[Fakta atau Hoaks] Benarkah Hewan Ternak Lebih Kebal pada Infeksi Covid-19?

Selasa, 29 September 2020 11:22 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Hewan Ternak Lebih Kebal pada Infeksi Covid-19?

Klaim bahwa tidak ada hewan ternak yang mati karena terkena infeksi virus Corona Covid-19 beredar di Instagram. Klaim ini diunggah oleh akun @indonesian_flatearth_society pada 25 September 2020.

Akun itu mengunggah foto kawanan domba di sebuah kandang yang dibubuhi dengan teks berbunyi: "Tak ada physical distancing, tak ada masker, tak ada cuci tangan, APD, dll. Kami tetap sehat walafiat.."

Selain membagikan foto itu, akun tersebut juga menulis narasi berikut: "Tak satupun ada kabar maupun berita di seluruh dunia.. hewan ternak mati massal akibat covid.. Padahal hewan-hewan tsb tak menjalankan protokol kesehatan. Di lain sisi, pihak-pihak tertentu terus menebar teror ke masyarakat tentang bahaya covid yang saaaaangatt mematikan sekali.."

Gambar tangkapan layar unggahan akun Instagram @indonesian_flatearth_society.

Apa benar hewan ternak lebih kebal terhadap infeksi Covid-19?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, sejumlah negara telah melaporkan kasus infeksi Covid-19 pada hewan peliharaan dan hewan di kebun binatang. Ada pula kasus infeksi Covid-19 pada ribuan cerpelai (sejenis musang) di beberapa peternakan di Eropa.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyatakan informasi mengenai risiko penularan Covid-19 pada hewan ke manusia atau manusia ke hewan sebenarnya masih cukup terbatas. Menurut mereka, lebih banyak penelitian yang diperlukan terkait hal tersebut. Namun, CDC menduga virus Corona baru ini dapat menyebar dari manusia ke hewan dalam beberapa situasi, terutama jika ada kontak dekat dengan orang yang menderita Covid-19.

CDC mencatat beberapa kasus di mana hewan dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, yakni sebagai berikut:

  • Sejumlah kecil kucing dan anjing peliharaan dilaporkan terinfeksi Covid-19 di beberapa negara, termasuk AS. Sebagian besar hewan peliharaan ini sakit setelah kontak dengan penderita Covid-19.
  • Beberapa singa dan harimau ikon kebun binatang New York dinyatakan positif Covid-19 setelah menunjukkan tanda-tanda penyakit pernapasan. Petugas kesehatan meyakini mereka sakit setelah terpapar pegawai kebun binatang yang terinfeksi Covid-19. Namun, mereka semua kini telah sembuh total.
  • Covid-19 dilaporkan menginfeksi sejumlah cerpelai di beberapa peternakan di Belanda, Denmark, dan Spanyol. Infeksi ini ditandai dengan munculnya penyakit pernapasan dan meningkatnya angka kematian. Karena beberapa pekerja di peternakan ini memiliki gejala Covid-19, kemungkinan besar pekerja pertanian yang terinfeksi tersebut adalah sumber infeksi pada cerpelai.

Kementerian Pertanian Belanda mengkonfirmasi wabah Covid-19 di peternakan cerpelai pada akhir April 2020, tepatnya di dua peternakan yang memiliki ribuan hewan pemasok industri bulu tersebut. Hewan-hewan itu diperiksa karena mengalami berbagai gejala, termasuk kesulitan bernapas, dan karena angka kematian lebih tinggi dari biasanya. Belanda adalah produsen bulu cerpelai terbesar di dunia selain Cina, Denmark, dan Polandia.

Wageningen Bioveterinary Research Belanda menjelaskan, hingga pertengahan September 2020, setidaknya 40 peternakan cerpelai di Belanda terinfeksi Covid-19. Beberapa ternak yang terinfeksi telah dimusnahkan sejak 5 Juni 2020 karena virus dapat terus beredar dan berisiko terhadap kesehatan masyarakat dan hewan lain. Pemerintah setempat membuat skema penutupan seluruh peternakan cerpelai pada musim semi 2021.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa musang memang rentan terhadap virus Corona baru penyebab Covid-19, SARS-CoV-2. Karena itu, diasumsikan bahwa cerpelai juga mungkin rentan terhadap virus ini. Pneumonia terlihat pada cerpelai dan SARS-CoV-2 terdeteksi di organ dan usap tenggorokan. Berdasarkan variasi kode genetik virus, dapat disimpulkan bahwa peternakan cerpelai telah menularkan virus satu sama lain.

Dilansir dari Nature, ada sekitar selusin hewan yang diketahui rentan terhadap virus Corona baru ini. Beberapa spesies, termasuk anjing dan kucing peliharaan, singa dan harimau di penangkaran, serta cerpelai yang dibudidayakan, hampir pasti tertular virus tersebut dari manusia.

Linda Saif, ahli virus di Ohio State University, menjelaskan hasil eksperimen laboratorium menunjukkan hamster, kelinci, dan marmoset juga rentan terhadap Covid-19. Namun, penelitian pada babi, bebek, dan ayam menunjukkan ketiganya lebih kebal terhadap virus Corona baru tersebut.

Sejauh ini, belum ada penelitian terhadap hewan ternak lain, seperti sapi, domba, dan kuda. “Jika SARS-CoV-2 ditemukan pada satwa liar atau spesies lain yang memiliki kontak dekat dengan ternak, hal ini akan meningkatkan kemungkinan penularan antar spesies,” kata Saif.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "hewan ternak lebih kebal terhadap infeksi Covid-19" menyesatkan. Meskipun sejumlah lembaga menyatakan risiko penularan Covid-19 pada hewan ke manusia atau manusia ke hewan masih membutuhkan lebih banyak penelitian, beberapa peternakan cerpelai di Belanda, Denmark, dan Spanyol dilaporkan terinfeksi Covid-19. Bahkan, peternakan cerpelai di Belanda mencatat angka kematian cerpelai yang lebih tinggi dari hari biasa. Sejauh ini, belum ada penelitian soal kerentanan infeksi Covid-19 terhadap hewan ternak lain, seperti sapi, domba, dan kuda.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya