Keliru Klaim Video SBY Dalangi Aksi Mahasiswa Menolak Kebijakan PPKM

Senin, 9 Agustus 2021 09:49 WIB
 


 
Keliru Klaim Video SBY Dalangi Aksi Mahasiswa Menolak Kebijakan PPKM

Sebuah video berdurasi 10.05 menit memperlihatkan aksi mahasiswa diklaim sebagai aksi penolakan kebijakan PPKM yang didalangi mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono beredar di facebook. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi otak dibalik aksi mahasiswa yang menolak kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). SBY dianggap ikut mendanai aksi itu hingga Rp 190 triliun. 


Di Facebook video tersebut dibagikan akun ini pada 27 Juli 2021 dengan menambahkan narasi “Berita Terkini ~ Ini Akan Terjadi,SBY Dalam Masalah B3sar,G4ra² D3m0 G4gal Dana 190 Triliun M3layang”.


Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 160 ribu kali tayangan online dan mendapat lebih dari 1600 komentar serta 5 ribu reaksi.

Tangkapan layar klaim keliru Video SBY mendalangi aksi mahasiswa menolak kebijakan PPKM
 
PEMERIKSAAN FAKTA


Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya penelusuran dilakukan dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex. Hasilnya, video di atas merupakan kumpulan sejumlah cuplikan video yang berbeda. 
Hasil penelusuran, beberapa bagian video aksi mahasiswa ini identik dengan video aksi mahasiswa pada Senin, 28 Oktober 2019. Saat itu aksi mahasiswa tersebut menuntut Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) sebagai langkah hukum membatalkan perubahan Undang Undang KPK yang sudah disahkan DPR.

Aksi mahasiswa ini dilaporkan BBC Indonesia pada 29 Oktober 2019. Ada pula beberapa bagian video yang identik dengan aksi dalam rangka memperingati hari buruh pada 1 Mei 2019 yang dilakukan konfederasi serikat buruh seluruh indonesia.


Dikutip dari liputan6.com, aksi penolakan PPKM yang dilakukan mahasiswa sepenuhnya adalah hoaks yang tidak sepenuhnya benar.  Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan masyarakat diminta untuk tidak mempercayai terkait aksi penolakan PPKM. Saat ini Polda Metro Jaya tengah memburu otak di balik penyebaran informasi di media sosial tentang seruan aksi nasional bertajuk 'Jokowi End Game'. Aksi demo yang dijadwalkan pada 24 Juli 2021 itu salah satunya untuk menolak kebijakan (PPKM).  


Dilansir dari Suara.com, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan pihaknya tidak pernah memberikan izin untuk aksi apapun selama pandemi. Polisi akan menindak tegas pihak-pihak yang tetap melaksanakan aksi unjuk rasa. Khususnya jika aksi tersebut telah dianggap mengganggu ketertiban umum. 


Menkopolhukam, Mahfud MD dalam satu siaran televisi nasional mengatakan aksi penolakan kebijakan PPKM merupakan aksi iseng yang dilakukan kelompok yang tidak murni. Kelompok ini tidak memiliki pengikut dan cenderung tidak ada yang menggerakan.  Pemerintah memilih tak akan mengambil langkah hukum untuk aksi ini. 


Laporan Republika menyebutkan, salah satu akun yang menyebarluaskan informasi aksi serentak berhari-hari menolak kebijakan PPKM adalah @blokpolitikpelajar. Dalam unggahan akun tersebut, aksi diklaim berlangsung di wilayah Jakarta, Tangerang, Semarang, Bogor, Brebes, Sukoharjo, Bekasi, Kediri, Indramayu, Medan, Kudus, Padang, Surabaya, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak dan Solo.


SBY sendiri membantah tuduhan tersebut dan memilih diam. Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan diam dan tidak akan merespon tuduhan tersebut. SBY lebih memilih melakukan hal positif di tengah pandemi. 

 
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra juga ikut membantah keterlibatannya SBY dalam aksi mahasiswa menolak kebijakan PPKM. Pihaknya tidak akan mengambil pusing atas tuduhan tersebut. Demokrat memilih tak ambil pusing dengan fitnah yang dilancarkan para pendengung pendukung pemerintah. 

KESIMPULAN


Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim aksi mahasiswa menolak kebijakan PPKM didalangi mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, keliru. Menkopolhukam, Mahfud MD dalam satu siaran televisi nasional mengatakan, aksi penolakan kebijakan PPKM merupakan aksi iseng yang dilakukan kelompok yang tidak murni. Aksi ini tidak ada tokoh yang menggerakan dan mendanai. Polisi bahkan tidak pernah memberikan izin untuk aksi apapun selama pandemi. 

TIM CEKFAKTA TEMPO


 


  •  

    Selengkapnya