[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto-foto FPI dan Banser yang Geruduk Kantor PDIP untuk Tolak RUU HIP?

Rabu, 1 Juli 2020 14:45 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto-foto FPI dan Banser yang Geruduk Kantor PDIP untuk Tolak RUU HIP?

Sejumlah foto yang diklaim sebagai foto-foto Front Pembela Islam (FPI) dan Barisan Serba Guna (Banser) NU saat menggeruduk kantor PDIP di Purwokerto, Jawa Tengah, beredar di Facebook. Foto-foto dan klaim itu diunggah oleh akun Bambang Irawan pada 28 Juni 2020.

Dalam empat foto yang dibagikan oleh akun tersebut, memang terlihat sejumlah pria berpakaian dan berpeci putih serta berseragam loreng khas Banser. Dalam salah satu foto, mereka tampak berada di depan kantor PDIP yang bercat merah dengan spanduk yang di dalamnya memuat foto Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Adapun narasi yang ditulis oleh akun Bambang Irawan adalah sebagai berikut: "Purwokerto : FPI & BANSER Geruduk Kantor PDIP .Hajar Bila Ketemu Pengurus Nya . Kita Bangsa Yg Besar ,Islam Terbesar Di Dunia .Jgn Di Atur Oleh Partai PKI Komunis ."

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Bambang Irawan.

Unggahan tersebut beredar setelah sebelumnya menyebar video yang menggambarkan suasana demonstrasi penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan gedung DPR pada 24 Juni 2020. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah demonstran membakar dua bendera, yaitu bendera berlogo palu arit dan bendera PDIP.

Aksi itu digelar oleh jaringan FPI dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut dia, pembakaran itu didasari kemarahan demonstran terhadap PDIP yang diduga menginisiasi RUU HIP.

Namun, apa benar foto-foto di atas adalah foto-foto FPI dan Banser yang menggeruduk kantor PDIP di Purwokerto untuk menolak RUU HIP?

PEMERIKSAAN FAKTA

Dengan reverse image tool Google, Tim CekFakta Tempo menemukan bahwa keempat foto itu pernah dimuat oleh situs Faktakini.net pada 26 Juni 2018, jauh sebelum digelarnya demonstrasi menolak RUU HIP pada 24 Juni 2020. Foto-foto itu terdapat dalam artikel yang berjudul "Acara Tahlilan Dibubarkan, Banser FPI Dan Kokam Kepung Kantor PDIP Banyumas".

Artikel ini menjelaskan bahwa Banser Purwokerto berunjuk rasa ke kantor PDIP Banyumas karena massa PDIP membubarkan acara tahlilan NU. Selain Banser, aksi tersebut juga didukung oleh Laskar FPI dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah.

Unjuk rasa itu terjadi setelah sebelumnya beberapa pengurus NU Ranting Susukan, Kecamatan Sumbang, Banyumas, dilaporkan ke panitia pengawas (panwas) karena membagikan berkat (berisi nasi dan lauk) saat acara doa bersama untuk orang yang meninggal (tahlilan). Pembagian berkat itu dinilai sebagai politik uang karena bersamaan dengan kontestasi pilkada setempat.

Berbekal petunjuk ini, Tempo menelusuri pemberitaan terkait dengan memasukkan kata kunci “Banser dan FPI kepung kantor PDIP Banyumas” di mesin perambah Google. Lewat cara ini, Tempo menemukan sejumlah pemberitaan yang membenarkan adanya peristiwa tersebut.

CNN Indonesia mempublikasikan berita mengenai peristiwa itu pada tanggal yang sama, yakni 26 Juni 2018, dengan judul "Polisi: PDIP Minta Maaf ke NU dan Cabut Laporan Politik Uang". CNN Indonesia menulis bahwa puluhan anggota Banser NU, bersama FPI menggeruduk kantor PDIP Banyumas, Jawa Tengah.

Mereka memprotes tindakan pengurus PDIP Banyumas yang melaporkan sejumlah kiai karena diduga melakukan politik uang berupa pembagian bisyaroh (berkat). Banser, yang mana merupakan sayap dari NU, tidak terima dengan perlakuan tersebut. Mereka kemudian mendatangi kantor PDIP Banyumas bersama sejumlah anggota ormas lainnya.

Dalam berita tersebut, CNN Indonesia menggunakan foto yang sama dengan salah satu foto unggahan akun Bambang Irawan.

Foto unggahan akun Facebook Bambang Irawan (kiri) dan foto yang dimuat oleh CNN Indonesia (kanan).

Selain foto tersebut, kesamaan lainnya terletak pada foto kantor PDIP Banyumas dengan jendela berwarna putih dan spanduk berfotokan Megawati yang terpasang di depan kantor. Ciri-ciri kantor PDIP dalam foto yang diunggah akun Bambang Irawan dengan foto yang dimuat CNN Indonesia sama. 

Foto unggahan akun Facebook Bambang Irawan (kiri) dan foto yang dimuat oleh CNN Indonesia (kanan).

Lewat pencarian di Google Maps, berdasarkan arsip foto pada Mei 2018, ciri kantor PDIP Banyumas itu, yakni warna jendela dan spanduk Megawati, sama dengan yang terlihat dalam unggahan akun Bambang Irawan maupun CNN Indonesia. Spanduk Megawati tersebut tidak terpasang lagi pada dokumentasi Google Maps per Maret 2019.

Gambar tangkapan layar arsip foto Google Maps pada Mei 2018.

Pemberitaan yang sama dimuat oleh situs media arus utama lain pada 26 Juni 2018, misalnya Suara.com dan Jawapos.com. Berita yang dimuat Suara.com berjudul "Kantor PDIP Banyumas Digeruduk Massa Banser NU dan FPI", sedangkan judul berita Jawapos.com adalah "Aksi Banser dan FPI Geruduk Kantor PDIP Banyumas Berakhir Damai".

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto-foto di atas adalah foto-foto FPI dan Banser yang menggeruduk kantor PDIP di Purwokerto untuk menolak RUU HIP menyesatkan. Aksi unjuk rasa dalam empat foto itu terjadi pada 2018 saat massa memprotes kader PDIP karena melaporkan salah satu pengurus NU atas dugaan politik uang.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya