Keliru, Klaim Ini Video Israel Tembaki Masjid Palestina

Jumat, 5 Maret 2021 19:13 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Video Israel Tembaki Masjid Palestina

Video pendek yang diklaim sebagai video ketika Israel menembak menara masjid Palestina beredar di YouTube pada 3 Maret 2021. Dalam video itu, terlihat sebuah menara masjid yang diberondong oleh tembakan berulang kali. Selain suara senapan, terdengar pula suara azan dalam video tersebut.

Kanal ini mengunggah video berdurasi 2 menit itu dengan judul "Tentara Israel Tembak Menara Mesjid Palestina". Dalam keterangannya, kanal tersebut menulis, "Tentera Israil(LAKNATULLOH ALAHI) menembaki menara masjid Pelastina ketika azan di kumandang kan namun tetap berdiri tidak tumbang dan terbakar."

Gambar tangkapan layar unggahan di YouTube yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya.

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan verifikasi Tim Cek Fakta Tempo, video yang diunggah oleh kanal tersebut adalah video lama. Peristiwa dalam video itu terjadi pada 2008. Peristiwa tersebut pun bukan peristiwa penembakan menara masjid Palestina yang dilakukan oleh tentara Israel.

Untuk memeriksa klaim itu, Tempo memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Lalu, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa gambar tangkapan layar video yang sama pernah dipublikasikan oleh situs yang berbasis di Turki, Timeturk, pada 24 Maret 2008.

Situs tersebut memberikan keterangan bahwa peristiwa dalam gambar itu terjadi saat tentara Amerika Serikat menembaki menara sebuah masjid di Irak. Tembakan dengan senapan mesin berat selama beberapa menit ini dilaporkan menghancurkan beberapa menara.

Ketika itu, video dari peristiwa tersebut juga beredar di YouTube. Salah satu kanal, Michael Moore, mengunggah video kejadian itu pada 16 Maret 2008 dengan judul "Marinir AS Menembak Masjid Tanpa Alasan". Kanal ini pun memberikan keterangan sebagai berikut:

“Kesaksian Cpl. (Kopral) Jon M. Turner (3/8 Kilo Company, Peleton 1, Korps Marinir AS) pada tanggal 15 Maret 2008, termasuk dua video penembakan pasukan Turner di masjid-masjid tanpa alasan, suatu pelanggaran terhadap hukum internasional.”

Penyerangan itu terjadi di tengah invasi AS ke Irak sejak 20 Maret 2003 yang melibatkan sekitar 200 ribu tentara. Meskipun menerima kecaman global dan tidak mendapatkan otorisasi dari PBB, AS, yang didukung oleh pasukan dari Inggris, Australia, dan Polandia, meluncurkan Operasi Kebebasan Irak karena menganggap Saddam Hussein, yang oleh AS disebut diktator, menyembunyikan senjata pemusnah massal.

Pada 1 Mei 2003, Presiden AS George W. Bush menyatakan "misi sudah tercapai" saat berpidato di kapal induk USS Abraham Lincoln. Pasukan AS berhasil menangkap Saddam tanpa insiden berarti pada 13 Desember, dalam persembunyiannya di sebuah lubang 2,5 meter di daerah pertanian Tikrit, Baghdad. Ia dihukum gantung pada 2006. Tapi senjata pemusnah massal yang menjadi dasar untuk melancarkan serangan tak pernah ditemukan.

Bush awalnya memenangkan dukungan publik dan politik yang luas untuk melakukan serangan terhadap Baghdad. Tapi pendapat itu berubah setelah perang berlarut-larut. Meskipun Bush menyebut misi telah tercapai pada 2003, perang belum sepenuhnya berakhir.

Secara resmi, invasi Irak dinyatakan berakhir usai pasukan terakhir AS pergi dari negara itu pada 15 Desember 2011. Mereka terlibat dalam perang selama sepuluh tahun, delapan bulan, tiga minggu, dan empat hari di negara yang berada di belahan bumi lain, yang berjarak ribuan kilometer dari rumahnya.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video ketika tentara Israel menembak menara masjid Palestina, keliru. Video itu adalah video lama, yang menunjukkan penembakan masjid di Irak oleh tentara AS pada 2008.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya