[Fakta atau Hoaks] Benarkah Pasien Virus Corona Wuhan Bisa Sembuh dengan Minum Air Bawang Putih?

Selasa, 28 Januari 2020 14:53 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Pasien Virus Corona Wuhan Bisa Sembuh dengan Minum Air Bawang Putih?

Klaim bahwa pasien yang terinfeksi virus Corona 2019-nCoV yang bermula di Wuhan, Cina, bisa sembuh dengan meminum air rebusan bawang putih viral di media sosial. Salah satu akun yang membagikan klaim itu adalah akun Facebook Cung Fuk Loi Ahok, yakni pada Senin, 27 Januari 2020.

Akun ini mengunggah dua foto yang memperlihatkan tumpukan bawang putih dengan narasi, "Obat buat virus Corona. Di Cina katanya udah masuk di Indonesia. Bawang putih 7/8 biji besar ya. Dikupas buang kulitnya direbus selama 10 menit. Airnya 6/7 gelas. Cara minumnya sehari 2/3 kali. Tolong di-share ya, buat selamatkan keluarga kita atau orang lain."

Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah dibagikan lebih dari 6 ribu kali dan disukai lebih dari 500 kali.

Selain akun Cung Fuk Loi Ahok, akun Cai Chun Xiong Batam membagikan narasi serupa yang disertai dengan video pendek berbahasa Mandarin. Isi video yang diambil dari YouTube itu memperlihatkan seorang perempuan berbahasa Mandarin yang menjelaskan bagaimana rebusan air bawang putih bisa menyembuhkan pasien di Wuhan, Cina, yang terinfeksi virus Corona.

Gambar tangkapan layar unggahan-unggahan di Facebook yang memuat narasi keliru mengenai bawang putih yang bisa menyembuhkan pasien dengan virus Corona Wuhan.

Benarkah pasien yang terinfeksi virus Corona 2019-nCoV bisa sembuh dengan meminum air rebusan bawang putih?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mewawancarai peneliti mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra. Menurut dia, hingga saat ini, belum ada penelitian yang menyatakan bahwa bawang putih bisa menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus Corona 2019-nCoV.

Sebelumnya, terdapat delapan studi tentang efektivitas bawang putih untuk mengobati flu biasa (common cold). Menurut studi yang berjudul "Garlic for the Common", misalnya, kelompok pasien flu yang mengkonsumsi bawang putih sembuh lebih cepat dibandingkan dengan kelompok pasien flu yang menerima placebo (jenis obat kosong yang tidak mengandung zat aktif dan tidak dapat memberikan efek apapun terhadap kesehatan).

Namun, menurut Sugiyono, bukti klinis dari penelitian ini tidak kuat. Bawang putih memang memiliki properti antibakteri dan antivirus, tapi aktivitasnya menurun dengan pemanasan. Sehingga, tidak bisa disimpulkan bahwa bawang putih bisa menyembuhkan flu atau pilek.

"Apalagi virus Corona, itu lebih parah daripada flu. Secara bukti ilmiah, flu biasa juga tidak bisa disembuhkan dengan bawang putih, apalagi untuk virus Corona. Jadi, informasi ini hoax," kata Sugiyono pada Selasa, 28 Januari 2020.

Informasi serupa juga pernah dimuat oleh CureFacts, platform medis yang berbasis ilmu pengetahuan, preferensi pasien, dan keahlian dokter. Menurut CureFacts, efektivitas bawang putih untuk menyembuhkan flu biasa tidak jelas karena baru ada satu penelitian dengan sampel 146 orang dewasa yang dilakukan. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mendukung klaim ini.

Bukan karena bawang putih

Tidak ada berita di media massa yang mengkonfirmasi bahwa pasien yang terinfeksi virus Corona 2019-nCoV sembuh karena meminum air rebusan bawang putih.

Daily Mail, media asal Inggris, menulis bahwa Huang, menjadi pasien pertama di Wuhan, Cina, yang sembuh dari virus Corona karena menjalani perawatan medis di rumah sakit dan usianya masih muda. "Saya pulih lebih cepat karena saya masih muda. Usia saya baru 23 tahun," katanya kepada media di Cina, Pear, yang dikutip oleh Daily Mail.

Huang mengalami demam berulang kali sejak 24 Desember 2019 dan akhirnya dirawat di rumah sakit pada 2 Januari 2020. Setelah dipastikan mengalami pneumonia dan ia juga mengaku bahwa kantornya dekat dengan pasar makanan laut, tim medis memutuskan memindahkannya ke Rumah Sakit Jinyintan, tempat sebagian besar pasien virus Corona dirawat, untuk dikarantina.

Menurut Direktur Pusat Penelitian dan Pendidikan Penyakit Menular Tropis (TIDREC) Universitas Malaya, Sazaly Abu Bakar, tidak seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), 2019-nCoV memiliki rasio fatalitas kasus atau case fatality rate (CFR) hanya sekitar tiga persen sehingga memberikan peluang sembuh yang tinggi terhadap pasien.

"Sampai saat ini, virus 2019-nCoV terlihat tidak terlalu ganas, kecuali pada orang-orang tua dan mereka yang sebelumnya memiliki kondisi kesehatan tertentu," kata Sazaly.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa pasien yang terinfeksi virus Corona 2019-nCoV bisa sembuh dengan meminum air rebusan bawang putih adalah narasi yang keliru. Hingga kini, belum ada penelitian ataupun bukti yang menyatakan bahwa bawang putih bisa menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus Corona tersebut.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya