[Fakta atau Hoaks] Benarkah Investigasi Pengibaran Bendera Ar Rayah dan Al Liwa Bentuk Diskriminasi dari Kemenag?

Selasa, 23 Juli 2019 18:03 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Investigasi Pengibaran Bendera Ar Rayah dan Al Liwa Bentuk Diskriminasi dari Kemenag?

Akun Rasyid Achmad mengirimkan narasi dan meme ke grup United Muslim Cyber Army (UMCA) yang mempersoalkan langkah Kementerian Agama menginvestigasi pengibaran bendera Ar Rayah dan Al Liwa oleh siswa MAN 1 Sukabumi, Jawa Barat, Senin kemarin 22 Juli 2019.

Sebuah akun Facebook mempersoalkan langkah Kementerian Agama menginvestigasi pengibaran bendera Ar Rayah dan Al Liwa oleh siswa MAN 1 Sukabumi, Jawa Barat, Senin, 22 Juli 2019.

Meme itu berisi foto Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan latar gambar pelajar yang membentangkan bendera tauhid. Di bawahnya terdapat teks bertuliskan “Tak Terima Siswa Aliyah Kibarkan Panji Rasulullah di Sekolah, Menag Lukman Lakukan Investigasi Serius”.

Rashid Achmad menuliskan narasi bahwa apa yang dilakukan Kementerian Agama itu membuat Islam sebagai agama mayoritas, tersisihkan.

“Menteri Agama yang notabene beragama Islam pun mendukung dan membela segala bentuk diskriminasi terhadap Islam tersebut,” tulis sebagian narasi. 

Hingga 23 Juli 2019, unggahan itu telah dibagikan 2,3 ribu kali.

 

PEMERIKSAAN FAKTA 

Tentang judul meme

Dari hasil penelusuran di mesin pencari, Tempo tidak menemukan adanya situs berita yang memuat judul “Tak Terima Siswa Aliyah Kibarkan Panji Rasulullah di Sekolah, Menag Lukman Lakukan Investigasi Serius”.

Judul berita yang ada di beberapa situs media, seperti detik misalnya, hanya menulis “Menag Investigasi Foto Siswa MAN Kibarkan Bendera Bertuliskan Tauhid” yang dipublikasikan 21 Juli 2019. 

Dengan demikian teks pada meme “Tak Terima Siswa Aliyah Kibarkan Panji Rasulullah di Sekolah” tak berdasarkan fakta yang sebenarnya.

 

Konteks yang dilakukan Kemenag

Apa yang dilakukan Kementerian Agama bermula saat pemilik akun @Karolina_bee11 mengunggah foto sekelompok siswa berada di lapangan sekolah. Mereka mengibarkan bendera Ar Rayah dan Al Liwa.

Foto itu disorot oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily yang membidangi keagamaan langsung menyebut Menag Lukman di cuitannya.

"Pak Menag @lukmansaifuddin mohon segera diklarifikasi tentang penggunanaan atribut bendera ini yang kabarnya berada di MAN 1 Sukabumi. Seharusnya Madrasah, apalagi yang dikelola @Kemenag_RI harus mengedepankan semangat NKRI daripada penggunaan bendera yang identik dengan organisasi yang terlarang," cuit Ace. 

Cuitan Ace itu ditanggapi langsung oleh Menag Lukman. Kemenag telah menerjunkan tim ke MAN tersebut untuk mendapatkan penjelasan. 

“Sejak semalam sudah ada tim khusus dari Pusat yg ke lokasi untuk investigasi. Saat ini proses penanganan di lapangan masih sedang berlangsung.

Kami serius menangani kasus ini,” demikian cuitan Menag Lukman. Berikut adalah gambar tangkapan layar percakapan di Twitter tersebut:

Cuitan Menteri Agama menanggapi laporan Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily via Twitter, 21 Juli 2019. 

 

Hasil Investigasi Kemenag

Konteks langkah Kemenag melakukan investigasi itu karena bendera Ar Royah (berwarna hitam) identik dengan bendera yang dipakai organisasi Hizbut Thahrir Indonesia (HTI).

Namun Kemenag memastikan bahwa pengibaran bendera tauhid oleh sejumlah siswa di MAN 1 Sukabumi, Jawa Barat, tidak terkait dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Hal itu diketahui usai tim khusus yang ditugaskan Menag Lukman Hakim Saifuddin melakukan konfirmasi dan verifikasi terhadap kepala MAN 1 Sukabumi dan sejumlah siswa di sana.

"Berdasarkan penjelasan mereka dan keterangan sejumlah pihak, untuk sementara kami berkesimpulan bahwa tidak ada indikasi keterkaitan dengan HTI," ujar Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag A Umar dikutip dari CNN Indonesia

Umar mengatakan, sejumlah siswa di institusi pendidikan tersebut tidak mengerti perihal persoalan sensitivitas penggunaan bendera HTI.

Berdasarkan kejadian tersebut, tim khusus memberikan pengertian dan pembinaan kepada siswa dan guru MAN 1. Mereka, klaim Umar, telah menandatangani surat pernyataan sebagai komitmen untuk patuh pada pembinaan Kemenag.

Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Sukabumi Fahirudin menjelaskan bahwa aksi pengibaran bendera berkalimat tauhid merupakan tindakan spontan. Pihak MAN 1 telah melakukan investigasi terkait viralnya foto siswa yang mengibarkan bendera bertuliskan tauhid itu.

"Itu yang mengibarkan siswa kami berinisial MA, dan sekarang sudah selesai. Itu tindakan spontan, dan siswa itu telah membuat pernyataan kepada kami," kata Fahirudin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Ahad, 21 Juli 2019.

 

KESIMPULAN

Dari pemeriksaan fakta di atas, narasi yang menghubungkan bahwa langkah Kemenag melakukan investigasi ke MAN 1 Sukabumi bentuk diskriminasi terhadap agama Islam adalah kesimpulan yang keliru serta mengarahkan ke tafsir yang salah. 

 

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekfakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id