[Fakta atau Hoaks] Benarkah Disinfektan dan Hand Sanitizer yang Mudah Terbakar Sebabkan Keluarga di Sumut Ini Tewas?

Selasa, 20 Oktober 2020 18:54 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Disinfektan dan Hand Sanitizer yang Mudah Terbakar Sebabkan Keluarga di Sumut Ini Tewas?

Klaim bahwa satu keluarga di Sumatera Utara tewas terbakar setelah tubuh mereka disemprot dengan disinfektan beredar di media sosial. Menurut klaim itu, setelah bepergian ke sebuah restoran, mereka menyemprot tubuh mereka dengan disinfektan. Si ayah pun menyalakan korek api untuk merokok. Namun, api menyambar tubuh mereka yang baru saja disemprot disinfektan.

Klaim tersebut dibagikan bersama sebuah video yang memperlihatkan momen persemayaman lima jenazah yang tubuhnya terbakar. Terdapat pula video lain yang disertakan, yakni video yang memperlihatkan cairan hand sanitizer yang dituangkan di atas sebuah piring dan dibakar.

Di Facebook, klaim beserta video-video tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Agustin Zul, tepatnya pada 19 Oktober 2020. Akun ini pun menulis narasi sebagai berikut:

"Miris. Menghindari Corona mlh bahaya yg dtg lbh besar. @KRONOLOGI: Satu keluarga baru pulang makan di restoran/ 5 org. Sampe di rumah badan nya di semprot. Disinfektan. Lalu papa nya menyalakan korek api mau merokok. Langsung terbakar. Istri dan anak2 nya ingin menolong. Tapi lupa mereka juga baru di semprot akhohol. Ikut terbakar semua. Akhir nya ber lima meninggal. Hati2 para perokok ternyata disinfektan bisa menyala kalo kena api , kejadian di medan."

Artikel ini akan berisi pemeriksaan fakta terhadap dua hal, yakni:

  • Apa benar ada satu keluarga di Sumut yang tewas terbakar setelah tubuh mereka disemprot disinfektan?
  • Apa benar disinfektan dan hand sanitizer mudah terbakar jika dioleskan ke kulit?

PEMERIKSAAN FAKTA

Terkait satu keluarga di Sumut yang tewas terbakar

Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video yang memperlihatkan momen persemayaman lima jenazah dengan tubuh terbakar itu menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Selanjutnya, gambar-gambar tersebut ditelusuri dengan reverse image tool Yandex dan Google.

Hasilnya, ditemukan informasi bahwa lima jenazah yang tengah disemayamkan dalam video itu merupakan korban kebakaran sebuah rumah sekaligus gudang tabung gas elpiji di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 26 September 2020.

Video yang identik dengan durasi yang lebih panjang pernah diunggah oleh kanal YouTube Chanel Monalisa TV pada 27 September 2020 dengan judul "Siantar Membara, 5 Orang Meninggal Dunia". Video itu diambil di rumah sosial Yayasan Bhakti Kesejahteraan Sosial Kota Pematangsiantar. Lima jenazah tersebut bernama Aminuddin alias Ameng (68 tahun), Yanti (39 tahun), Clarisa Kie (15 tahun), Kendrik Kie (13 tahun), dan Kenjiro Kie (8 tahun).

Saksi mata kejadian kebakaran yang menewaskan lima orang itu, yang juga Ketua RT setempat, Indra mengaku mendengar dua kali suara dentuman sebelum api membakar rumah sekaligus gudang tabung gas tersebut. “Dentuman pertama hanya mengeluarkan gas saja. Pas dentuman kedua, api udah nyambar," katanya.

Saat api menyambar, menurut Indra, pemilik rumah masih berada di dalam. Tak lama kemudian, Ameng membuka gerbang dan mengeluarkan salah satu mobil miliknya. "Habis itu dia lari lagi ke dalam. Menantu dan anaknya, cucunya Ameng, awalnya berada di lantai atas. Disuruh turun sama Ameng, tapi enggak bisa karena akses sudah (tertutup) api. Jadi, anaknya ke kamar depan, dari jendela, dia minta tolong. Saya suruh lompat, dia enggak mau lompat, dia enggak berani," ujar Indra.

