Keliru, Ribuan Militer Turki Dikerahkan Libas Australia di Zona Perang

Rabu, 23 November 2022 17:22 WIB

Keliru, Ribuan Militer Turki Dikerahkan Libas Australia di Zona Perang

Sebuah akun media sosial Facebook membagikan video dengan judul Ribuan Militer Turki Dikerahkan Libas Habis Australia Di Zona Perang. Video yang diunggah pada 19 November 2022 tersebut sudah ditonton 102 ribu kali dengan 201 komentar, dan disukai 3,2 ribu.

Video itu memperlihatkan kapal perang yang mengeluarkan tembakan, pasukan militer yang tengah mendarat di sebuah pulau serta sosok Presiden RI, Joko Widodo dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. 

Tangkapan layar video yang beredar di Facebook soal militer Turki

Narator menyatakan bahwa Turki siagakan pasukan bayangan di Pulau Pasir yang siap  bergerak jika diperintah Erdogan untuk membantu Indonesia. Namun benarkah narasi dan isi video berdurasi 8 menit 13 detik tersebut?

PEMERIKSAAN FAKTA

Hasil pemeriksaan Tim Cek Fakta Tempo menunjukkan bahwa potongan video yang menampilkan para kepala negara RI dan Turki serta angkatan perang militer tersebut adalah hasil penggabungan beberapa video di waktu dan momen berbeda. Video itu tidak ada kaitannya dengan pengerahan ribuan pasukan militer Turki untuk membantu Indonesia menghabisi Australia.

Untuk memverifikasi kebenaran klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video menjadi gambar lalu menelusurinya menggunakan Google Reverse Image, Yandex Images Search serta mesin pencarian Google dan Youtube.

Video 1

Fragmen 1

Video detik ke-34 ini adalah cuplikan video yang pernah diunggah oleh akun YouTube Kompas TV pada 14 Desember 2021 dengan judul 4300 Prajurit Diterjunkan Dalam Operasi Amfibi.

Video yang sama muncul di menit ke-7:42, dan merupakan video Latihan Operasi Amfibi atau Lat Opsfib yang dilakukan di Dabo Singkep. Dalam latihan ini, para prajurit melakukan berbagai macam latihan. Dari latihan kombatan sampai latihan teknis.

Video 2

Fragmen 2

Potongan video menit ke-1:04 terdapat pada video yang pernah diunggah oleh akun YouTube Batuhan Ya?ar, enam tahun lalu.

Angkatan Bersenjata Turki dan personel militer dari berbagai negara berpartisipasi dalam operasi Amfibi yang dilakukan dalam kerangka kerja Latihan Kebakaran Aktual Bersama Efes 2016.

Video 3

Fragmen 3

Potongan video menit ke-1:25 ini, identik dengan foto yang pernah diunggah oleh Antara.com pada 6 Februari 2022.

Foto ini adalah foto kapal nelayan yang bersandar saat tidak melaut di Teluk Labuan, Pandeglang, Banten. Para nelayan tidak melaut di Perairan Selat Sunda karena ada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau serta cuaca buruk.

Video 4

Fragmen 4

Video ini muncul pada menit ke-4:23 yang identik dengan video Pertemuan Bilateral Presiden Jokowi dengan Presiden Turki di Osaka, 29 Juni 2019. Video ini diunggah oleh akun YouTube Sekretariat Presiden, 3 tahun lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berencana melakukan kunjungan ke Indonesia awal tahun 2020. Kedua pemimpin meminta agar persiapan kunjungan mulai dapat dilakukan sehingga kunjungan menghasilkan kerjasama konkret yang menguntungkan kedua pihak.

 Video 5

Fragmen 5

Gambar pada menit ke-5:34 ini, identik dengan video yang diunggah akun YouTube Milli Savunma pada 10 Juni 2017.

Perusahaan Pertahanan asal Turki, FNSS, memamerkan sejumlah kendaraan tempur. Lebih dari 4.000 kendaraan tempur lapis baja telah digunakan di berbagai negara di seluruh dunia.

Narator Video

Di bagian awal, narator video membaca artikel yang pernah diunggah oleh Kompas.com pada 16 September 2020 berjudul Turki Dilaporkan Miliki Pasukan Bayangan, Siap Bergerak Jika Diperintah Erdogan.

Pada beberapa bagian kalimat, narator mengubah atau menambahkan narasi baru. Di antaranya, pada paragraf keempat, Narator menambahkan kalimat di akhir paragraf dengan: Apalagi hanya untuk melawan Australia dan Amerika

Narator juga mengganti nama negara di akhir kalimat pada paragraf keenam: dari Suriah ke Libya menjadi ke Pulau Pasir Indonesia.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta, narasi dan isi video berjudul Ribuan Militer Turki Dikerahkan Libas Habis Australia di Zona Perang adalah keliru.

Video yang ditampilkan adalah hasil kompilasi beberapa video yang tidak ada hubungannya dengan pengerahan pasukan militer Turki ke Pulau Pasir untuk membantu Indonesia.

TIM CEK FAKTA TEMPO

** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id