[Fakta atau Hoaks] Benarkah Foto Banjir yang Jernih di Stasiun Bawah Tanah Jepang Diambil Pasca Topan Hagibis?

Selasa, 29 Oktober 2019 11:56 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Foto Banjir yang Jernih di Stasiun Bawah Tanah Jepang Diambil Pasca Topan Hagibis?

Sejumlah foto yang memperlihatkan banjir di Jepang saat terjadinya Topan Hagibis pada 12 Oktober 2019 lalu beredar di media sosial. Salah satu yang membagikannya adalah akun Tarbiahmoeslim’s Blogs di Facebook pada 14 Oktober 2019. Akun ini mengunggah dua foto yang memperlihatkan banjir yang jernih seperti air kolam renang di stasiun bawah tanah Jepang serta dua foto yang menampakkan banjir yang bersih tanpa sampah di pemukiman warga.

Akun itu juga menulis narasi: “Inilah banjir akibat topan yang melanda Jepang. Ada yg istimewa? Banjir yang tidak membawa sampah, tak terlihat sambah yang mengambang. Bahkan di stasiun-stasiun KA bawah tanah, airnya jernih mirip di kolam renang. Sikap disiplin warga Jepang soal kebersihan kini menjadi sorotan dunia. Karena disiplin kebersihan, air banjir di Jepang berbeda dengan banjir di negara lainnya. Tidak keruh dan cokelat, air banjir di Jepang justru berwarna jernih seperti air kolam renang. Hal itu diketahui usai Tokyo, Jepang dilanda badai topan Hagibis Minggu (13/10/2019) dini hari.”

Di akhir unggahannya, akun Tarbiahmoeslim’s Blogs mencantumkan sumber informasi tersebut, yakni dari situs Wartakota Tribunnews. Hingga kini, unggahan itu telah dikomentari hingga 849 kali dan dibagikan lebih dari 5.200 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang memuat foto banjir yang jernih di stasiun bawah tanah Jepang.

Saat ditelusuri, ditemukan berita yang dikutip oleh akun Tarbiahmoeslim’s Blogs di Wartakota Tribunnews. Namun, dalam berita yang berjudul "Begini Kondisi Banjir Jepang, Airnya Jernih seperti Kolam Renang" yang diunggah pada 13 Oktober 2019 itu, tidak terdapat foto yang memperlihatkan banjir yang jernih seperti air kolam renang di stasiun bawah tanah Jepang. Berita itu hanya memuat foto yang menampakkan banjir yang bersih tanpa sampah di pemukiman warga.

Foto yang memperlihatkan banjir yang jernih seperti air kolam renang di stasiun bawah tanah Jepang justru ditemukan dalam berita di Tribunnews yang berjudul "Kumpulan Foto Banjir di Jepang yang Viral, Bening Bak Air Kolam Renang, Tak Terlihat Ada Sampah" yang dimuat pada 19 Oktober 2019. Namun, saat ini, foto tersebut telah dihapus sehingga berita itu hanya memuat foto yang menampakkan banjir yang bersih tanpa sampah di pemukiman warga.

PEMERIKSAAN FAKTA

Tim CekFakta Tempo menggunakan reverse image tools milik Google dan TinEye untuk menelusuri fakta terkait foto banjir di Jepang saat terjadinya Topan Hagibis yang diunggah akun Tarbiahmoeslim’s Blogs. Dua foto yang memperlihatkan banjir yang jernih seperti air kolam renang di stasiun bawah tanah Jepang telah beredar di internet sejak September 2015.

Salah satu situs berita yang memuatnya adalah CRI Online, yakni pada 10 September 2015. Berita itu berjudul "Topan Etau melanda Jepang, air hujan menggenangi terowongan bawah tanah dan mengubahnya menjadi kolam renang". Menurut berita tersebut, Topan Etau melanda Prefektur Aichi pada 9 September 2015 pagi. Terowongan bawah tanah di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, pun terdampak dan menjadi kolam renang.

Selain CRI Online, Hong Kong Free Press juga memberitakan peristiwa tersebut, yakni pada 11 September 2015. Dalam berita yang berjudul "Like a swimming pool: Chinese netizens marvel at cleanliness of Japanese flood waters" itu, disebutkan bahwa warganet Cina terkejut ketika melihat foto stasiun bawah tanah di Hamamatsu, kota di Jepang bagian timur, yang tergenang banjir. Banjir itu disebabkan oleh Topan Etau yang melanda Jepang pada 9 September 2015.

Gambar tangkapan layar berita tentang peristiwa Topan Etau di Jepang pada September 2015.

Sementara itu, dua foto yang menampakkan banjir yang bersih tanpa sampah di pemukiman warga diunggah oleh akun Mamy di Twitter pada 12 Oktober 2019. Dalam keterangannya yang ditulis dalam bahasa Jepang itu, akun ini menulis, "Pada 5:30, banjirnya setinggi pinggang."

Untuk mengecek lokasi pengambilan dua foto itu, Tempo menggunakan Google Maps dan menelusuri street view Prefektur Shizuoka. Dari penelusuran itu, ditemukan rumah yang sama dengan rumah yang terlihat dalam foto yang diunggah akun Mamy.

KESIMPULAN

Pemeriksaan fakta di atas menunjukkan bahwa foto yang memperlihatkan banjir yang jernih seperti air kolam renang di stasiun bawah tanah Jepang diambil saat terjadinya Topan Etau pada September 2015, bukan saat peristiwa Topan Hagibis melanda Jepang pada Oktober 2019. Dengan demikian, unggahan akun Facebook Tarbiahmoeslim’s Blogs terkait banjir di Jepang tersebut tergolong sesat karena cara penyampaiannya keliru serta mengarahkan ke tafsir yang salah.

ZAINAL ISHAQ