Video serupa lainnya juga pernah diunggah oleh kanal milik stasiun televisi iNews, Official iNews, pada 27 September 2020 dengan judul "Terjebak di Lantai 2, Kebakaran Gudang Elpiji di Sumut Tewaskan Lima Orang - iNews Malam 27/09".

Saksi mata yang diwawancarai dalam video tersebut, Imran Saragih, menjelaskan hal serupa. "Awal mulanya, dentuman pertama, gas bocor. Baru dentuman kedua api nyambar. Terus korban langsung buka pintu ke luar, keluarkan mobil. Kalau menantu sama anaknya di atas, terjebak. Terjebak empat orang. Menantu sama anaknya tiga."

Terkait penyebab kebakaran itu, yang diklaim akibat disinfektan, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pematangsiantar, Ajun Komisaris Edi Sukamto, merespons bahwa hingga kini belum ada hasil tes laboratorium forensik dari Polda Sumatera Utara mengenai penyebab kebakaran tersebut. Menurut Edi, seperti dilansir dari Liputan6.com, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

Terkait disinfektan dan hand sanitizer mudah terbakar

Dilansir dari Kompas.com, yang mengutip Guidance Notes on Safe Use of Chemical Disinfectants Departemen Tenaga Kerja Hong Kong, disinfektan yang mengandung alkohol memang berisiko ketika disemprotkan. Alkohol merupakan bahan kimia yang mudah terbakar jika berada di dekat api. Selain itu, jika mengenai kulit, dapat mengiritasi kulit yang terluka. Sementara jika terhirup, dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan mempengaruhi saraf sistem pusat.

Terkait video yang memperlihatkan cairan hand sanitizer berbasis alkohol yang dituangkan di atas sebuah piring dan dibakar, video serupa pernah beredar pada Maret 2020 lalu. Dilansir dari arsip berita Tempo, Dekan Fakultas Kedokteram Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam membenarkan bahwa alkohol memang merupakan bahan kimia yang mudah terbakar.

"Secara logika, kalau terpapar pada benda atau saat tangan masih basah (karena alkohol), kemudian tidak hati-hati, terpercik api, ya tentu bisa terbakar," kata Ari. Namun, alkohol dengan kadar 96 persen pun, jika dioleskan ke tangan secukupnya, dengan sendirinya akan menguap sehingga tidak terbakar.

Hal serupa dijelaskan oleh National Fire Protection Association AS. Dilansir dari Liputan6.com, hand sanitizer berbasis alkohol menguap dengan cepat ketika diaplikasikan pada kulit. Meskipun begitu, menyimpan hand sanitizer dalam jumlah besar memiliki risiko kebakaran.

Dikutip dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat, hand sanitizer berbasis alkohol mengandung etil alkohol yang mudah menguap pada suhu kamar dan mudah terbakar. Namun, kejadian kebakaran yang terkait dengan hand sanitizer berbasis alkohol sangat rendah. Meskipun begitu, hand sanitizer berbasis alkohol tetap harus disimpan dengan benar.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, unggahan akun Agustin Zul menyesatkan. Terkait klaim bahwa ada satu keluarga di Sumut yang tewas terbakar setelah tubuh mereka disemprot disinfektan, tidak terbukti. Keluarga itu merupakan korban kebakaran rumah yang juga menjadi gudang tabung gas elpiji di Pematangsiantar, Sumut. Menurut saksi mata, setelah api menyambar, pemilik rumah masih sempat membuka gerbang dan mengeluarkan salah satu mobil miliknya. Namun, hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran itu.

Terkait klaim kedua, disinfektan dan hand sanitizer yang mengandung alkohol memang mudah terbakar. Namun, alkohol menguap dengan cepat ketika diaplikasikan pada kulit. Menurut CDC, kejadian kebakaran yang terkait dengan hand sanitizer berbasis alkohol sangat rendah. Meskipun begitu, hand sanitizer berbasis alkohol tetap harus disimpan dengan benar.

ZAINAL ISHAQ | ANGELINA ANJAR SAWITRI

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya