Keliru, Mahkamah Agung Amerika Serikat Membatalkan Vaksinasi Universal

Senin, 15 November 2021 12:29 WIB
 


 
Keliru, Mahkamah Agung Amerika Serikat Membatalkan Vaksinasi Universal

Klaim bahwa Mahkamah Agung Amerika Serikat telah membatalkan vaksinasi universal beredar sejak Juli 2021. Klaim itu beredar berupa tangkapan layar dari pesan di Whatsapp yang bertuliskan:

Breaking news: Mahkamah Agung AS telah membatalkan vaksinasi universal.

Di Amerika Serikat, Mahkamah Agung telah membatalkan vaksinasi universal. Bill Gates, kepala Spesialis Penyakit Menular AS Fauci, dan Big Pharma telah kalah dalam gugatan di Mahkamah Agung AS, gagal membuktikan bahwa semua vaksin mereka dalam 32 tahun terakhir telah aman untuk kesehatan warga! Gugatan itu diajukan oleh sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Senator Kennedy.

Pesan berantai ini beredar di tengah upaya pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 dengan program vaksinasi yang menyasar seluruh warga.

Tangkapan layar pesan dengan klaim Mahkamah Agung Amerika Serikat Membatalkan Vaksinasi Universal

PEMERIKSAAN FAKTA

Dikutip dari organisasi pemeriksa fakta di Amerika Serikat, Politifact, menjelaskan bahwa Mahkamah Agung tidak mengeluarkan putusan apapun terkait dengan vaksin COVID-19 atau vaksinasi universal. Aturan terkait "vaksinasi universal" sendiri tidak ada di Amerika Serikat, meskipun pemerintah federal serta banyak perusahaan dan institusi memperketat persyaratan vaksinasi.

Klaim tersebut berasal dari artikel 23 Mei 2021, yang diterbitkan di situs web "Radio Inspirer." 

Kepada The Associated Press, Kennedy mengatakan bahwa artikel itu salah. Dia mengatakan, meski telah terlibat dalam puluhan tuntutan hukum soal keamanan vaksin, tetapi tidak satupun dari gugatan tersebut sampai ke tahap Mahkamah Agung.

“Kutipan itu dibuat-buat. Jelas seseorang mengarangnya dan mempromosikannya karena kutipan yang sama terus muncul tidak peduli berapa kali saya menyangkalnya. Artikel yang sama terus muncul kembali,” kata Kennedy.

Sementara Kennedy mengatakan dia telah menjadi bagian dari lebih dari 30 tuntutan hukum tentang masalah keamanan vaksin, yang masih pada tahap proses peradilan yang berbeda dan tidak ada yang muncul di hadapan Mahkamah Agung.

Artikel tersebut juga salah mengidentifikasi Kennedy, yang merupakan putra mantan kandidat presiden Senator Robert F. Kennedy, sebagai senator AS dan berbagi beberapa klaim yang tidak benar tentang vaksin mRNA, termasuk mitos bahwa vaksin mRNA mengubah DNA.

Joanne Rosen, seorang dosen senior di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, menulis dalam email ke AP, “Mahkamah Agung AS belum memutuskan dalam kasus yang melibatkan tantangan terhadap persyaratan vaksinasi Covid-19.” Rosen telah mempelajari preseden legislatif untuk mandat vaksin.

KESIMPULAN

Dari pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan, Klaim bahwa Mahkamah Agung Amerika Serikat telah membatalkan vaksinasi universal adalah keliru. Belum ada putusan apapun dari Mahkamah Agung terkait gugatan vaksin yang diajukan oleh Kennedy. Kennedy sendiri telah membantah bahwa gugatannya telah sampai ke tahap di Mahkamah Agung.

Tim Cek Fakta Tempo



  •  

    Selengkapnya