[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Produk Prancis yang Dibuang oleh Negara-negara Timur Tengah?

Selasa, 3 November 2020 16:24 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Produk Prancis yang Dibuang oleh Negara-negara Timur Tengah?

Video pendek yang diklaim sebagai video produk Prancis yang dibuang oleh negara-negara Timur Tengah beredar di Facebook sejak akhir Oktober 2020 lalu. Video ini menyebar di tengah munculnya berbagai seruan boikot produk Prancis sebagai respons atas pernyataan Presiden Emmanuel Macron terkait Islam.

Dalam video itu, terlihat sejumlah truk kontainer yang terparkir di gurun pasir, dan beberapa orang tampak membuang barang-barang yang terdapat dalam truk tersebut.

Salah satu akun yang membagikan video beserta klaim itu adalah akun Apriel, tepatnya pada 30 Oktober 2020. Akun ini menulis, "Produk prancis Timur Tengah semua di Buang. Harta Melebihi Kecintaanya Kepada Rasulullah. Akibat pelecehanya Semua Produk² Prancis tidak Hanya di Kosongkan di Semua Supermarket tpi dibuang."

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Apriel.

Akun lain, Jastip Rezky Samboja, juga membagikan video yang sama, namun disematkan dalam gambar tangkapan layar berita dari Kompas.com yang berjudul “Perancis Desak Timur Tengah Hentikan Boikot Produknya di Tengah Kisruh Kartun Nabi Muhammad”.

Apa benar video tersebut menunjukkan saat negara-negara Timur Tengah membuang produk Perancis?

PEMERIKSAAN FAKTA

Hasil verifikasi Tim CekFakta Tempo menunjukkan video di atas tidak terkait dengan pemboikotan produk-produk asal Prancis oleh negara-negara Timur Tengah. Kompas.com juga tidak memuat video itu dalam beritanya yang berjudul “Perancis Desak Timur Tengah Hentikan Boikot Produknya di Tengah Kisruh Kartun Nabi Muhammad”. Video tersebut adalah video lama yang telah beredar sejak 2016, yang terkait dengan kebijakan pemerintah distrik Al Qasim, Arab Saudi, untuk memusnahkan ayam kemasan kedaluwarsa.

Untuk mendapatkan fakta tersebut, Tempo mula-mula menelusuri berita Kompas.com yang berjudul "Perancis Desak Timur Tengah Hentikan Boikot Produknya di Tengah Kisruh Kartun Nabi Muhammad". Namun, berita yang terbit pada 26 Oktober 2020 tersebut tidak memuat video itu, melainkan foto Presiden Emmanuel Macron yang bersumber dari kantor berita Prancis Agence France-Presse (AFP).

Tempo kemudian mencari jejak digital video tersebut, dengan mengambil gambar tangkapan layarnya dan menelusurinya dengan reverse image tool Yandex. Lewat cara ini, ditemukan video yang sama di kanal YouTube How Much yang dipublikasikan pada 7 Januari 2017. Video itu diberi keterangan "Pakistan Destroying Trucks Full of Indian Fake Currency | Modi's Demonetization Impact".

Selanjutnya, Tempo memasukkan kalimat dalam judul video itu, "Pakistan Destroying Trucks Full of Indian Fake Currency", ke mesin pencari Google untuk menelusuri pemberitaan terkait. Lewat cara ini, ditemukan petunjuk lain dalam artikel di situs media India Times pada 23 Desember 2016. Menurut artikel ini, klaim bahwa video itu adalah video penghancuran mata uang India palsu yang diangkut oleh sejumlah kontainer juga tidak benar.

Ketika itu, video tersebut memang banyak dibagikan di India lewat WhatsApp dengan klaim yang keliru tersebut, setelah pemerintah India mengumumkan demonetisasi semua uang kertas 500 dan 1.000 rupee dari seri Mahatma Gandhi pada 8 November 2016. Sebagai gantinya, pemerintah menerbitkan uang kertas 500 dan 2.000 rupee. Langkah ini diambil dalam rangka mengurangi peredaran uang tunai ilegal dan palsu yang kerap dipakai untuk mendanai kegiatan ilegal seperti terorisme.

India Times menjelaskan bahwa video itu adalah video pembongkaran isi truk yang membawa ayam kemasan yang telah kedaluwarsa di luar Kota Mekkah, Arab Saudi. Dengan demikian, video tersebut tidak ada kaitannya dengan mata uang India palsu maupun pembuangan produk-produk asal Prancis.

Tempo pun menelusuri pemberitaan terkait ayam kemasan kedaluwarsa di Arab Saudi pada 2016. Peristiwa ini pernah diberitakan oleh situs milik stasiun televisi berita Uni Emirat Arab, Al Arabiya, pada 17 November 2016. Situs ini menyertakan foto dan video dari YouTube yang sama dengan yang saat ini beredar.

Menurut laporan Al Arabiya, video tersebut adalah video yang terkait dengan kebijakan pemerintah distrik Al Qasim, Arab Saudi, untuk memusnahkan sekitar 80 ribu ayam kemasan kedaluwarsa. Puluhan ribu ayam kemasan itu disita dari sekitar 25 truk kontainer berpendingin yang akan didistribusikan di dalam dan di luar distrik.

Penyitaan itu dilakukan setelah pemerintah setempat menggerebek pusat distribusi ayam busuk di pinggiran kota Buraidah. Sebanyak 25 truk kontainer yang berisi ayam kedaluwarsa itu diminta parkir di sebuah padang pasir, dan terlihat para pekerja menurunkan muatan.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video produk Prancis yang dibuang oleh negara-negara Timur Tengah keliru. Video tersebut telah beredar sejak 2016, jauh sebelum munculnya berbagai seruan boikot produk Prancis sebagai respons atas pernyataan Presiden Emmanuel Macron terkait Islam. Video itu memperlihatkan pemusnahan sekitar 80 ribu ayam kemasan kedaluwarsa di distrik Al Qasim, Arab Saudi. Gambar tangkapan layar berita Kompas.com yang terlihat memuat video ini pun merupakan hasil suntingan.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya