Belum Ada Bukti, Makan Buah Durian dengan 7 Jenis Makanan dan Minuman Ini Berbahaya Bagi Tubuh

Senin, 3 Oktober 2022 15:12 WIB

Belum Ada Bukti, Makan Buah Durian dengan 7 Jenis Makanan dan Minuman Ini Berbahaya Bagi Tubuh

Sebuah akun di media sosial Facebook membagikan yang bahaya memakan durian bersamaan dengan 7 jenis makanan dan minuman bagi tubuh.

Video berdurasi 46 detik yang diperankan oleh seorang laki-laki dan perempuan tersebut menyoal larangan mengkonsumsi buah durian bersamaan dengan beberapa makanan. 

Dibagikan sejak 25 Juni 2022, kedua orang dalam video menyebutkan daftar makanan yang diklaim berbahaya bila dimakan bersama dengan durian, antara lain susu, soda, terong, buah leci, seafood, daging, dan kopi. 

Tangkapan layar video yang mengklaim bahaya makan durian bersamaan dengan sejumlah makanan dan minuman

Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut mengapa tujuh jenis makanan dan minuman tidak boleh dikonsumsi bersama dengan durian.

PEMERIKSAAN FAKTA

Durian adalah salah satu jenis buah-buahan yang diminati banyak orang karena rasanya yang nikmat. Namun demikian sejumlah kalangan masih ragu untuk makan durian lantaran adanya informasi yang beredar konsumsi durian dapat menyebabkan gangguan kesehatan, terlebih jika dikonsumsi bersama dengan makanan tertentu.

Tim Cek Fakta Tempo mencoba menelusuri apakah klaim tersebut fakta atau mitos dengan bantuan mesin pencarian Google dan wawancara ahli gizi di Jakarta.

Klaim 1: Mengkonsumsi durian dan susu

Dikutip dari situs kesehatan Alodokter, meminum susu setelah menkonsumsi durian jelas tidak akan memberikan pengaruh negatif bagi tubuh. Tidak ada bukti ilmiah yang melarang konsumsi duren setelah atau berbarengan dengan susu.  

Klaim 2: Mengkonsumsi durian dengan soda

Dikutip dari Detik edisi 12 Februari 2014, spesialis bedah dari RS Premier Bintaro dr. Errawan R Wiradisuria Sp.B (KBD), M.Kes, meminum soda setelah mengkonsumsi durian, tidak lantas membuat seseorang langsung meninggal saat itu juga.

"Secara ilmiah tidak ada hubungannya makan durian minum soda lalu meninggal. Hanya mungkin ada efek kembung yang dirasakan, karena soda mengandung gas dari bubble-nya itu. Durian juga salah satu makanan yang menimbulkan gas. Jadinya menimbulkan efek kembung," kata dr Errawan menjelaskan.

Ahli yang dimuat AFP juga pernah membantah bahwa mengkonsumsi durian dengan soda seperti coca-cola berbahaya. Dr. Piyapan Prueksapanich, asisten profesor kedokteran di Universitas Chulalongkorn, mengatakan bahwa makan durian dan cola aman.

“Makan durian dan coca-cola bersama-sama tidak berbahaya dan tidak meracuni tubuh Anda secara akut. Namun, seperti makanan manis lainnya, durian dan coca-cola tidak boleh dimakan terlalu sering untuk menghindari obesitas. Tapi tidak dilarang memakannya sekaligus," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, 28 Mei 2020.

Klaim 3: Mengkonsumsi durian dan terong

Dijelaskan ahli gizi, Jovita Amelia M.Sc, SPGK, AIFO-K kepada Tempo, terong termasuk sayuran dengan kandungan serat tinggi, sedikit protein dan berbagai vitamin dan mineral. Hal ini mengakibatkan efek termogenik atau efek yang menyebabkan tubuh terasa hangat, namun tidak besar. Makanan yang menyebabkan efek termogenik tinggi biasanya adalah yang mengandung protein tinggi, sedangkan terong tidak.

“Durian memang memiliki efek termogenik karena kandungan sulfat di dalamnya. Akan tetapi klaim tidak boleh makan durian dan terong bersamaan tidak berdasar dan tidak memiliki alasan keilmuan,” kata Jovita yang berpraktek di RS Pelni dan RS Ciputra ini.

Klaim 4: Mengkonsumsi durian dan buah leci

Ahli gizi, Jovita Amelia M.Sc, SPGK, AIFO-K menyebut tidak ada penelitian yang menunjukkan buah leci berbahaya bila dikonsumsi bersamaan dengan durian. “Tidak ada efek buruk yang terjadi jika memakannya bersamaan. Semua hoax, tidak ada scientific base-nya,” jelas Jovita melalui pesan singkat, 29 September 2022.

Klaim 5: Mengkonsumsi durian dengan seafood

Dikutip dari Kompas.com, spesialis gizi Klinik Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Diana Suganda SpGK mengatakan, kepercayaan seputar memakan durian dan seafood akan menyebabkan tubuh menjadi panas dan menciptakan racun adalah mitos. Diana menuturkan, hubungan keduanya hanya akan membuat lambung manusia terasa tidak nyaman. Terlebih lagi jika dikonsumsi dengan jumlah yang berlebih.

"Itu mitos, ya. Saya mencoba cari riset mengenai korelasi keduanya dan tidak menemukan apapun," kata pakar gizi Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB) Ahmad Sulaeman seperti dilansir Kompas.com di IPB, Bogor, Selasa, 18 Februari 2020.

Klaim 6: Mengkonsumsi durian dengan daging

Klaim bahaya mengkonsumsi durian dengan daging juga dinilai tidak masuk akal oleh ahli gizi dr. Jovita Amalia M.Sc, SPGK, AIFO-K. Memang benar keduanya memiliki efek termogenik atau menyebabkan sensasi panas di tubuh. Tetapi memakan kombinasi dari makanan yang memiliki sensasi hangat di tubuh tidak terbukti memiliki efek yang berbahaya.

Klaim 7: Mengkonsumsi durian dengan kopi

Dilansir dari situs kesehatan Klikdokter, tidak ada larangan khusus untuk minum kopi dan makan durian. Begitu juga dengan batas minum kopi setelah makan durian, tidak ada rekomendasi pasti.

Namun, segala sesuatu yang berlebihan tetap tidak baik, termasuk mengkonsumsi durian dan kopi, khususnya bagi penderita diabetes. Alasannya, durian memiliki kadar gula yang tinggi sehingga berpotensi menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

Mereka yang memiliki gangguan asam lambung atau sensitif dengan kafein, diimbau menghindari minuman dengan kandungan kafein tinggi seperti kopi. Kopi dapat memperberat keluhan nyeri perut terkait asam lambung dan palpitasi. 

KESIMPULAN

Dari hasil pemeriksaan fakta, klaim bahwa makan buah durian dengan sejumlah makanan tertentu akan berbahaya bagi tubuh adalah belum ada bukti.

Belum ada penelitian ilmiah yang menyebutkan bahwa mengkonsumsi durian dengan susu, soda, terong, buah leci, seafood, daging, dan kopi, berbahaya bagi tubuh. Namun bila makanan tersebut dikonsumsi berlebihan, maka juga dapat berisiko pada kesehatan.   

TIM CEK FAKTA TEMPO

** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id