[Fakta atau Hoaks] Benarkah Pernyataan Kapolri bahwa Polisi Tak Segan Kirimkan ke Kamar Jenazah Terkait Demo Mahasiswa?

Rabu, 25 September 2019 14:47 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Pernyataan Kapolri bahwa Polisi Tak Segan Kirimkan ke Kamar Jenazah Terkait Demo Mahasiswa?

Video yang mencuplik pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian beredar di media sosial pada Rabu, 25 September 2019, usai demo mahasiswa yang menolak revisi UU KPK, RUU KUHP, dan RUU bermasalah lainnya. Dalam video itu, Tito menyatakan bahwa polisi tak segan kirimkan ke kamar jenazah apabila melawan petugas.

Awalnya, video itu dibagikan oleh akun Army 13 di Youtube dengan judul “Jangan Segan-segan Kirimkan ke Kamar Jenazah”. Selain berisi cuplikan pernyataan Kapolri, video itu juga menggabungkan dua video lainnya yang memperlihatkan polisi yang sedang menangkap mahasiswa di dua lokasi yang berbeda. Namun, saat ini, video itu sudah dihapus.

 Gambar tangkapan layar unggahan kanal Army 13 di YouTube yang sudah dihapus.

Saat ditelusuri di YouTube, video yang sama juga diunggah oleh kanal VNNcoid. Bedanya, akun ini hanya mengunggah video pernyataan Kapolri yang berdurasi 15 detik.

Di Facebook pun, Tempo menemukan video yang memuat pernyataan Kapolri itu, salah satunya yang diunggah oleh akun Abulaotkcombet AD Singanagan Atjceh. Akun ini mengunggah video itu dengan menuliskan narasi, “Berarti, kalau rakyat menuntut keadilan-kebenaran, jika ditangkap, jangan melawan. Kalau melawan akan dibunuh mati."

Video yang berisi cuplikan pernyataan Tito itu beredar usai demo mahasiswa yang menolak revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau revisi UU KPK dan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau RUU KUHP. Unjuk rasa ini pun berujung bentrok, yakni antara mahasiswa dan polisi. Beberapa mahasiswa dikabarkan terluka.

Namun, benarkah cuplikan pernyataan Kapolri Tito Karnavian dalam video itu terkait dengan demo mahasiswa?

PEMERIKSAAN FAKTA

Tim CekFakta Tempo memeriksa beberapa ciri visual dalam video Kapolri Tito Karnavian itu. Pertama, nama program "Sapa Indonesia Siang" di bagian kiri bawah. Kedua, logo program "Mencari Pemimpin 2017" di bagian kanan atas.

Saat ditelusuri di mesin pencari, “Sapa Indonesia Siang” adalah nama program berita di KompasTV. Tempo pun menelusuri kanal Kompas TV di YouTube dan memasukkan kata kunci “Jangan segan-segan kirimkan ke kamar jenazah”.

Hasilnya,Tempo menemukan video terkait di KompasTV yang berjudul “Kapolri: Bandar Narkoba Pasti Berakhir di Kamar Jenazah”. Video ini dipublikasikan pada 18 Januari 2017.

Kompas TV memberikan keterangan pada video itu, “Kepolisian di ibukota dan daerah merespon cepat perintah dan pesan tegas Kapolri kepada gembong narkoba di Tanah Air. Hasilnya, tiga bandar besar narkoba tertembak dalam dua hari. Pengungkapan dari ruang jenazah pun merata dilakukan polisi.”

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, konteks pernyataan Kapolri Tito Karnavian mengenai “jangan segan-segan kirimkan ke kamar jenazah” itu tidak berkaitan dengan demo mahasiswa pada 24 September 2019. Pernyataan tersebut terkait dengan bandar besar narkoba yang tertembak pada 2017 lalu.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekfakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id