Sesat, Klaim WHO Larang Wanita Usia Subur Konsumsi Alkohol

Jumat, 2 Juli 2021 12:08 WIB
 


 
Sesat, Klaim WHO Larang Wanita Usia Subur Konsumsi Alkohol

Sejumlah pemberitaan media asing menyebut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melarang wanita berusia subur atau produktif mengkonsumsi alkohol. Informasi ini diklaim tertuang dalam Draf Rencana Global Aksi Alkohol yang diterbitkan oleh WHO. Dalam draf ini, disebutkan bahwa kampanye anti-minum alkohol harus menargetkan wanita secara khusus, terlepas dari apakah mereka berniat untuk hamil atau tidak, karena adanya risiko mengganggu pertumbuhan janin.

All women of childbearing age should avoid drinking alcohol, the World Health Organisation has apparently recommended. A draft Global Alcohol Action Plan published on the organisation’s website said anti-drinking campaigns should target women in particular, regardless of whether or not they intend to get pregnant,” demikian yang tertulis dalam artikel yang diterbitkan oleh salah satu media Inggris pada 17 Juni 2021.

Rekomendasi WHO tersebut, menurut artikel itu, menyatakan bahwa akan ada jutaan wanita di seluruh dunia yang diperintahkan untuk tidak minum alkohol selama beberapa dekade dalam hidup mereka. “The move could mean that millions of women around the world are told to abstain from alcohol for several decades of their lives.” Hingga artikel ini dimuat, artikel tersebut telah dibagikan lebih dari 3,7 ribu kali.

Gambar tangkapan layar artikel sebuah media asing yang berisi klaim menyesatkan tentang WHO dan konsumsi minuman beralkohol.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo, memeriksa dokumen WHO yang dimaksud, yang berjudul "Global alcohol action plan 2022-2030 to strengthen implementation of the Global Strategy to Reduce the Harmful Use of Alcohol". Dokumen ini diterbitkan pada 15 Juni 2021 di laman resminya.

Dalam dokumen setebal 34 halaman itu, Tempo menemukan frasa "wanita usia subur" atau "women of childbearing age" hanya di halaman 21. Pada halaman ini, tertulis sebagai berikut:

"Meningkatkan kesadaran di antara para pembuat kebijakan dan masyarakat umum tentang risiko dan bahaya mengkonsumsi alkohol cukup penting. Perhatian yang tepat harus diberikan untuk mencegah inisiasi minum di kalangan anak-anak dan remaja, mencegah wanita hamil dan wanita usia subur mengkonsumsi, dan melindungi orang dari tekanan untuk minum, terutama di masyarakat dengan tingkat konsumsi alkohol yang tinggi, dimana peminum berat didorong untuk minum lebih banyak lagi.

Hari atau pekan kesadaran internasional tentang bahaya penggunaan alkohol atau “Hari/pekan tanpa alkohol sedunia” dapat membantu memfokuskan dan memperkuat perhatian publik pada masalah tersebut. Advokasi kesehatan masyarakat lebih mungkin berhasil jika didukung dengan baik oleh bukti dan berdasarkan peluang yang muncul, dan jika argumennya bebas dari moral.

Wacana internasional tentang pengembangan dan implementasi kebijakan alkohol harus membahas ketidaksetaraan kesehatan, terkait bahaya dan dan dampak sosial ekonominya yang luas. Termasuk dampaknya terhadap pencapaian kesehatan dan target lain dari Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030. Dampak penggunaan alkohol yang berbahaya pada kesehatan dan kesejahteraan tidak boleh terbatas pada dampak pada PTM, tapi harus diperluas untuk mencakup bidang kesehatan lainnya."

Dari penjelasan di atas, tidak ada pernyataan bahwa kampanye anti-alkohol tersebut menargetkan wanita secara khusus, terlepas dari apakah mereka berniat untuk hamil atau tidak, karena adanya risiko mengganggu pertumbuhan janin. Dalam dokumen itu pun tertulis bahwa pencegahan juga menyasar anak-anak dan remaja, dan perlindungan terhadap siapa pun dari tekanan untuk mengkonsumsi alkohol. Penjelasan WHO ini pun hanya terbatas pada aspek pencegahan dan peningkatan kesadaran tentang bahaya alkohol.

Kepada Newsweek, WHO juga telah menyatakan bahwa rekomendasi mereka bukan melarang semua wanita usia subur mengkonsumsi alkohol. "Rekomendasi dalam draf rencana aksi global WHO tidak berisi pantangan bagi semua wanita yang berada di usia di mana mereka bisa hamil. Itu berusaha untuk meningkatkan kesadaran akan konsekuensi serius yang dapat terjadi akibat minum alkohol saat hamil, bahkan saat kehamilannya belum diketahui." WHO pun mengatakan akan melakukan beberapa konsultasi sebelum memfinalisasi rancangan tersebut dan merilisnya.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa WHO melarang wanita usia subur mengkonsumsi minuman beralkohol, menyesatkan. Informasi ini diklaim tertuang dalam Draf Rencana Global Aksi Alkohol yang diterbitkan oleh WHO. Namun, dalam dokumen itu, hanya dijelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pembuat kebijakan dan masyarakat untuk mencegah dan meningkatkan kesadaran tentang bahaya mengkonsumsi alkohol. Aksi pencegahan di dalamnya termasuk pada kalangan anak-anak dan remaja, wanita hamil, perempuan di usia subur, dan masyarakat umum.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya