[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video saat Trump Mengamuk usai Kalah dari Biden di Pilpres AS?

Kamis, 12 November 2020 11:55 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video saat Trump Mengamuk usai Kalah dari Biden di Pilpres AS?

Video pendek yang diklaim sebagai video saat calon presiden petahana Amerika Serikat, Donald Trump, mengamuk usai kalah dari lawannya, Joe Biden, dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres AS beredar di Facebook dan YouTube. Berdurasi 18 detik, video itu memang memperlihatkan seorang pria yang mirip dengan Trump yang memecahkan barang-barang di sebuah ruangan dengan tongkat kayu.

Salah satu kanal YouTube yang mengunggah video itu adalah kanal Sawit Masa Depan TV, tepatnya pada 5 November 2020. Video yang telah ditonton lebih dari 4 ribu kali ini diberi judul "Trump ngamuk setelah kalah di Negara Bagian Arisona.." Sementara di Facebook, salah satu akun yang membagikan video itu adalah akun Eddy Mujoko, yakni pada 9 November 2020. Akun ini menulis, "Donal Trump Ngamuk kalah.. Pilpres...Gunakan senjata..."

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Eddy Mujoko.

Apa benar video tersebut adalah video saat Donald Trump mengamuk usai kalah dari Joe Biden dalam Pilpres AS?

PEMERIKSAAN FAKTA

Hasil verifikasi Tim CekFakta Tempo menunjukkan bahwa video tersebut adalah bagian dari tayangan serial televisi komedi satire AS, The President Show, episode "The Boss Smashes Everything" edisi 21 Juli 2017. Pria yang terlihat dalam video itu pun bukan Donald Trump, melainkan aktor dan komedian Anthony Atamanuik, yang memang berperan sebagai Trump.

Untuk memeriksa fakta terkait klaim di atas, Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Lalu, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Google. Hasilnya, didapatkan petunjuk dari sebuah artikel yang dimuat oleh situs media berbahasa Arab, Fatabyyano, pada 26 April 2020.

Artikel tersebut berisi penelusuran Fatabyyano terhadap video yang sama. Tapi, saat itu, klaim yang menyertai video tersebut tidak terkait dengan kekalahan Trump dalam Pilpres AS, melainkan terkait keruntuhan ekonomi AS karena pandemi Covid-19. Fatabyyano memberikan penjelasan bahwa video tersebut sebenarnya adalah video parodi satire dari episode The President Show berjudul "The Boss Smashes Everything" edisi Juli 2017.

Dengan petunjuk ini, Tempo pun menelusuri kanal YouTube The President Show dan mencari episode yang berjudul "The Boss Smashes Everything". Hasilnya, ditemukan bahwa episode tersebut memang ditayangkan pada 21 Juli 2017. Pada menit 2:45, terdapat adegan ketika pria yang mirip dengan Trump menghancurkan barang-barang di sekitarnya dengan tongkat bisbol, sama seperti yang terlihat dalam video yang kini beredar.

The President Show merupakan serial televisi komedi satire yang ditujukan untuk menyindir Presiden AS Donald Trump. Pria yang mirip Trump itu tak lain adalah aktor dan komedian Anthony Atamanuik. Sementara itu, Wakil Presiden Mike Pence dalam acara ini diperankan oleh Peter Grosz. Serial televisi ini tayang perdana pada 27 April 2017 di saluran televisi kabel Comedy Central.

Dalam serial ini, Atamanuik yang memerankan Trump diperkenalkan sebagai "Presiden AS ke-45 dan terakhir". Ia memulai setiap episode dalam setting "konferensi pers", di mana ia mengumumkan tema episode tersebut dan melontarkan slogan: "Saya presiden. Percayakah Anda? Ayo mulai!". Usai pembukaan, Trump dan Pence ditampilkan dalam setting Gedung Putih. Keduanya membawakan tema yang berkaitan dengan berita pekan tersebut.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video ketika Donald Trump mengamuk usai kalah dari Joe Biden dalam Pilpres AS, menyesatkan. Video tersebut adalah bagian dari salah satu episode serial televisi parodi satire AS, The President Show, yang berjudul "The Boss Smashes Everything" edisi 21 Juli 2017. The President Show merupakan tayangan komedi yang dikhususkan untuk menyindir Trump.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya