[Fakta atau Hoaks] Benarkah Prabowo Minta Menhan Cina Bebaskan Muslim Uighur?

Senin, 30 Desember 2019 16:30 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Prabowo Minta Menhan Cina Bebaskan Muslim Uighur?

Narasi bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meminta kepada Menhan Cina untuk membebaskan muslim Uighur beredar di media sosial. Salah satu akun yang membagikan narasi ini adalah akun Raden Cemong Natadiningrat, yakni di Facebook pada Ahad, 29 Desember 2019.

Akun Raden Cemong Natadiningrat juga menulis bahwa Prabowo telah menyiapkan prajurit TNI untuk berperang melawan Cina. Tujuan perang melawan Cina tersebut adalah untuk membebaskan muslim Uighur dari kamp militer Cina. Narasi ini diunggah bersama dengan foto Prabowo.

Berikut narasi lengkap yang diunggah akun Raden Cemong Natadiningrat:

"16 Desember 2019
Tepat Ny Hari Senin Kemarin..
MENHAN PRABOWO SUBIANTO..
Sudah Hadir Di China..
Dan Berjumpa Pada MENHAN China.

MENHAN PRABOWO Meminta Pada
MENHAN CHINA.. Untuk membebas kan
Para Sandara yang Di tahan Di Cham Militer
China..
MENHAN PRABOWO Akan Membebas kan
Warga Dan Sandar UYGHUR ' Secepat Ny...

Personil TNI Sudah Di Siap kan Untuk Misi
Pembesan Warga UYGHUR YANG Di China.

MENHAN CHINA meminta 2 SYARAT.
PADA MENHAN PRABOWO...
1. MENHAN China Meminta INDONESIA.
Berkerja sama
Dalam Bidang Latihan MILITER Gabungan.

2. MENHAN China Meminta Pada MENHAN.
PRABOWO Untuk Mengirim Angota Pasukan
Elit TNI. indonesia Untuk Melakukan.
Kerjasama Dalam Bidang Study MILITER..

Dua Persyaratan Itu Di ajukan Menhan China
Pada Menhan Prabowo..
Namun Di TOLAK ' Sama Menhan PRABOWO.
Alasan Ny.. Itu Sudah Ada Dalam Bidang Bilateral Dalam Negara..
Jadi MENHAN PRABOWO MENOLAK Dengan Tegass..

MENHAN.. PRABOWO SUBIANTO..
Mengecam & Mengutuk Pada Negara China.
Menhan Memberikan STMEN..
PADA PEMERINTAH CHINA..

PRAJURIT TNI INDONESIA..
SUdah Di Siap kan Untuk BERPERANG...
MELAWAN CHINA...
UNTUK Membebas kan Saudara" Kami Umat
Muslim Yang Di Siksa Dan Di tangkap..
Kapan Pun Kami Siapp" BERPERANG...!!!
Itu Lah Perkataan MENHAN PRABOWO
pada MENHAN CHINA..

NATO JUGA SIAPP" BERPERANG...
33 NEGARA NATO & EROPA...
SEDANG MEMINTA IZIN PADA PBB..!!!
UNTUK BERPERANG..."

Hingga kini, unggahan itu telah disukai lebih dari 400 kali, dibagikan 90 kali, dan dikomentari lebih dari 100 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Raden Cemong Natadiningrat di Facebook yang memuat narasi keliru mengenai Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Benarkah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meminta kepada Menhan Cina untuk membebaskan muslim Uighur?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan arsip pemberitaan Tempo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memang melakukan kunjungan kehormatan ke Cina, yakni pada 15-19 Desember 2019. Namun, dalam kunjungan pertamanya ke Cina itu, Prabowo membahas berbagai upaya dengan Cina untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan.

"Indonesia dan Tiongkok selama ini telah menjalin kerja sama yang baik di bidang pertahanan, baik secara bilateral maupun dalam kerangka regional. Tiongkok juga menjadi salah satu mitra Indonesia dalam modernisasi sistem pertahanan," kata Duta Besar RI untuk Cina, Djauhari Oratmangun.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo bertemu dengan Menteri Pertahanan Nasional Cina, Jenderal Wei Fenghe, dan Wakil Komisi Militer Pusat Cina, Jenderal Xu Qiliang. Prabowo juga direncanakan berkunjung ke State Administration for Science, Technology and Industry for National Defense (SASTIND).

Dikutip dari kantor berita Cina, Xinhua, dalam pertemuannya bersama Prabowo, Menteri Pertahanan Nasional, Jenderal Wei Fenghe, mengatakan bahwa militer Cina bersedia untuk bergandengan tangan dengan militer Indonesia dalam pengimplementasian konsensus yang ingin dicapai oleh kedua kepala negara.

Selain itu, menurt Wei Fenghe, kerja sama tersebut ditujukan untuk meningkatkan pertukaran informasi tingkat tinggi, memperdalam rasa saling percaya, meningkatkan koordinasi multilateral, serta memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk latihan bersama.

Adapun Prabowo, dikutip dari Xinhua, mengatakan bahwa penting bagi Indonesia untuk membangun hubungan dengan Cina. Dia juga ingin memperkuat kerja sama pragmatis dengan Cina di berbagai bidang, termasuk pertahanan dan keamanan.

Berdasarkan penelurusan Tempo terhadap media-media nasional, tidak satu pun berita yang menyebut bahwa Prabowo meminta agar Cina membebaskan muslim Uighur dalam pertemuannya dengan Menhan Cina. Menurut berbagai pemberitaan media, pertemuan itu membahas peningkatan kerja sama bidang pertahanan dan militer antara Indonesia dan Cina.

Gambar tangkapan layar berita di Kumparan.com soal pertemuan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan Menteri Pertahanan Nasional Cina.

Seperti yang disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Cina, Djauhari Oratmangun, dalam siaran persnya, pertemuan antara Prabowo dengan Menhan Cina di gedung Kementerian Pertahanan Nasional Cina di kawasan Deshengmen, Beijing, tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama bidang pertahanan dan militer.

"Dialog yang bersahabat dan cair antara dua rekan sejawat ini membahas tentang berbagai isu terkait pertahanan negara, kerja sama kedua angkatan bersenjata Indonesia dan Tiongkok, serta masalah stabilitas dan keamanan kawasan," ujar Djauhari seperti dikutip dari laman Kumparan.com.

Tak hanya itu, dikutip dari situs CNN Indonesia, Prabowo menjajaki potensi kerja sama dengan industri pertahanan di Cina, khususnya terkait alih teknologi alat utama sistem pertahanan atau alutsista. Nantinya, kerja sama itu harus menguntungkan Indonesia agar pertahanan militer Indonesia semakin maju.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meminta kepada Menhan Cina untuk membebaskan muslim Uighur merupakan narasi yang keliru. Pertemuan antara Prabowo dan Menhan Cina itu digelar untuk membahas peningkatan kerja sama bidang pertahanan dan militer antara Indonesia dan Cina.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya