[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Warga Sumbar yang Usir Turis Cina dan Bakar Perusahaannya Saat Pandemi Covid-19?

Senin, 18 Mei 2020 18:46 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Warga Sumbar yang Usir Turis Cina dan Bakar Perusahaannya Saat Pandemi Covid-19?

Video yang diklaim sebagai video warga Sumatera Barat yang mengusir turis Cina dan membakar perusahaan milik Cina beredar di media sosial. Video yang menyebar di tengah pandemi Covid-19 ini diunggah oleh kanal YouTube Official News Update dengan judul "Warga Sumbar Mengamuk, Usir China, dan Bakar Perusahaan Mereka".

Dalam video yang diunggah pada 1 April 2020 itu, tampak sejumlah WNA yang baru tiba di sebuah bandara. Di pintu keluar bandara, terlihat Gubernur Sumbar, Iwan Prayitno, yang tengah memberikan sambutan. Pada bagian lain, tampak seorang pria berpeci putih yang sedang diwawancarai. Ada pula cuplikan sebuah bangunan yang terbakar.

Pada 12 Mei 2020, video berdurasi sekitar 10 menit ini dibagikan di Facebook salah satunya oleh akun Noer Kholiss. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun tersebut telah direspons lebih dari 600 kali, dikomentari lebih dari 150 kali, dan dibagikan lebih dari 300 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Noer Kholiss.

Apa benar video tersebut merupakan video warga Sumbar yang mengusir turis Cina dan membakar perusahaan Cina saat pandemi Covid-19?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi sumber video tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasinya menjadi sejumlah gambar. Kemudian, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Yandex dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa video tersebut merupakan gabungan beberapa cuplikan dari peristiwa yang berbeda. Berikut ini fakta atas video-video itu:

Video ini merupakan video penyambutan turis Cina di Bandara Internasional Minangkabau, Sumbar. Video yang identik pernah diunggah oleh kanal YouTube Kerinci TV pada 26 Januari 2020. Video tersebut diberi judul "Terkait Wabah Virus Corona nCoV Dan Kedatangan Turis Warga China Di Padang Sumatera Barat."

Kedatangan turis asal Cina di Sumbar itu juga pernah diberitakan oleh Kompas TV. Menurut laporan Kompas TV, terdapat sekitar 150 wisatawan asal Kota Kunming, Provinsi Yunan, Cina yang tiba di Sumbar pada 26 Januari 2020. Kedatangan para wisatawan itu disambut hangat oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

***

Video ini merupakan video aksi protes warga yang mengatasnamakan dirinya sebagai Forum Masyarakat Minangkabau (FMM) atas kedatangan 150 turis Cina di Sumbar. Pria berpeci putih yang diwawancarai dalam video itu adalah ketua forum tersebut. Video ini pernah diunggah oleh kanal YouTube Official iNews pada 29 Januari 2020 dengan judul "Forum Masyarakat Minang Tuntut Turis China Keluar Sumbar".

Dilansir dari Detik.com, FMM menuntut turis Cina yang terlanjur masuk Sumbar untuk segera meninggalkan tanah Minang mengingat virus Corona Covid-19 ketika itu baru mewabah di Cina. Mereka juga meminta rencana kedatangan wisatawan Cina berikutnya dibatalkan. Mereka pun menyatakan kekecewaannya terhadap Gubernur Sumbar, Iwan Prayitno, yang malah menyambut turis asing itu.

***

Video ini pernah diunggah oleh kanal YouTube Law & Justice Investigasi pada 19 Juni 2018, jauh sebelum munculnya virus Corona Covid-19 di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Video itu diberi judul “Warga Solok Bakar Tambang Emas Perusahaan Cina Ilegal”.

Video itu pun pernah dicek fakta oleh Tirto.id pada 22 Juni 2018. Menurut Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Wendra Rona, video tersebut diambil pada 2011 di PT Geominex Sapek. Saat itu, terjadi protes warga terhadap perusahaan yang berakhir dengan kericuhan di sekitar Jorong Sungaipenuh, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumbar.

Aksi amuk massa yang berujung pembakaran terhadap dua kamp itu terjadi karena PT Geominex disebut tidak pernah menepati janjinya untuk menyejahterakan warga. PT Geominex sendiri merupakan salah satu perusahaan tambang emas yang pernah tercatat di Solok Selatan. Namun, tidak ada informasi bahwa perusahaan ini adalah perusahaan dengan penanaman modal asing, termasuk dari Cina.

***

Video ini pernah viral pada September 2018, jauh sebelum munculnya virus Corona Covid-19 di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Salah satu kanal YouTube yang pernah membagikan video itu adalah kanal Bang Icay, tepatnya pada 17 September 2018, dengan judul "Viral, Heboh Pengukuran Tanah oleh Pekerja Asing di Kelurahan Jati Mulya Bekasi".

Berdasarkan arsip pemberitaan Tempo, pekerja asing dalam video itu berkewarganegaraan Cina dan ditemukan berada di sekitar proyek depo LRT, Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Namun, perusahaan yang membangun proyek LRT, PT Adhi Karya, membantah bahwa tenaga kerja asing atau TKA Cina itu adalah karyawannya.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan video warga Sumbar yang mengusir turis Cina dan membakar perusahaan Cina saat pandemi Covid-19 keliru. Video tersebut merupakan gabungan cuplikan dari peristiwa yang berbeda. Satu video memang memperlihatkan peristiwa aksi protes warga Sumatera Barat terkait kedatangan turis asal Cina di tengah mewabahnya virus Corona Covid-19. Namun, video yang memperlihatkan pembakaran sebuah bangunan diambil pada 2018 dan sama sekali tidak terkait dengan Covid.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya