[Fakta atau Hoaks] Benarkah Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Virus Corona Wuhan dengan Ganja?

Selasa, 11 Februari 2020 10:30 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Virus Corona Wuhan dengan Ganja?

Narasi yang menyebut pemerintah Thailand berhasil menyembuhkan pasien virus Corona dengan ganja beredar di media sosial. Narasi itu menyebar di tengah mewabahnya virus Corona baru bernama 2019-nCoV yang pertama kali dilaporkan di Wuhan, Cina, pada Desember 2019 lalu.

Salah satu akun yang menyebarkan narasi tersebut adalah akun Facebook Nayla Putri Pertama, yakni pada Rabu, 5 Februari 2020. Narasi itu terdapat dalam judul sebuah artikel di situs Jurnas.com yang berbunyi "Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Virus Corona dengan Ganja".

Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Nayla Putri Pertama tersebut telah mendapat dibagikan lebih dari 150 kali dan disukai lebih dari 500 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Nayla Putri Pertama yang memuat narasi keliru mengenai virus Corona Wuhan.

Apa benar pemerintah Thailand berhasil menyembuhkan pasien virus Corona Wuhan dengan ganja?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, artikel yang diunggah akun Nayla Putri Pertama memang pernah dimuat oleh situs Jurnas.com, yakni pada 3 Februari 2020, dengan judul yang sama. Namun, saat ini, judul artikel tersebut telah diubah.

Di bawah artikel tersebut, Jurnas.com menulis: "Catatan Redaksi, sebelumnya judul berita ini 'Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Virus Corona dengan Ganja', diubah menjadi 'Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Corona dengan Anti Virus' karena tindakan human error salah satu wartawan kami. Kami sampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya."

Dalam artikel itu, memang tidak disebutkan perihal penggunaan ganja dalam pengobatan pasien virus Corona Wuhan. Obat yang digunakan para dokter di Thailand, menurut berita di Jurnas.com, adalah obat antiflu dan obat anti-HIV.

Berita mengenai penggunaan obat antiflu dan obat anti-HIV oleh para dokter di Thailand juga dimuat oleh beberapa situs media asing. Situs South China Morning Post memuat berita itu dengan judul "Coronavirus: Thailand has apparent treatment success with antiviral drug cocktail".

Situs Telegraph.co.uk memuat berita itu dengan judul "Coronavirus: Thai doctors 'successfully treat' virus but stocks plunge in China". Adapun situs media Indonesia, Merdeka.com, memuat berita tersebut dengan judul "Dokter Thailand: Pasien Corona Sembuh dengan Kombinasi Obat Flu dan HIV".

Gambar tangkapan layar berita di situs Merdeka.com.

Berdasarkan berita-berita tersebut, para dokter di Thailand berupaya mengobati salah satu pasien yang positif terinfeksi virus Corona Wuhan dengan kombinasi obat antiflu, oseltamivir, serta obat anti-HIV, lopinavir dan ritonavir. Menurut dokter, 48 jam setelah diberi obat-obat itu, pasien tersebut dinyatakan negatif dari virus Corona.

Untuk mengetahui apakah obat antiflu dan obat anti-HIV yang digunakan untuk mengobati pasien virus Corona Wuhan itu mengandung ganja, Tim CekFakta Tempo mewawancarai Guru Besar Universitas Airlangga, Chairul Anwar Nidom. Menurut dia, tidak ada kandungan ganja pada obat antiflu dan obat anti-HIV yang digunakan pada pasien virus Corona Wuhan di Thailand itu.

Ketua Tim Riset CoV-Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation ini mengatakan obat tersebut merupakan obat antiflu yang umum digunakan. "Sifatnya coba-coba, siapa tahu bisa, bukan drug of choice untuk nCoV (Corona Wuhan). Sama saja dengan saya menawarkan empon-empon (curcumin) untuk melindungi paru-paru menghadapi banjir sitokin," ujarnya.

Ganja belum terbukti bisa membunuh virus Corona Wuhan

Klaim bahwa ganja (mariyuana atau kanabis) bisa membunuh virus Corona Wuhan memang beredar dalam beberapa hari terakhir, terutama di India. Sejumlah organisasi cek fakta India pun memverifikasi klaim tersebut. Menurut Alt News, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ganja bisa mematikan virus Corona Wuhan.

Suranjit Chatterjee, Konsultan Senior Obat Penyakit Dalam di Indraprastha Apollo Hospitals India, juga menyatakan hal serupa. "Sama sekali tidak ada bukti ilmiah untuk mempercayai klaim semacam itu. Kami masih mencari tahu virusnya. Sampai penelitian yang solid dilakukan, tidak alasan untuk mengikuti klaim tersebut," ujarnya kepada situs The Quint.

Boom Live, yang mengutip penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyatakan bahwa hingga kini belum ada obat khusus yang direkomendasikan untuk mencegah atau mengobati pasien virus Corona Wuhan. Namun, "Mereka yang terinfeksi virus Corona Wuhan harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan gejala, dan mereka yang sakit parah harus menerima perawatan suportif yang optimal."

WHO juga mengatakan, "Beberapa pengobatan yang spesifik sedang diselidiki dan akan diuji klinis. WHO membantu mengkoordinasikan upaya untuk mengembangkan obat-obatan untuk infeksi virus Corona Wuhan dengan berbagai mitra."

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa pemerintah Thailand berhasil menyembuhkan pasien virus Corona Wuhan dengan ganja merupakan narasi yang menyesatkan. Obat antiflu dan obat anti-HIV yang digunakan para dokter di Thailand untuk mengobati pasien virus Corona Wuhan tidak mengandung ganja. Selain itu, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ganja bisa membunuh virus Corona Wuhan.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya