[Fakta atau Hoaks] Benarkah Pembakaran Mobil Mewah Ini Bagian dari Aksi Boikot Produk Prancis?

Rabu, 4 November 2020 15:14 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Pembakaran Mobil Mewah Ini Bagian dari Aksi Boikot Produk Prancis?

Video yang memperlihatkan momen ketika seorang pria membakar mobil mewah di sebuah lapangan beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa pria itu sengaja membakar mobil mewahnya karena merupakan produk Prancis. Video ini menyebar di tengah seruan boikot produk Prancis.

Di Facebook, video beserta klaim tersebut diunggah salah satunya oleh akun Lutfi Jaya, tepatnya pada 2 November 2020. Akun ini pun menulis narasi, “Membakar produk prancis salah satu bentuk kecintaan kepada rosulullah.” Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah mendapatkan lebih dari 4 ribu reaksi dan dibagikan lebih dari 4 ribu kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Lutfi Jaya.

Apa benar pembakaran mobil mewah dalam video tersebut terkait aksi boikot produk Prancis?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa mobil itu bermerk Mercedes-Benz, merk asal Jerman, dan alasan pria tersebut membakar mobilnya pun sama sekali tidak terkait dengan aksi boikot produk Prancis.

Video ini merupakan video milik kanal YouTube terverifikasi berbahasa Rusia, Litvin. Video itu diunggah oleh kanal tersebut pada 24 Oktober 2020 dengan judul "Burn Burn Clear!". Dalam keterangan videonya, pemilik kanal tersebut, Mikhail Litvin, menulis sebagai berikut:

“Sudah lama saya memikirkan tentang apa yang harus saya lakukan dengan Shark (nama yang diberikan oleh Litvin kepada mobilnya) setelah konflik dengan Mercedes... Saya pikir idenya adalah API! Itu saja... Berakhir... Mereka * Aku tidak senang...”

Video serupa juga pernah diunggah oleh Litvin di akun Instagram-nya, @litvin.offiicial, pada 24 Oktober 2020. Dalam unggahan ini, Litvin hanya menulis, "I said everything." Hingga kini, video tersebut ini telah disaksikan lebih dari 27 ribu kali.

Tempo kemudian menelusuri pemberitaan terkait pembakaran mobil Mercedes-Benz milik Mikhail Litvin tersebut. Dilansir dari situs otomotif Motor1.com, Litvin adalah vlogger asal Rusia yang berkonflik dengan dealer Mercedes di mana ia membeli Mercedes-AMG GT 63 S miliknya.

Menurut sejumlah laporan, mobil ini terus-menerus mogok sejak Litvin membelinya, dan dealer tidak melakukan apa pun terkait masalah tersebut. Dia disebut telah mengirim mobilnya ke dealer hingga lima kali. Namun, dalam semua kasus, dealer mencari alasan untuk tidak memperbaiki mobilnya atau hanya menyimpan mobilnya beberapa minggu tanpa memperbaikinya.

Akhirnya, Litvin memutuskan untuk mengirim pesan kepada Mercedes-Benz dengan membakar AMG GT 63 S miliknya di tengah lapangan berumput yang basah. Video pembakaran mobil milik Litvin ini berakhir ironis, di mana dia pergi dengan mobil pabrikan Ukraina lawas, ZAZ.

Dilansir dari situs milik stasiun televisi India, NDTV, Mercedes-AMG GT 63 S milik Litvin dilaporkan rusak beberapa kali setelah ia membelinya dari dealer resmi. Dia pun mengirimkannya kembali ke dealer hingga lima kali, namun perbaikan tidak membantu.

Secara keseluruhan, mobil tersebut menghabiskan lebih dari 40 hari dalam perbaikan, dan dalam salah satu kasus, turbin diganti dengan yang baru yang dipesan langsung dari Jerman. Setelah kasus terakhir, dealer berhenti menjawab telepon Litvin yang kembali menemui masalah di mobilnya. Pria yang akrab disapa Misha ini pun memutuskan untuk membakar mobil tersebut sebagai bentuk protes.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa pembakaran mobil mewah dalam video di atas terkait dengan aksi boikot produk Prancis, keliru. Mobil yang dibakar oleh pria bernama Mikhail Litvin tersebut adalah jenis Mercedes-AMG GT 63 S buatan Jerman, bukan Prancis. Pembakaran mobil tersebut sama sekali tidak terkait dengan aksi boikot produk Prancis. Litvin memutuskan membakar mobilnya sebagai bentuk protes kepada Mercedes-Benz atas layanan perbaikan dari dealer yang dinilai tidak memuaskan.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya