[Fakta atau Hoaks] Benarkah Walikota Surabaya Tri Rismaharini protes dan berunjuk rasa ke KPUD Surabaya?

Minggu, 5 Mei 2019 09:05 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Walikota Surabaya Tri Rismaharini protes dan berunjuk rasa ke KPUD Surabaya?

Sebuah video aksi protes di depan kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) beredar di media sosial. Video itu diklaim berada di KPUD Surabaya dan si pemrotes adalah Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Sebuah video aksi protes di depan kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) beredar di media sosial. Video itu diklaim berada di KPUD Surabaya dan si pemrotes adalah Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Video berdurasi 2 menit 8 detik itu menjadi viral, salah satunya dibagikan akun Koestini Rais di Facebook, 1 Mei 2019. Pada video itu memperlihatkan seorang perempuan yang suaranya mirip Walikota Risma, sedang berorasi di panggung terbuka memprotes KPUD.

Tampak pula sejumlah massa dan jajaran aparat keamanan yang berjaga di depan gerbang KPUD.

“Kenapa ASN (aparatur sipil negara) yang membela 01 dibiarkan, sementara yang berjuang untuk rakyat diintimidasi, diancam….” Teriak si orator yang diklaim sebagai Tris Rismaharini.

Akun Koestini Rais kemudian menuliskan narasi:

“Walikota Surabaya ibu Risma marah atas kecurangan yg ada di depan kantor KPU Dan memperingatkan para aparat kepolisian.agar bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala.”

Hingga 4 Mei 2019, unggahan itu telah dibagikan 6,3 ribu kali di Facebook.

 

PEMERIKSAAN FAKTA

Hasil pemeriksaan Tempo, unjuk rasa itu tidak terjadi di depan kantor KPUD Surabaya, melainkan KPUD Surakarta, Jawa Tengah. Itu tampak dari banner yang dibentangkan di panggung terbuka, tempat si orator beraksi.

Dalam banner yang bertuliskan “KPU Jangan Curang! KPU harus jujur & adil, jangan berat sebelah” terdapat logo Dewan Syariah Kota Surakarta.

Tempo menemukan video aksi Dewan Syariah Kota Surakarta ke KPUD setempat, diunggah di channel situs berita Tribun Jateng TV. Dalam video Tribun sama dengan suasana aksi seperti video yang tersebar di Facebook. Itu tampak dari kesamaan panggung terbuka, adanya water canon, dan deretan polwan berjaket rompi oranye yang sedang berjaga.

Ciri khas kantor KPUD yang berwarna orange di bagian atas, juga sama seperti dalam video yang beredar.

Situs berita Tribun Jateng melaporkan, seratusan orang mengatasnamakan anggota Dewan Syariah Kota Surakarta itu berunjuk rasa ke KPUD Surakarta pada 26 April 2019. Salah satu yang mereka protes adalah terkait banyaknya kesalahan input data dari formular C1 ke Situng KPU.

Dengan demikian narasi yang menyebutkan bahwa aksi itu berlangsung di KPUD Surabaya terbantahkan.

Apakah si orator adalah Walikota Surabaya Tri Rismaharini? Meski punya kemiripan suara, tapi si orator perempuan itu jelas bukan Walikota Risma. Itu terlihat di video pada detik ke-46 saat wajah si orator tampak lebih jelas.

Selain itu, Pemkot Surabaya telah resmi mengeluarkan pernyataan bahwa figur perempuan itu bukan Risma.

"Hoaks, itu bukan ibu (Risma) tempatnya bukan KPU Surabaya. Jadi saya tegaskan lagi itu hoax," kata Fikser dikutip dari detik.com.

Menurut Fikser, pihaknya pertama kali mengetahui beredarnya video tersebut pada Rabu (1/5). Setelah itu ia kemudian memberitahukan langsung kepada Wali Kota Risma. 

"Kita tahu kemarin siang. Dan langsung saya laporkan ke ibu. Ya beliau sangat kaget dan kecewa kok ada orang yang berbuat begitu," beber Fikser.

Untuk menindaklanjuti video tersebut, imbuh Fikser, pihaknya mengaku sudah berkonsultasi dengan bagian hukum. Karena video tersebut dianggap cukup meresahkan masyarakat. 

 

KESIMPULAN

Dari pemeriksaan fakta di atas, bahwa narasi yang menyebut Walikota Surabaya Tri Rismaharini memprotes dan berunjuk rasa di KPUD Surabaya adalah keliru.

 

IKA NINGTYAS

 

  •