Keliru, Klaim Ini Video Penampakan Bulan Raksasa di Arktik antara Rusia dan Kanada

Senin, 31 Mei 2021 12:46 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Video Penampakan Bulan Raksasa di Arktik antara Rusia dan Kanada

Video yang memperlihatkan penampakan bulan dengan jarak yang begitu dekat dengan bumi selama 30 detik beredar di media sosial. Menurut klaim yang menyertai video itu, penampakan bulan tersebut terlihat di Arktik, antara Rusia dan Kanada. Video ini menyebar di tengah terjadinya fenomena alam gerhana bulan total atau super blood moon pada 26 Mei 2021 lalu.

Di Twitter, video beserta klaim itu dibagikan salah satunya oleh akun ini pada 26 Mei. Akun tersebut menulis narasi sebagai berikut: "This is at Artic.. Between Russia n canada.. Moon appears this big and disappears in about 30 seconds.. What a sight.." (Ini di Arktik.. Antara Rusia dan Kanada.. Bulan muncul sebesar ini dan menghilang dalam waktu sekitar 30 detik.. Pemandangan yang luar biasa..)

Gambar tangkapan layar unggahan di Twitter yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya. Video ini bukan video penampakan bulan raksasa di Arktik.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Lalu, gambar-gambar ini ditelusuri jejak digitalnya dengan reverse image tool Google. Hasilnya, ditemukan bahwa video itu adalah hasil suntingan. Video ini merupakan karya seorang seniman animasi computer-generated imagery (CGI) dan visualisasi 3D.

Seniman yang bernama Aleksey Patrev itu mengunggah video tersebut di akun TikTok miliknya, @aleksey__nz, pada 17 Mei 2021, lebih dari sepekan sebelum terjadinya super blood moon pada 26 Mei 2021 lalu. Video ini hanya diberi keterangan: "#moon #foryoupage #cosmos #2021 #Odessa #space". Selain video itu, di akun TikTok Aleksey, terdapat pula video-video lain yang juga merupakan hasil suntingan seniman asal Odessa, Ukraina ini.

Video-video tersebut juga diunggah ke akun Instagram Aleksey, @aleksey__n. Dalam profilnya, Aleksey menyebut dirinya sebagai "CG artist" yang fokus dalam produksi animasi CGI dan visualisasi 3D.

Sejumlah organisasi cek fakta juga telah memverifikasi klaim tersebut, dan menyatakannya keliru. Dilansir dari organisasi cek fakta India, Factly, video itu adalah video grafik komputer yang dibuat oleh pemilik akun TikTok @aleksey__nz. Akun itu juga memuat banyak video serupa sebelumnya.

"Video menunjukkan padang rumput yang tidak terdapat di kutub, karena kutub tertutup es. Selain itu, tidak terlihat pantulan bulan di danau yang terlihat dalam video tersebut. Semua ini membuktikan bahwa video ini memang ciptaan grafik komputer. Karena itu, klaim tersebut salah," demikian penjelasan Factly.

Menurut Factly, jarak rata-rata antara bulan dan bumi adalah 382.900 kilometer. Orbit bulan yang mengelilingi bumi berbentuk elips, dan saat perigee, kondisi di mana bulan berada pada titik terdekat dengan bumi, jarak keduanya 363.104 kilometer. Supermoon terjadi ketika bulan mengalami purnama bertepatan dengan posisinya ketika berada di titik terdekatnya dengan bumi. Namun, dalam posisi ini dan saat matahari terbit, bulan tidak tampak secerah yang terlihat dalam video tersebut.

Selain itu, bulan berputar dengan kecepatan yang sama dengan gerakan orbitnya, kasus khusus penguncian pasang-surut yang disebut rotasi sinkron. "Karena itu, kita hanya bisa melihat satu sisi bulan sepanjang waktu. Namun, dalam video tersebut, kita dapat dengan jelas melihat sisi jauh bulan saat sedang gerhana. Semua detail ini menetapkan bahwa video itu tidak lain adalah grafik komputer," demikian penjelasan Factly.

Organisasi cek fakta India lainnya, Alt News, memuat penjelasan serupa. Menurut Alt News, salah satu petunjuk bahwa video itu tidak nyata adalah bulan yang terlihat dalam video itu mengorbit dengan kecepatan tinggi, ketika seharusnya terlihat diam dari bumi. "Bulan mengorbit bumi setiap 27.322 hari sekali. Diperlukan waktu sekitar 27 hari bagi bulan untuk berputar sekali pada porosnya. Akibatnya, bulan tampak tidak berputar dan diam hampir sempurna. Ilmuwan menyebutnya rotasi sinkron."

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video penampakan bulan raksasa di Arktik antara Rusia dan Kanada, keliru. Video itu merupakan ciptaan grafik komputer karya seorang seniman animasi CGI dan visualisasi 3D. Video tersebut diunggah ke media sosial sebelum terjadinya fenomena gerhana bulan total pada 26 Mei 2021 lalu. Video ini juga menunjukkan padang rumput, yang tidak terdapat di kutub. Selain itu, tidak terlihat pantulan bulan di danau. Bulan yang terlihat dalam video tersebut pun mengorbit dengan kecepatan tinggi, yang seharusnya terlihat diam dari bumi.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya