Keliru, Klaim Ini Foto Bayi yang Selamat dari Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Senin, 11 Januari 2021 14:43 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Foto Bayi yang Selamat dari Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Dua foto yang memperlihatkan seorang bayi yang terbungkus dalam life jacket atau jaket penyelamat dan digendong oleh seorang tentara viral di media sosial dan grup-grup percakapan WhatsApp. Foto itu diklaim sebagai foto bayi yang selamat dari kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Menurut klaim tersebut, bayi itu selamat setelah terombang-ambing selama 24 jam di laut.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pesawat jenis Boeing 737-500 ini membawa 62 orang, yang terdiri atas 12 kru kabin pesawat (6 kru aktif) dan 50 penumpang (43 orang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 balita).

Di Facebook, salah satu akun yang membagikan foto beserta klaim itu adalah akun Eni Yusanti, tepatnya pada 10 Januari 2021. "BASARNAS, SAR,dan Team gabungan Angkatan Laut Berhasil mengevakuasi bayi salah satu korban dari Sriwijaya Air sj 182.Atas kuasa Allah swt masih selamat.dan Terombang ambing selama 24 jam di lautan," demikian narasi yang menyertai foto tersebut.

Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang memuat klaim keliru terkait foto-foto bayi yang diunggahnya.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto di atas dengan reverse image tool Source dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa bayi dalam foto tersebut bukanlah korban yang selamat dari kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, melainkan dari tenggelamnya kapal feri Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, pada 3 Juli 2018.

Berdasarkan arsip berita Tempo, foto ini sempat beredar pada Oktober 2018, ketika terjadi kecelakaan pesawat Lion Air JT610. Klaim yang menyertai foto tersebut ketika itu menyebut bayi ini merupakan korban yang selamat dari kecelakaan pesawat Lion Air JT610.

Saat itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan klaim yang menyertai foto tersebut palsu. Bayi ini adalah penumpang yang selamat dari kejadian tenggelamnya kapal Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, pada 3 Juli 2018. "Jangan ikut menyebarkan hoax," tulis Sutopo di Twitter pada 30 Oktober 2018.

Berita tentang bayi yang berhasil selamat dari kecelakaan kapal Lestari Maju tersebut juga pernah dimuat oleh kanal YouTube CNN Indonesia pada 5 Juli 2018 dengan judul “Kisah Bayi 11 Bulan yang Selamat dari Kecelakaan Kapal Tenggelam KM Lestari Maju”.

Menurut keterangan video tersebut, bayi yang selamat dari kecelakaan kapal motor Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, adalah seorang bayi berusia sebelas bulan yang bernama Muhammad Asnawi Altamis. Bayi tersebut diselamatkan Tim SAR gabungan bersama ayah dan ibunya hingga ke bibir pantai Pabaddilang.

Berdasarkan arsip berita Tempo, kapal feri Lestari Maju tenggelam saat berlayar dari Kabupaten Bulukumba menuju Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada 3 Juli 2018 siang. Kapal Lestari Maju tenggelam akibat adanya kebocoran di sisi lambung kapal.

Diduga, kapal yang berlayar dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukamba, tersebut mengalami kerusakan mesin setelah 15 menit perjalanan menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar. Saat itu, nahkoda berupaya untuk menepikan kapal ke pulau terdekat. Namun, mesin yang rusak ditambah cuaca buruk membuat sebagian kapal tenggelam sebelum sampai di pulau terdekat.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas adalah foto bayi yang selamat dari kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, keliru. Bayi dalam foto tersebut merupakan korban yang selamat dari kecelakaan kapal feri Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, pada 3 Juli 2018. Bayi berusia sebelas bulan tersebut diselamatkan Tim SAR gabungan bersama ayah dan ibunya hingga ke bibir pantai Pabaddilang.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya