[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ada Bom Bunuh Diri di Dekat Kabah, Mekkah?

Sabtu, 1 Juni 2019 12:41 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ada Bom Bunuh Diri di Dekat Kabah, Mekkah?

Halaman Facebook Dakwah Harian, membagikan sebuah video yang dinarasikan bahwa Ka'bah diserang bom bunuh diri, 25 Mei 2019.

Sebuah video yang dinarasikan sebagai serangan bom bunuh diri disebarkan oleh Halaman Facebook Dakwah Harian.

Video berdurasi 39 detik itu menampilkan bercak darah di dekat Hajar Aswad Ka’bah dan ditonton oleh umat Muslim yang sedang beribadah. Terdengar pula suara pria di video yang menjelaskan insiden itu dalam bahasa Arab.

“Ka'bah diserang bom bunuh diri. Tapi janji Allah itu pasti. Hanya pengebom seorang diri yang mati,” tulis Dakwah Harian dalam narasinya.

Video itu segera menjadi viral setelah dibagikan 9,4 ribu kali. 

Selain Dakwah Harian, video tersebut juga banyak dibagikan oleh akun-akun lain di Facebook dan YouTube. Salah satu akun di YouTube yang menyebarkan video ini adalah channel Moeslimchoice TV pada tanggal yang sama.

Channel tersebut memberikan teks tambahan di dalam video dengan narasi “4 jam yang lalu terjadi bom bunuh diri di depan BAITULLAH. Hanya yang bawa bom yang hancur dan tak ada korban di pihak lain. Maha Besar Allah swt yang menjaga keselamatan hambanya.”

Video itu pun telah ditonton 34.476 kali hingga 31 Mei 2019. 

Benarkah ada bom bunuh diri di depan Baitullah?

 

PEMERIKSAAN FAKTA

Video yang beredar sepekan ini di media sosial, sebenarnya telah banyak beredar sebelumnya di YouTube.

Akun Nashikkar Moin pathan, misalnya, mengunggah video yang berkonten sama dengan narasi berbeda pada 11 September 2017. Video itu diberi judul “Accident happened in haram shareef at Hajr E Aswad”. Video tersebut telah ditonton lebih dari 2 juta kali hingga hari ini. 

Menurut situs berita Gulf News edisi 1 Oktober 2017, pasukan khusus untuk keamanan Masjidil Haram di Mekkah telah membantah laporan tentang insiden di sebelah Ka’bah tersebut.

Menurut Sameh Al Selmi, juru bicara pasukan khusus tersebut, bahwa video tersebut adalah video lama yang diedarkan kembali di medsos.

"Ini adalah foto lama dan diambil setelah seorang peziarah Afrika berusia 50-an terluka di kakinya setelah ia terpeleset ketika kerumunan besar mengelilingi Ka'bah," katanya. 

Menurut Sameh Al Selmi, warga Afrika yang terluka tersebut diberi perawatan pertolongan pertama di tempat itu sebelum dia dibawa ke Rumah Sakit Ajyah.

Situs detik.com pernah memberitakan mengenai video viral tersebut pada Minggu, 1 Oktober 2017. Saat itu informasi mengenai hal itu tersebar dalam pesan berantai pada aplikasi perpesanan WhatsApp. Berikut ini link berita detik saat itu: https://bit.ly/2EHqO35

Pada tahun itu, 2017, detikcom menelusuri dari sejumlah pemberitaan media Arab Saudi seperti Okaz. Media itu membuat penjelasan tentang video tersebut yang juga ramai beredar di Saudi.

Media Saudi ketika itu menuliskan pihak pengamanan Masjidil Haram menyebut video yang beredar tentang ceceran darah di depan Hajar Aswad, Ka'bah, Masjidil Haram, adalah gambar lama. Jubir pasukan pengaman Masjidil Haram, Mayor Sameh Al Salami, mengatakan gambar darah yang berceceran di lokasi Tawaf sekitar Hajar Aswad dan beredar di medsos video insiden seorang jemaah asal Afrika berusia sekitar 50 tahun yang terpeleset dan jatuh.

Jemaah itu kemudian mengalami luka-luka pada kakinya. Sesaat setelah kejadian pihak pengamanan Masjidil Haram langsung mendatangkan ambulans dan melarikan jemaah tersebut ke Rumah Sakit Ajyah untuk mendapatkan perawatan yang semestinya. 

 

KESIMPULAN

Video viral tersebut sebenarnya adalah peristiw lama yang kemudian diedarkan kembali. Pertama pada September 2017 dan akhir Mei 2019 dengan narasi bahwa darah yang berlumuran di dekat Ka’bah itu berasal dari  seseorang yang melakukan bom bunuh diri.

Dari pemeriksaan fakta di atas Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang beredar menyertai video itu menyesatkan.

 

IKA NINGTYAS