[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Salat Subuh di Hagia Sophia Sejak Kembali Jadi Masjid?

Kamis, 30 Juli 2020 11:54 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Salat Subuh di Hagia Sophia Sejak Kembali Jadi Masjid?

Video yang memperlihatkan salat berjamaah di depan sebuah gedung beredar di media sosial. Video tersebut diklaim sebagai suasana salat subuh di Hagia Sophia sejak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa bangunan yang sebelumnya dijadikan museum ini ditetapkan kembali sebagai masjid.

Di Facebook, video tersebut diunggah salah satunya oleh akun Imadudin, yakni pada 22 Juli 2020. Akun ini pun menuliskan narasi, “Semenjak di buka, Sholat Subuh di Hagia Sophia...Inilah yg ditakuti para kafeer jika Jama'ah Sholat Subuh banyaknya spt halnya Sholat Jum'at.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Imadudin.

Apa benar video tersebut merupakan video salat subuh di Hagia Sophia sejak kembali menjadi masjid?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri jejak digitalnya dengan reverse image tool Yandex, Google, dan TinEye.

Hasilnya, ditemukan bahwa video tersebut telah beredar di internet sejak 2015, jauh sebelum Presiden Erdogan menetapkan kembali Hagia Sophia sebagai masjid. Di YouTube, video itu pernah diunggah oleh kanal Sirah Nabawiyyah pada 14 November 2015 dengan judul “Suasana Shalat Subuh di Masjid Hagya Sophia, Turki”.

Video yang sama dengan kualitas yang lebih tinggi pernah diunggah oleh kanal Ibnu Thabrani Channel pada 8 Mei 2015 dengan judul “Gerakan Sholat Shubuh Berjama'ah Di Turki”. Video tersebut diberi keterangan, “Ini video tentang pertama kalinya setelah 79 tahun, warga Turki melaksanakan sholat shubuh berjama'ah di masjid Hagia Sophia, Istanbul tanggal 31 Mei 2014.”

Berdasarkan petunjuk waktu ini, Tempo menelusuri pemberitaan terkait salat subuh berjamaah di Hagia Sophia pada 31 Mei 2014. Hasilnya, ditemukan berita terkait salat subuh itu yang dimuat oleh situs media NBC News pada 31 Mei 2014. Berita tersebut berjudul "Protesters Pray For Turkey's Hagia Sophia to Become a Mosque".

Berita ini pun memuat foto suasana salat subuh di depan Haghia Sophia tersebut. Foto itu diberi keterangan, "Para pengunjuk rasa berdoa di depan Museum Haghia Sophia di Istanbul, Turki, pada 31 Mei pagi." Berita tersebut memang menceritakan para pengunjuk rasa yang salat di depan Haghia Sophia untuk menyuarakan keinginan mereka mengubah museum tersebut menjadi masjid.

Haghia Sophia pernah menjadi tempat ibadah bagi dua agama sejak didirikan di Istanbul pada abad ke-6. Bangunan ini pernah menjadi katedral bagi umat kristiani selama 900 tahun serta masjid bagi umat muslim selama 500 tahun. Pada 2014, Hagia Sophia, atau Ayasofya dalam bahasa Turki, secara resmi adalah sebuah museum: monumen Turki yang paling banyak dikunjungi, yang status netralnya melambangkan sifat sekuler dari Turki modern.

Tapi puluhan ribu jemaah muslim yang berkumpul di sana pada 31 Mei 2014 berharap Haghia Sophia kembali menjadi masjid, mimpi yang mereka yakini dapat dipenuhi oleh Perdana Menteri Erdogan. Bahkan, ada desas-desus, yang telah dibantah oleh pemerintah Turki, bahwa Erdogan, seorang konservatif religius yang mengincar kursi kepresidenan dalam pemilu pada Agustus 2014, bisa memimpin salat di Hagia Sophia suatu hari nanti.

Hagia Sophia kembali menjadi masjid

Berdasarkan arsip berita Tempo, pada 10 Juli 2020, pengadilan tinggi Turki menganulir Dekrit 1934 yang mengubah kembali status Museum Hagia Sophia menjadi masjid. Setelah putusan pengadilan itu, Presiden Erdogan menandatangani keputusan presiden yang menyerahkan Hagia Sophia kepada Kepresidenan Urusan Agama Turki dan membukanya sebagai tempat ibadah sambil memberi selamat kepada warga Turki.

Dikutip dari Daily Sabah, pengadilan menyatakan bahwa Hagia Sophia secara resmi terdaftar sebagai masjid sesuai fungsi awalnya, menambahkan bahwa penggunaannya dalam bentuk apa pun selain masjid secara hukum tidak mungkin. "Keputusan kabinet pada 1934 yang mengakhiri penggunaannya sebagai masjid dan mendefinisikannya sebagai museum tidak mematuhi hukum," demikian keterangan pengadilan.

Permanent Foundations Service to Historical Artifacts and Environment Association, organisasi non-pemerintah yang berbasis di Istanbul, telah mengajukan petisi ke Dewan Negara Turki agar menganulir keputusan yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum setelah sebelumnya menjadi masjid selama hampir 500 tahun. Pengadilan mendengar argumen dari kedua belah pihak dalam sidang pada 2 Juli sebelum mengeluarkan keputusannya.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan video salat subuh di Hagia Sophia sejak kembali menjadi masjid menyesatkan. Salat berjamaah itu digelar oleh warga Turki di depan Hagia Shopia pada 31 Mei 2014, jauh sebelum Presiden Erdogan menetapkan kembali Hagia Sophia sebagai masjid. Ketika itu, Hagia Sophia masih berstatus sebagai museum. Warga Turki yang menggelar salat berjamaah di depan Hagia Sophia itu menyuarakan permintaannya agar Hagia Sophia diubah menjadi masjid.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya