[Fakta atau Hoaks] Benarkah KPU Disuap untuk Amankan Kasus Ijazah Palsu Jokowi?

Rabu, 15 Januari 2020 16:09 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah KPU Disuap untuk Amankan Kasus Ijazah Palsu Jokowi?

Akun Facebook Bambang Tri membagikan dua unggahan tentang ijazah palsu Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 14 Januari 2020. Unggahan pertamanya, yakni pada pukul 09.03 WIB, berbunyi: "TNI boleh kudeta Jokowi sekarang. Soal ijazah palsu Jokowi. Atau Jokowi bikin Supersemar. Mundur teratur!"

Dalam unggahan ini, Bambang Tri menyertakan foto yang diklaim sebagai foto Jokowi di ijazahnya. Dalam foto itu, tertera tulisan "Rahang Palsu" dengan dua garis yang menunjukkan bagian rahang orang dalam foto tersebut.

Adapun unggahan keduanya, yakni pada pukul 11.18 WIB, terdapat potongan foto seorang guru yang sedang memegang lembaran fotocopy sebuah ijazah. Ada pula foto ijazah yang ukurannya diperbesar sehingga foto dan tulisan yang tertera di situ tidak terlihat dengan jelas.

Dalam unggahannya, Bambang Tri juga menulis: "Politik cerdik Mega: mengarahkan KPK ke KPU agar Puan selamat soal e-KTP. Jokowi jadi korban, opini publik terbentuk. KPU juga disuap. Jokowi lebih besar lagi, including pengamanan ijazah palsu Jokowi."

Gambar tangkapan layar dua unggahan akun Facebook Bambang Tri yang memuat narasi keliru mengenai ijazah Presiden Jokowi.

Benarkah KPU disuap untuk mengamankan kasus ijazah palsu Jokowi?

PEMERIKSAAN FAKTA

Tim CekFakta Tempo memeriksa dua foto yang diunggah oleh Bambang Tri tersebut dengan reverse image tools Google. Tempo memulai dari foto dalam unggahannya yang kedua, tepatnya potongan foto seorang guru yang memegang lembaran fotocopy sebuah ijazah.

Hasilnya, ditemukan foto utuh dari potongan foto tersebut yang pernah dipublikasikan oleh Tribun Solo pada 19 Mei 2016. Foto tersebut dimuat pada berita yang berjudul "Presiden Jokowi Berprestasi Sejak SD, Ini Lo Foto Ijazahnya".

Menurut berita ini, foto tersebut memperlihatkan momen ketika Kepala SD Tirtoyoso 111, Martharini Christiningsih, menunjukkan ijazah Jokowi. SD Tirtoyoso 111 adalah tempat Jokowi menempa pendidikan sekolah dasar hingga lulus pada 31 Desember 1973.

Berita itu tidak menyebutkan satu pun informasi mengenai ijazah palsu Jokowi. Sebaliknya, berita tersebut justru menunjukkan bahwa Jokowi memang benar lulusan SD Tirtoyoso 111 di mana ia mengantongi nilai 9 pada tiga mata pelajaran.

Dalam berita ini, terdapat pula foto ijazah Jokowi yang sama dengan yang diunggah Bambang Tri. Namun, foto itu memperlihatkan ijazah Jokowi secara utuh, tidak diperbesar seperti yang terdapat dalam unggahan Bambang Tri.

Tribun Solo pun menulis : "Wajah Jokowi kecil masih terlihat mirip dengan yang sekarang. Namun, dalam foto ijazahnya, Jokowi tampak lebih gemuk daripada sekarang."

Terkait foto dalam unggahan Bambang Tri yang pertama, Tempo menelusurinya dengan cara memasukkan kata kunci "ijazah palsu Jokowi" ke mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan bahwa isu soal ijazah palsu tersebut pernah ramai pada Januari 2019.

Berbagai pemberitaan mengenai isu ijazah palsu itu pun menyertakan foto ijazah Jokowi yang disebut palsu. Foto Jokowi dalam ijazah ini sama dengan yang terdapat dalam unggahan pertama Bambang Tri. Faktanya, foto Jokowi dalam ijazah tersebut diambil saat Jokowi lulus SMA pada 1980.

Dengan demikian, tidak tepat membandingkan foto Jokowi saat lulus SD dengan saat lulus SMA. Apalagi, dalam beritanya, Tribun Solo telah memberikan keterangan bahwa, saat SD, Jokowi terlihat lebih gemuk daripada sekarang.

Gambar tangkapan layar berita di Detik.com mengenai ditangkapnya penyebar hoaks ijazah palsu Jokowi.

Isu ijazah palsu Jokowi

Dikutip dari situs Detik.com, ijazah SMA Jokowi dituding palsu lantaran tertulis lulus pada 1980. Netizen menganggap SMAN 6 Surakarta tempat Jokowi bersekolah baru berdiri pada 1986. Sedangkan di ijazah Jokowi tertulis 'SMPP'. SMPP adalah Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan yang merupakan cikal bakal SMAN 6 Surakarta.

Kepala SMAN 6 Surakarta, Agung Wijayanto, mengatakan Jokowi merupakan siswa SMPP. Dia memastikan ijazah Jokowi tersebut asli. "Iya benar ijazahnya asli. Cuma memang capnya berbeda, tulisannya SMPP (SMA 6)," kata Agung pada 17 Januari 2019.

Polisi pun menangkap Umar Kholid Harahap, 28 tahun, yang diduga menyebarkan kabar bohong mengenai ijazah palsu Jokowi itu. Umar ditangkap pada 20 Januari 2019. Atas perbuatannya, Umar terancam pidana 3 tahun penjara.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi yang menyebut ijazah Jokowi palsu keliru. Tidak terbuktinya klaim "ijazah palsu Jokowi" ini sekaligus menggugurkan klaim bahwa KPU disuap untuk menutupi kasus ijazah palsu tersebut.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya