Keliru, Klaim Ini Video saat Putin Bertemu Erdogan untuk Bahas Isu Palestina

Selasa, 18 Mei 2021 17:25 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Video saat Putin Bertemu Erdogan untuk Bahas Isu Palestina

Video berdurasi 1 menit 41 detik yang menunjukkan momen ketika Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beredar di Twitter. Video ini diklaim sebagai video pertemuan Putin dan Erdogan untuk membahas isu Palestina. Dalam beberapa pekan terakhir, konflik antara Palestina dan Israel memang memanas.

Di bagian awal video, terlihat pesawat kepresidenan Rusia yang sedang mendarat di bandara. Lalu, terlihat cuplikan iring-iringan rombongan Putin. Ketika rombongan itu tiba di sebuah lokasi, Erdogan menyambut Putin. Akun ini membagikan video tersebut pada 13 Mei 2021. Akun itu menulis, "Presiden Putin tiba di Turki untuk membahas Palestina bersama Erdogan."

Gambar tangkapan layar cuitan di Twitter yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya. Video ini tidak terkait dengan konflik antara Palestina dan Israel yang memanas baru-baru ini.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video di atas menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Lalu, gambar-gambar itu ditelusuri jejak digitalnya dengan reverse image tool Yandex dan TinEye. Hasilnya, ditemukan bahwa video itu adalah video lama yang diambil pada 2018, dan tidak terkait dengan konflik antara Palestina dan Israel yang memanas baru-baru ini.

Video itu merupakan video yang dipublikasikan oleh Radio Free Europe pada 3 April 2018, yang bersumber dari Reuters. RFE mengunggah video ini di kanal YouTube-nya dengan judul "Erdogan Welcomes Putin On Ankara Visit". Dalam keterangannya, tertulis bahwa video itu diambil di halaman Istana Kepresidenan Turki, ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin yang menggelar kunjungan resmi ke ibukota Turki, Ankara.

Video yang identik juga pernah diunggah oleh sebuah akun di media sosial Rusia, Odnoklassniki, pada 4 April 2018. Video itu diberi judul dalam bahasa Rusia yang jika diterjemahkan berarti "Putin di Turki". Dalam keterangannya pun tertulis, "Vladimir Putin tiba dalam kunjungan dua hari ke ibukota Turki, Ankara."

Foto-foto saat Putin dan Erdogan menggelar konferensi pers setelah pertemuan itu pun pernah dimuat oleh kantor berita Turki, Anadolu Agency, dalam artikelnya pada 3 April 2018. Artikel ini berjudul "Erdogan-Putin mengadakan konferensi pers di Ankara". Konferensi pers bersama ini dilaksanakan usai keduanya menggelar pertemuan bilateral di Kompleks Kepresidenan.

Berdasarkan arsip berita Tempo pada 4 April 2018, menandai kunjungannya ke Turki, Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meresmikan pembangkit listrik tenaga nuklir yang diberi nama Akkuyu pada 3 April 2018. Keduanya meresmikan proyek senilai US$ 20 miliar yang dibangun di Mersin, dekat Laut Tengah, itu melalui video dari Ankara.

Selain meresmikan pembangkit listrik, dalam kunjungan balasannya ke Turki itu, Putin juga membicarakan kemungkinan kerja sama di bidang pertahanan. Erdogan mengatakan Turki mungkin bekerja sama dengan Rusia dalam proyek-proyek pertahanan selain sistem pertahanan rudal S-400 yang telah disepakati Moskow untuk dipasok ke Ankara.

Setelah pertemuan bilateral itu, pada 4 April 2018, Erdogan dan Putin bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani dalam KTT tiga arah terkait Suriah. Dilansir dari BBC, dalam konferensi pers usai KTT tersebut, Erdogan, Putin, dan Rouhani menekankan dukungan mereka terhadap jalan keluar politik, bukan militer, dalam menyelesaikan masalah di Suriah meskipun pasukan mereka tetap beroperasi di sana.

Dalam konferensi pers itu, ketiganya ingin mempercepat usaha untuk memastikan perdamaian di Suriah. Erdogan mengatakan kedaulatan Suriah ditentukan oleh kebijakan yang menjaga jarak dari semua organisasi teroris. Pernyataan ini dipandang sebagai sebuah kecaman tidak langsung terhadap Amerika Serikat yang mendukung pejuang Kurdi yang dipandang pemerintah di Ankara sebagai teroris.

Seperti dilansir dari kantor berita Reuters, usai KTT itu, Rouhani mengatakan perkembangan di Suriah, dengan keberhasilan militer Suriah dan sekutunya memukul mundur pemberontak dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan bahwa AS telah gagal menjatuhkan pemerintahan Suriah di bawah Presiden Bashar al-Assad. Iran dan Rusia mendukung Assad, sementara Turki sebenarnya mendukung kelompok pemberontak yang menentang Assad.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video saat Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membahas isu Palestina, keliru. Video itu adalah video lama, yang diambil pada April 2018, ketika Putin menggelar kunjungan resmi ke ibukota Ankara, Turki, dan disambut oleh Erdogan.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya