[Fakta atau Hoax] Benarkah Mobil yang Ditumpangi Prabowo Subianto di Cianjur Milik Pemimpin ISIS Indonesia?

Jumat, 15 Maret 2019 13:29 WIB
 
[Fakta atau Hoax] Benarkah Mobil yang Ditumpangi Prabowo Subianto di Cianjur Milik Pemimpin ISIS Indonesia?

Safari politik Prabowo Subianto ke Cianjur tak hanya dihebohkan dengan beredarnya video yang merekamnya saat marah dan menabok tangan seorang pria. Baru-baru ini kabar bahwa mobil Toyota Alphard hitam yang ditumpangi Prabowo adalah milik pemimpin ISIS beredar di media sosial.

 Gambar tangkapan layar sebuah artikel dari situs Seword tentang pemilik mobil yang digunakan Prabowo Subianto di Cianjur.

Media online pro-Jokowi, Seword, menurunkan artikel pada 13 Maret 2019 berjudul “Benarkah Mobil Yang Dipakai Prabowo Adalah ‘Milik’ Pemimpin Teroris ISIS Indonesia?”. Artikel itu menguak bahwa Toyota Alphard bernomor B 2 64RIS itu adalah milik H. Chep Hernawan. Seword menulis bahwa Chep adalah Ketua Umum DPP GARIS di Cianjur sekaligus Presiden teroris ISIS di Indonesia. 

 

Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mengaku tidak tahu menahu siapa pemilik Toyota Alphard itu.

"Itu kendaraan siapa, yang tahu tentunya yang di daerah. Saya enggak tahu itu pinjam atau sewa," kata Direktur Hukum dan Advokasi BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Sufmi Dasco Ahmad, melalui pesan suara kepada Tempo, Rabu, 13 Maret 2019.

 

PEMERIKSAAN FAKTA

Chep Hermawan mengakui bahwa Toyota Alphard B 2 64RIS itu miliknya. 

“Ya, saya kebagian menyediakan kendaraan yang membawa Pak Prabowo dari (pendaratan) helikopter menuju (Gedung) Assakinah untuk berpidato politik," kata pengusaha yang dikenal dengan nama Chep Dapet ini kepada Tempo di Cianjur, Selasa, 12 Maret 2019. 

Chep mengaku mendukung perjuangan yang dilakukan Prabowo demi merebut posisi presiden. Salah satu bentuk dukungan yang dilakukannya adalah dengan meminjamkan mobil untuk digunakan Prabowo.

Dia juga mendukung silaturahmi yang dilakukan Prabowo kepada warga Cianjur. Kedatangan Prabowo, kata dia, disambut antusias para pendukungnya. Dia meyakini Prabowo mendapat dukungan karena presiden saat ini (Jokowi) banyak gagal dalam merealisasikan janji-janjinya. 

Kepada Tirto, Chep mengaku sempat didatangi panitia acara Prabowo dua hari sebelum kedatangan sang calon presiden ke Cianjur atau tepatnya pada Minggu, 10 Maret 2019. Kedatangan panitia itu untuk menyewa mobil miliknya. 

“Saya dikunjungi panitia. Karena saya memiliki mobil Alphard yang atasnya bisa terbuka. Mereka mau sewa,” kata Chep, Kamis pagi.

Awalnya, Chep mengaku memasang tarif Rp5 juta buat mobil itu, tapi tarif sewa kemudian diturunkan jadi Rp1,5 juta. “Karena saya dan GARIS mendukung Prabowo,” ucap dia.

 

Apakah Chep Hermawan adalah pemimpin ISIS di Indonesia?

Chep Hernawan alias Chep Dapet, selama ini dikenal sebagai pengusaha sekaligus Ketua Umum Ormas Garis Cianjur. Ayahnya, Ahmad Syafe'i alias Haji Dapet, dikenal sebagai raja rongsokan dengan aset paling besar di Cianjur.

Gerakan-gerakan Chep dikenal cukup kontroversial. Ia pernah menghebohkan saat menawarkan lahan seluas 1 hektare di Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sebagai lokasi pemakaman terpidana mati kasus bom Bali, yakni Amrozi cs.

"Tanah itu milik keluarga saya," ujar Chep pada 2008.

Dalam wawancara dengan Tempo pada Maret 2015, Chep mengaku memberangkatkan 156 warga Indonesia ke Suriah untuk berperang di bawah bendera ISIS.

“Ya, sekitar Rp 1 miliarlah,” katanya saat ditanya tentang total duit yang dikeluarkannya untuk memberangkatkan para WNI di rumahnya di Jalan Aria Wiratanu Datar, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Saat ramai pemberitaan pembentukan ISIS, Chep tiba-tiba mengaku sebagai pemimpin ISIS regional Indonesia. Tak lama kemudian, ia mengundurkan diri dari jabatan itu atas perintah Ketua Majelis Mujahidin Indonesia Abubakar Ba'asyir. 

 

KESIMPULAN

Dari fakta-fakta tersebut memang benar bahwa Toyota Alphard yang dipakai Prabowo adalah disewa dari Chep Hermawan. Ia pernah menjadi donatur dan mengakui sebagai pemimpin ISIS regional Indonesia, tapi ia telah mengundurkan diri dari jabatannya itu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa isi artikel itu sebagian benar.

 

 

 

  •