[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Demo Covid-19 di Polandia yang Tuntut Pandemi Diakhiri?

Selasa, 8 September 2020 19:05 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Demo Covid-19 di Polandia yang Tuntut Pandemi Diakhiri?

Video pendek yang diklaim sebagai video demonstrasi di Polandia untuk menuntut agar pandemi Covid-19 diakhiri beredar di Facebook. Menurut klaim yang menyertai video tersebut, warga Polandia menuntut pandemi diakhiri karena sudah menyadari bahwa Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus Corona jenis baru, adalah penipuan.

Dalam video berdurasi 16 detik itu, terlihat ribuan orang yang menyemut di jalanan sebuah kota sembari membentangkan bendera berwarna putih-merah-putih dalam berbagai ukuran.

Di Facebook, video itu dibagikan salah satunya oleh akun Mohd Shukri Mohamed, yakni pada 4 September 2020. Akun ini pun menulis, “Ini di Polandia (Poland). Tuntutan agar diakhiri pandemi palsu. Orang Eropa sudah menyadari penipuan Covid-19.”

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Mohd Shukri Mohamed.

Apa benar video itu adalah video demo Covid-19 di Polandia yang menuntut agar pandemi diakhiri?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, video tersebut bukanlah video demo Covid-19 di Polandia yang menuntut agar pandemi diakhiri. Pertama, unjuk rasa tersebut berlokasi di Belarusia. Kedua, demo itu digelar untuk menuntut mundur Presiden Belarusia Alexander Lukashenko karena dianggap mencurangi pemilu.

Untuk memverifikasi klaim dalam unggahan akun Mohd Shukri Mohamed, Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Kemudian, gambar-gambar tersebut ditelusuri dengan reverse image tool Google. Hasilnya, ditemukan bahwa video itu pernah diunggah oleh akun Facebook terverifikasi, Adeyanju Deji, pada 24 Agustus 2020.

Adeyanju Deji merupakan seorang aktivis di Nigeria. Ia memberikan keterangan terhadap video itu bahwa rakyat Belarusia turun ke jalan untuk memprotes presidennya yang mencurangi hasil pemilu. "The president rigged the elections in Belarus but the people are now on the streets resisting it. Nigerians are still waiting for who will mobilize & transport them then give them THANK YOU FOR COMING package," katanya.

Tempo pun mendapatkan petunjuk lain dari situs media berbahasa Bosnia, Balkan Time, yang melaporkan bahwa unjuk rasa tersebut terjadi di Belarusia untuk mendesak pemilihan umum ulang. Balkan Time memuat video itu dengan menyebutkan sumbernya, yakni akun Twitter terverifikasi @ronzheimer pada 23 Agustus 2020.

Akun itu adalah akun milik Paul Ronzheimer, jurnalis media Jerman, BILD-Zeitung. Dalam unggahannya, Paul menulis pernyataan seorang polisi yang menyerukan bahwa demonstrasi tersebut tidak sah. Tapi para demonstran tidak peduli. "Police: 'Dear citizens, this is an unauthorized mass meeting...' But people dont care, even the street which leads to the square is PACKED."

Dengan memasukkan kata kunci “Belarus protest” di YouTube, Tempo menemukan video-video liputan unjuk rasa di Belarusia pada 23 Agustus 2020 tersebut yang salah satunya dimuat oleh kanal milik media Deutsche-Welle.

Deutsche-Welle melaporkan bahwa puluhan ribu pengunjuk rasa di Belarusia turun ke jalan-jalan di pusat ibukota, Minsk, dalam dua pekan berturut-turut. Mereka menuntut Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengundurkan diri karena dianggap mencurangi pemilu. Lukashenko telah memerintah Belarusia selama 26 tahun dan menuduh NATO berusaha memecah belah Belarusia. Dia mengerahkan tentara untuk mengepung Minsk.

Covid-19 itu nyata

Klaim bahwa Covid-19 palsu adalah klaim yang tidak berdasarkan bukti. Data WorldoMeter menunjukkan bahwa virus Corona Covid-19 telah menginfeksi 27.500.917 orang di seluruh dunia hingga 8 September 2020. Dari jumlah yang terinfeksi, sebanyak 896.988 orang meninggal.

Di Eropa, Covid-19 telah menginfeksi 2.373.856 orang per 7 September 2020 dengan angka kematian sebanyak 182.839 orang. Menurut data CDC Eropa, negara-negara di Eropa dengan kasus Covid-19 tertinggi adalah Spanyol (498.989 kasus), Inggris (347.152 kasus), Prancis (324.777 kasus), Italia (277.634 kasus), dan Jerman (250.799).

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video demo Covid-19 di Polandia yang menuntut agar pandemi diakhiri, keliru. Video tersebut adalah video unjuk rasa di Belarusia untuk menuntut Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengundurkan diri karena dianggap mencurangi pemilu. Covid-19 sendiri bukan penyakit palsu atau bentuk penipuan. Di seluruh dunia, sebanyak 896.988 orang meninggal karena infeksi virus Corona jenis baru tersebut.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya