 212 pada 2019, melainkan saat aksi Nusantara Bersatu pada 2016.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekfakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya