Tidak Terbukti, Taliban Memenggal Pemain Voli Perempuan Afghanistan

Jumat, 29 Oktober 2021 15:58 WIB
 


 
Tidak Terbukti, Taliban Memenggal Pemain Voli Perempuan Afghanistan

Sejumlah situs dan warganet mengunggah informasi tentang kematian seorang pemain bola voli perempuan Afghanistan. Kematiannya diduga karena kepalanya dipenggal oleh Taliban. Informasi tersebut ramai beredar sejak pekan lalu. 

Salah satu akun di Instagram, @nasionalis_me misalnya, memuat tangkapan layar dari situs nusantaratv.com pada 23 Oktober 2021. Tangkapan layar memuat berita berjudul Sadis, Pemain Bola Voli Cantik Asal Afghanistan Mahjabin Hakimi Tewas Dipenggal Taliban. Di dalamnya juga memuat dua foto Mahjabin dalam balutan kaos olahraga berwarna biru dan saat ia sedang menunggang sepeda.

Di situs lainnya, dikabarkan, Mahjabin dipenggal karena membuka aurat, seperti yang ditulis dalam judul berita, Karena Aurat, Taliban Penggal Atlet Voly Wanita Afganistan. 

Tangkapan layar unggahan Pananews.id

PEMERIKSAAN FAKTA 

Hasil pemeriksaan fakta Tempo yang dikutip dari altnews.in menunjukkan bahwa tewasnya Mahjabin Hakimi bukan karena dipenggal oleh Taliban. Mahjabin meninggal sebelum Taliban menguasai ibu kota Afghanistan pada 15 Agustus 2021. 

Klaim kematian Mahjabin karena dipenggal oleh Taliban banyak diberitakan media, mulai dari India hingga Indonesia pada pekan lalu. Namun penyebab kematiannya terungkap setelah organisasi pemeriksa fakta Altnews.in di India mempublikasikan hasil investigasi pemeriksaan fakta pada 21 Oktober 2021.

Menurut Altnews.in, Mahjabin meninggal pada pekan pertama Agustus sebelum Taliban menguasai Afghanistan. Namun ada dua versi mengenai penyebabnya meninggal. Pertama karena bunuh diri dan kedua diduga karena dibunuh oleh mertuanya.

Tempo telah memeriksa ulang sumber terbuka yang dicantumkan Altnews.in pada artikelnya. Sumber yang digunakan antara lain  cuitan tiga jurnalis yang mengetahui insiden tersebut serta melalui anggota keluarganya. Salah satu petunjuk berasal profil Facebook Skandar Hakimi, saudara Mahjabin yang mengubah profilnya menjadi gambar hitam pada 7 Agustus. Ia menerima lebih dari 100 komentar yang berisi ucapan belasungkawa yang ditulis dalam bahasa Persia. 

Pada tanggal 9 Agustus, ia memposting gambar Mahjabin dengan perlengkapan militer bersama dengan keterangan, “Aku akan selalu bangga padamu, saudariku.” 

Mahjabin disebut pernah menjadi anggota Komando Tentara Nasional Afghanistan sebelum bergabung ke Asosiasi Bola Voli Wanita Afghanistan. 

Tempo telah mengirimkan pesan melalui facebook untuk meminta izin Skandar Hakimi mengutip unggahannya dalam artikel ini. 

Alt News juga menghubungi anggota keluarga Mahjabin, seorang aktivis Afghanistan yang berbasis di Kanada, Farishta Barez. Kerabat itu juga membenarkan bahwa Skandar adalah saudara Mahjabin. Dari anggota keluarga  inilah diketahui bahwa Mahjabin tidak dibunuh oleh Taliban.

“Dia tidak dibunuh oleh Taliban pada bulan Oktober. Kematian Mahjabin terjadi pada 6 Agustus dan tubuhnya ditemukan di kamar mandi tunangannya di Kabul. Dia mengklaim Mahjabin mati lemas. Namun, keluarga kami mencurigai adanya tindakan yang dilakukan oleh mertuanya.”

Anggota keluarga tersebut juga membagikan gambar batu nisan Mahjabin. Tanggal kematian menurut kalender Persia dikonversi ke 6 Agustus sesuai kalender Inggris. Batu nisan ini berada di Kabul. 

KESIMPULAN

Dengan demikian, informasi tentang Taliban memenggal kepala atlet bola voli Afghanistan,  adalah tidak terbukti. 

TIM CEK FAKTA TEMPO



  •  

    Selengkapnya