Keliru, Bill Gates Diusir Dari India karena Menyebabkan 47 ribu Anak Cacat setelah Mendapat Vaksin Polio

Senin, 27 Desember 2021 13:49 WIB
 


 
Keliru, Bill Gates Diusir Dari India karena Menyebabkan 47 ribu Anak Cacat setelah Mendapat Vaksin Polio

Unggahan berisi klaim bahwa Bill Gates diusir dari India karena telah menyebabkan 47 ribu anak di India cacat permanen, beredar di Twitter, 26 Desember 2021. Salah satu akun mengunggah tangkapan layar judul artikel, 47,000 children crippled and permanently disabled in India, a direct result of Bill Gates’ polio vaccine. Terlihat bahwa artikel itu berasal dari tahun 2016. 

Tangkapan layar artikel itu memuat foto Bill Gates memberikan vaksin pada seorang anak dan foto kedua menampakkan seorang anak yang kakinya cacat. Gambar itu disertai teks bertuliskan: Don’t forget, the Gates family was kicked out of India for this. 100% proven. 

Akun yang mengunggah tangkapan gambar tersebut, memberikan narasi:

“Di masa lampau, 47.000 Anak anak INDIA tumbuh kembang dengan kecacatan dan ke idiot'an. Hasil karya Vaksin nya BILL GATES.. Apa anda ingin berspekulan dengan anak anda???”

Narasi itu beredar di tengah pro kontra vaksinasi Covid-19 untuk anak berusia 6-11 tahun. 

Tangkapan layar unggahan dengan klaim keliru bahwa Bill Gates diusir dari India karena menyebabkan 47 ribu anak cacat setelah mendapat vaksin polio.

PEMERIKSAAN FAKTA

Klaim soal vaksin polio Bill Gates telah menyebabkan 47 ribu anak di India cacat permanen, telah beredar sejak Agustus 2020. Namun tidak ada bukti bahwa Bill Gates diusir dari India karena vaksin polionya menyebabkan 47 ribu anak di sana cacat permanen.

Tempo menemukan bahwa artikel tersebut berasal dari blog Rangitikei Environmental Health Watch yang dipublikasikan pada 17 Mei 2016. Sementara berdasarkan sejumlah unggahan dan berita, Pemerintah India masih bekerja sama dan bertemu dengan Bill Gates.  Seperti pada 18 November 2019, Perdana Menteri India Narendra Modi mengunggah foto pertemuannya dengan Bill Gates di akun Twitter @narendramodi

angkapan layar unggahan foto pertemuan Perdana Menteri India Narendra Modi dengan Bill Gates di akun Twitter @narendramodi, pada 18 November 2019.

Diberitakan dalam situs pemerintah India, pertemuan itu dilakukan selama kunjungan Bill Gates dan tim selama tiga hari di India. Dalam pertemuan itu, Bill Gates memperkuat komitmen Yayasannya untuk mendukung Pemerintah India, dalam upayanya memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), dengan fokus khusus pada kesehatan, nutrisi, sanitasi, dan pertanian.

Keduanya kembali bertemu di sela-sela KTT COP26 di Glasgow, Inggris pada 2 November 2021. Narendra Modi  menyampaikan apresiasi atas pekerjaan yang dilakukan oleh Yayasan Bill & Melinda Gates di India. Bill Gates memberi pengarahan kepada Perdana Menteri tentang kemajuan Mission Innovation. Mereka mendiskusikan cara untuk meningkatkan aktivitas di India di bawah Mission Innovation.

Program Bill and Melinda Gates Foundation di India telah berjalan sejak 2003 dengan peluncuran Avahan, sebuah program pencegahan HIV yang diperkirakan telah mencegah 600.000 infeksi baru. Program mereka kemudian diperluas ke isu kesehatan dan gizi reproduksi, ibu, bayi baru lahir, dan anak; kebersihan; pembangunan pertanian; kesetaraan gender, dan inklusi keuangan digital.  

Tempo juga mencocokkan dengan hasil pemeriksa fakta yang dibuat oleh India Today. Harian ini juga menyatakan Bill Gates tidak pernah diusir dari India karena vaksin Polio. 

Klaim vaksin polio lumpuhkan 47 ribu anak di India

Tempo mengutip hasil periksa fakta sejumlah organisasi asing terkait klaim ini. Menurut Full Fact, klaim tersebut diduga berasal dari makalah tahun 2012 yang berisi tentang "kelumpuhan lembek akut non-polio" (NPAFP) lebih umum di daerah India yang penyerapan vaksin polio oralnya lebih tinggi. Saat itu Yayasan Bill and Melinda Gates mendanai upaya pemberantasan vaksin polio. Makalah itu mengatakan bahwa pada tahun 2011, ada tambahan 47.500 kasus NPAFP di atas standar yakni 2 kasus per 100.000 orang yang secara umum diterima sebagai normal.

Saat itu memang benar kasus NPAFP yang diamati meningkat pada akhir tahun 2000-an. Akan tetapi ini tidak berarti vaksin polio selalu menjadi penyebabnya. Pada tahun 2013, BBC melaporkan bahwa pejabat kesehatan masyarakat mengatakan bahwa peningkatan NPAFP dapat disebabkan oleh fakta bahwa pemantauan kasus kelumpuhan, baik yang disebabkan oleh polio atau tidak, lebih baik daripada beberapa dekade sebelumnya. Ini yang membuat jumlah kasus yang terdata menjadi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. 

Meskipun mungkin ada korelasi statistik antara jumlah dosis vaksinasi dan kasus NPAFP, kami tidak menemukan bukti atau teori yang menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi. Sebab NPAFP bisa disebabkan oleh virus dan bakteri lain selain polio.

Perlu dicatat bahwa vaksin polio sendiri dapat mengakibatkan kasus “polio paralitik terkait vaksin” menurut Organisasi Kesehatan Dunia, tetapi angkanya sangat rendah. Sekitar 1 dari 2,7 juta dosis vaksin polio oral berhubungan dengan polio paralitik.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa India telah menerima sertifikat bebas polio pada 27 Maret 2014 dengan kasus polio terakhir dilaporkan di Howrah di Benggala Barat pada 13 Januari 2011. Prestasi ini setelah India gencar memvaksinasi anak melalui Program Imunisasi Pulse Polio pada 2 Oktober 1994, ketika negara tersebut menyumbang sekitar 60% dari kasus polio global.  

KESIMPULAN

Dari pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan bahwa klaim Bill Gates diusir dari India karena telah menyebabkan 47 ribu anak di India cacat permanen setelah menerima vaksin polio adalah keliru. Pemerintah India masih menjalin sejumlah kerja sama dengan Yayasan Bill and Melinda Gates dan beberapa kali bertemu Bill Gates. Selain itu tidak bukti-bukti yang mendukung pemberian vaksin polio menyebabkan 47 ribu anak di India cacat permanen. Faktanya, pada 2014, India telah mendapatkan sertifikasi bebas polio berkat program imunisasi selama dua dekade.

Tim Cek Fakta Tempo



  •  

    Selengkapnya