[Fakta atau Hoaks] Benarkah Erdogan Sebut Jika Jokowi Tak Terjun ke Politik Maka Penjahatlah yang Akan Mengisinya?

Jumat, 10 Juli 2020 12:17 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Erdogan Sebut Jika Jokowi Tak Terjun ke Politik Maka Penjahatlah yang Akan Mengisinya?

Gambar berisi kutipan yang berbunyi “Jika Joko Widodo tidak terjun ke politik, maka para penjahatlah yang akan mengisinya” beredar di media sosial. Di bawah kutipan tersebut, terdapat tulisan "Recep Tayyip Erdogan". Terdapat pula tulisan "Presiden Turki" dan foto Erdogan di gambar itu.

Di Facebook, gambar tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Bayes Dika pada 3 Juli 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Bayes Dika di halaman Dukung Prabowo_Sandiaga Presiden RI 2019_2024 ini telah dikomentari sebanyak 54 komentar.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Bayes Dika.

Apa benar Erdogan mengatakan "Jika Jokowi tidak terjun ke politik, maka penjahatlah yang akan mengisinya"?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto Erdogan dalam gambar unggahan akun Bayes Dika tersebut dengan reverse image tool Source, TinEye, dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu telah beredar di internet sejak 2014.

Foto Erdogan tersebut pernah dimuat oleh situs Yunani, Kathimerini.gr, pada 12 Desember 2014. Situs lain yang pernah memuat foto itu adalah Armedia.am, yakni pada 17 April 2017. Adapun situs Indonesia yang pernah memuat foto tersebut adalah Okezone.com, yakni pada 23 Desember 2019. Foto ini merupakan foto milik kantor berita Reuters.

Terkait kutipan dalam gambar unggahan akun Bayes Dika, kutipan tersebut berasal dari pernyataan Erdogan yang telah diubah. Pernyataan asli Erdogan itu salah satunya pernah dimuat oleh situs Rilis ID, tepatnya dalam rubrik Nukilan, pada 4 November 2018.

Pernyataan asli Erdogan berbunyi: “Jika orang baik tidak terjun ke politik, maka para penjahatlah yang akan mengisinya.” Dalam pernyataannya itu, Erdogan tidak menyinggung soal Jokowi.

Kutipan Erdogan tersebut juga ditemukan dalam unggahan halaman Facebook Sahabat Erdogan pada 20 November 2017. Kutipan ini terdapat dalam gambar dengan foto Erdogan yang sama dengan foto dalam gambar unggahan akun Bayes Dika.

Gambar unggahan halaman Sahabat Erdogan itu pun pernah dimuat oleh situs Kabar Serasan, dalam artikel di rubrik editorialnya, pada 6 Juli 2018. Artikel tersebut berjudul "Orang Baik Sebaiknya Berpolitik?".

Menurut artikel itu, penggalan kalimat tersebut berasal dari pelopor politik asal Jerman, Friedrich Naumann. Naumann pernah mengatakan, "Ketika orang-orang baik menjaga jarak dari politik, tak perlu heran jika politik menjadi tidak baik."

Kutipan itu pun melegenda dan sering dikutip oleh para politikus dunia untuk mengajak orang-orang baik terjun ke dunia politik, bukan malah menjauhinya. Salah satu di antaranya adalah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Untuk memverifikasi informasi tersebut, Tempo menelusuri pernyataan Naumann itu dengan mesin pencarian Google. Hasilnya, ditemukan bahwa kutipan tersebut memang berasal dari Naumann. Salah satu situs yang pernah menulis artikel tentang kutipan itu adalah situs resmi Friedrich Naumann Foundation (FNF).

Artikel yang dimuat pada 8 November 2017 ini berjudul “Menjadi Orang Baik dan Literasi dalam Berpolitik”. Artikel tersebut diawali dengan sebuah kutipan dari Naumann yang berbunyi: "Ketika orang-orang baik menjaga jarak dari politik, tak perlu heran jika politik menjadi tidak baik."

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan "Jika Jokowi tidak terjun ke politik, maka penjahatlah yang akan mengisinya" keliru. Kutipan itu bersumber dari pernyataan Erdogan yang telah diubah. Kutipan aslinya berbunyi: “Jika orang baik tidak terjun ke politik, maka para penjahatlah yang akan mengisinya.”

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya