[Fakta atau Hoaks] Benarkah Jokowi Sebut Cina Bukan Mencuri Tapi Hanya Mengejar Ikan yang Lari ke Natuna?

Senin, 13 Januari 2020 10:34 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Jokowi Sebut Cina Bukan Mencuri Tapi Hanya Mengejar Ikan yang Lari ke Natuna?

Artikel yang berjudul "Setelah Dikomfirmasi, Jokowi Sebut China Hanya Mengejar Ikan yang Lari ke Indonesia Melalui Natuna, Jadi Bukan Mencuri" viral di media sosial. Artikel yang berasal dari blog yang bernama Operainf ini muncul setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi berkunjung ke Natuna, Kepulauan Riau, pada Rabu, 8 Januari 2020. Kunjungan ini dilakukan di tengah polemik manuver kapal Cina di perairan Natuna pada akhir Desember 2019 lalu.

Gambar tangkapan layar artikel di blog Operainf yang memuat klaim keliru mengenai pernyataan Presiden Jokowi soal Natuna.

Salah satu akun yang mengunggah tautan artikel itu, yakni di Facebook, adalah akun Al Ibnu Bahar. Akun ini membagikan tautan artikel tersebut pada Kamis, 9 Januari 2020. Dalam unggahannya, akun Al Ibnu Bahar juga memberikan narasi, "Ha . ha... benar2 pakar ikan......tidak salah jika selama ini teka-teka selalu tentang ikan." Hingga kini, unggahan itu telah dikomentari lebih dari 600 kali dan dibagikan lebih dari seribu kali.

Selain dibagikan dalam bentuk tautan, artikel ini juga tersebar dalam bentuk gambar tangkapan layar. Salah satu akun Facebook yang membagikan gambar tangkapan layar artikel tersebut adalah akun Rhatu Aulialailalia, yakni pada Jumat, 10 Januari 2020. Dalam unggahannya, akun ini hanya memberikan narasi, "Oh gitu,,, Wkwkwkwk." Hingga kini, unggahan itu telah dibagikan lebih dari 300 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Al Ibnu Bahar (kiri) dan akun Rhatu Aulialailalia di Facebook yang berisi klaim keliru dari blog Operainf.

Benarkah Jokowi menyebut Cina bukan mencuri tapi hanya mengejar ikan yang lari ke perairan Natuna sebagaimana yang dimuat dalam artikel di blog Operainf?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula mencari pemberitaan dari media kredibel dengan memasukkan kata kunci "Jokowi menyebut Cina hanya mengejar ikan yang lari ke Natuna" di mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun berita di media kredibel yang memuat klaim "Jokowi menyebut Cina hanya mengejar ikan yang lari ke Natuna".

Tempo pun memasukkan satu per satu paragraf dalam artikel di blog Operainf ke mesin pencarian Google untuk mengecek apakah isi artikel itu mencomot isi sebuah berita. Berdasarkan penelusuran Tempo, paragraf pertama artikel blog Operainf itu diambil dari berita di situs Liputan6.com yang berjudul "Bersengketa soal Natuna, Bagaimana Nasib Investasi China di Indonesia?".

Blog Operainf tidak mengedit paragraf pertama berita yang dimuat pada 9 Januari 2020 itu. Paragraf tersebut berbunyi: "Hubungan Pemerintah Indonesia dan China memanas menyusul dugaan pencurian dilakukan kapal Negeri Tirai Bambu di perairan Natuna. Indonesia sendiri sudah menyampaikan protes lewat nota diplomatik ke China."

Sementara itu, paragraf kedua hingga terakhir artikel di blog Operainf dicuplik dari berita di laman Detik.com yang berjudul "Pesan dari Kunjungan Jokowi ke Natuna". Namun, blog Operainf menyunting beberapa paragraf dalam berita yang dimuat pada 9 Januari 2020 itu serta menambahkan beberapa kalimat baru.

Gambar tangkapan layar berita di Detik.com yang dicomot oleh blog Operainf.

Pertama, paragraf ketiga, keempat, dan kelima berita di Detik.com. Ketiga paragraf itu berbunyi:

Dari atas KRI Usman Harun, sekitar 10 menit Jokowi meninjau situasi di Perairan Natuna bersama sejumlah jajaran yang mendampinginya, antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Jokowi memastikan ada penegakan hukum hak berdaulat Indonesia atas sumber daya alam di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

"Saya ke sini juga ingin memastikan penegakan hukum atas hak berdaulat kita, hak berdaulat negara kita Indonesia atas kekayaan sumber daya alam laut kita di zona ekonomi eksklusif. Kenapa di sini hadir Bakamla dan Angkatan Laut? Untuk memastikan penegakan hukum yang ada di sini," ujar Jokowi.

Oleh blog Operainf, ketiga paragraf itu diedit menjadi:

Dari atas KRI Usman Harun, Jokowi memastikan tak ada pelanggaran oleh china, baik itu dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) maupun pencurian ikan yang banyak disebut-sebut media.

"Saya sudah komfirmasi, mereka (nelayan China) kesini buka mencuri ikan, namun mengejar ikan yang lari keperairan Indonesia, jadi dari daerah mereka (China) itu ikannnya lari ke Indonesia melalui Perairan Natuna, nah itu yang terjadi," ujar Jokowi.

Kedua, paragraf ketujuh berita di Detik.com. Paragraf itu berbunyi:

"Hari ini saya ingin memastikan dan memberitahukan bahwa Kepulauan Natuna adalah teritorial kita yang masuk dalam NKRI," kata Jokowi seperti dilansir Antara.

Oleh blog Operainf, paragraf itu diedit dan ditambahkan dengan kalimat baru menjadi:

"Hari ini saya ingin memastikan dan memberitahukan bahwa Kepulauan Natuna adalah teritorial kita yang masuk dalam NKRI dan China juga tau akan hal itu," kata Jokowi seperti dilansir Antara.

China akan meninggalkan perairan Natuna setelah menagkap ikan "buronannya" yang tidak tau pasti berapa jumlahnya.

Pernyataan Jokowi saat berkunjung ke Natuna pun didokumentasikan oleh laman Liputan6.com dalam sebuah video. Video yang diberi judul "Jokowi ke Natuna, Pastikan Penegakan Hukum Hak Berdaulat RI" itu dimuat pada 8 Januari 2020. Dalam video itu, Jokowi menyatakan hal yang sama dengan yang dimuat dalam berita Detik.com di atas.

"Saya ke sini juga ingin memastikan penegakan hukum atas hak berdaulat kita, hak berdaulat negara kita Indonesia, atas kekayaan sumber daya alam laut kita di zona ekonomi eksklusif. Kenapa di sini hadir Bakamla, kenapa di sini hadir Angkatan Laut? Untuk memastikan penegakan hukum yang ada di sini," ujar Jokowi.

Bukan media kredibel

Blog Operainf bukanlah situs media kredibel karena hanya mengambil konten dari situs media lain tanpa menyebutkan sumbernya. Selain itu, blog tersebut tidak mencantumkan susunan redaksi, penanggung jawab, serta alamat perusahaan.

Padahal, ketentuan terkait ini diatur dalam Pasal 12 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang berbunyi "Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat, dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan."

Selain itu, dalam blog Operainf, tidak ditemukan Pedoman Pemberitaan Media Siber. Padahal, kewajiban untuk mencantumkan Pedoman Pemberitaan Media Siber bagi perusahaan media juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yakni Pasal 8.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa Presiden Jokowi menyebut Cina bukan mencuri tapi hanya mengejar ikan yang lari ke perairan Natuna adalah klaim yang keliru. Blog yang memuat klaim itu, blog Operainf, telah mengedit isi berita di situs Detik.com dan menambahkannya dengan beberapa kalimat baru yang tidak pernah diucapkan oleh Jokowi.

ANGELINA ANJAR SAWITRI

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya