Keliru, Klaim Covid-19 Hanya Tipuan Yahudi untuk Atur Ibadah Umat Islam

Kamis, 20 Mei 2021 18:34 WIB
 


 
Keliru, Klaim Covid-19 Hanya Tipuan Yahudi untuk Atur Ibadah Umat Islam

Video berdurasi sekitar 2,5 menit mengenai Covid-19 viral di WhatsApp dalam sepekan terakhir. Di bagian awal, terdapat cuplikan yang menunjukkan belasan orang berpakaian hazmat sedang menari bersama. Di sekeliling mereka, terdapat puluhan pria yang mengenakan jas serta topi hitam yang identik dengan pakaian yang biasa dikenakan oleh kaum Yahudi.

Video ini memuat narasi bahwa Covid-19 hanya tipuan dari orang-orang yang berada di dalam video itu untuk mengatur ibadah umat Islam. “Tujuannya berhasil. Mereka bergembira, agenda terlaksana, membuat ummat kalang kabut. Mereka telah berjaya mengatur ibadah umat Islam dan lainnya melalui issue Corona," demikian teks pembuka yang tercantum di video ini.

 Gambar tangkapan layar video yang beredar di WhatsApp yang berisi klaim keliru terkait Covid-19.

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, video tersebut berisi kompilasi dari video-video dengan konteks yang berbeda-beda. Tidak satu pun dari video-video itu yang menunjukkan bahwa Covid-19 hanya tipuan Yahudi. Berikut penjelasan atas video-video tersebut:

Video 1

Video ini tayang pertama kali di kanal YouTube Szymon S pada 13 Oktober 2020. Video itu diberi judul "Covid party in Jewish style - Coffin Dance form Israel". Akun ini menuliskan keterangan “We Jews have our own ways of having fun!”.

Video tersebut memperlihatkan sejumlah tenaga kesehatan yang melakukan tarian Coffin (Coffin Dance) setelah mereka selesai beraktivitas. Coffin Dance, atau dikenal pula dengan sebutan tarian pembawa keranda atau joget peti, adalah tarian yang dilakukan di Ghana oleh para pembawa keranda sebagai sebuah upacara kematian yang bernuansa sukacita. Tarian ini menjadi populer di tengah pandemi Covid-19, dan banyak memiliki beragam versi, seperti versi remix yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Israel.

Video 2

Foto ini menunjukkan bagian dari aksi simbolik untuk memprotes pembukaan ekonomi tanpa bantuan di Torch of Friendship Park, Florida, Amerika Serikat, pada 27 Mei 2020. Aksi dilakukan dengan menunjukkan proses pemakaman oleh anggota komunitas dan aktivis sosial di seluruh Florida, termasuk kota-kota seperti Miami, Jacksonville, Orlando, dan Tampa, untuk menghormati nyawa yang hilang karena Covid-19 dan untuk meminta pertanggungjawaban Gubernur Florida Ron DeSantis dan Presiden AS ketika itu, Donald Trump, atas kecerobohan dan kelambanan mereka. Foto ini diambil oleh fotografer EPA-EFE, Cristobal Herrera.

Video 3

Dilansir dari AFP, foto ini identik dengan foto yang diterbitkan oleh surat kabar Belanda, NRC, dalam artikelnya pada 4 Maret 2021. Artikel tersebut bercerita tentang kehidupan sehari-hari paramedis Amsterdam selama pandemi Covid-19. Jurnalis yang meliput hal tersebut juga menjelaskan bahwa, selama memproduksi laporan ini, seorang pria mendekati mereka dan meneriakkan "berita palsu".

Video 4

Video ini pernah beredar pada April 2021, dan telah diverifikasi oleh Tempo. Video tersebut bukan video tumpukan jenazah pasien Covid-19 palsu yang telah dipersiapkan. Kantong-kantong plastik hitam berisi manusia yang terlihat dalam video tersebut dipakai dalam syuting video klip lagu rapper asal Rusia, Dmitry Nikolayevich Kuznetsov alias Husky.

Video 5

Video ini menunjukkan bagian dari proses pembuatan video promosi rumah sakit di Shamir Assaf Harofeh, Be'er Ya'akov, Israel. Dikutip dari Francetvinfo.fr, juru bicara rumah sakit, Liad Aviel, mengatakan bahwa video tersebut direkam di lokasi mereka pada 3 dan 4 Maret 2021, beberapa minggu setelah layanan darurat baru di sana diresmikan.

"Apa yang Anda lihat di video adalah instalasi darurat baru kami di tempat parkir kami. Kami ingin menunjukkan dengan gambar bagaimana kami dapat mengubah tempat parkir menjadi struktur medis darurat. Sangat disayangkan bahwa seseorang mencoba membuat video ini menjadi alat anti-vaksin," ujar Aviel. "Kami tidak ada hubungannya dengan itu, dan kami menentang teori konspirasi ini." Video promosi tersebut juga diunggah di kanal YouTube rumah sakit ini.

Video 6

Video ini pernah beredar pada awal Mei 2021, dan telah diverifikasi oleh Tempo. Peristiwa dalam video itu merupakan aksi protes oleh mahasiswa kedokteran UCV di depan Hospital Universitario de Caracas (HUC), Venezuela. Mereka berunjuk rasa dengan membawa properti kantong jenazah berisi kertas. Para mahasiswa itu memprotes banyaknya tenaga kesehatan yang meninggal karena Covid-19 dan terbatasnya vaksin Covid-19 bagi mereka. Aksi mereka kemudian didatangi sekelompok orang yang merusak properti yang digunakan dalam demonstrasi.

Video 7

Dilansir dari Agencia Lupa dan Stop Fake, video ini memperlihatkan bagian dari produksi laporan khusus oleh TV Vitoria di Brasil tentang rutinitas kerja para penggali kubur. Tim ini tidak pernah mensimulasikan penguburan orang yang meninggal karena penyakit. Pada 30 Maret 2021, tim itu pergi ke pemakaman kota Barra do Jucu di Vila Velha untuk melakukan wawancara dengan pengelola. Idenya adalah memperlihatkan hal-hal yang diperlukan selama proses pemakaman.

Kru televisi merekam aktivitas penggali kubur bernama Jakimara Lira, mulai dari mencuci tangan, mengenakan pakaian hazmat, dan sebagainya. Belakangan, kru film melaporkan bahwa mereka meminta karakter tersebut menunjukkan cara menggali kuburan. Ada beberapa kuburan kosong. Momen ini ditangkap dengan kamera ponsel dan disiarkan secara online. Video amatir itu populer sebelum TV Vitoria merilis laporan resmi mereka.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Covid-19 hanya tipuan dari Yahudi untuk mengatur ibadah umat Islam, keliru. Video yang digunakan untuk menyebarkan klaim tersebut berisi kompilasi dari video-video dengan konteks yang berbeda-beda. Tidak satu pun dari video-video itu yang menunjukkan bahwa Covid-19 hanya tipuan Yahudi.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya