[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto-foto Perlakuan Pemerintah Cina di Kamp Muslim Uighur?

Kamis, 19 Desember 2019 15:29 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto-foto Perlakuan Pemerintah Cina di Kamp Muslim Uighur?

Sejumlah foto yang diklaim berisi perlakuan pemerintah Cina di kamp muslim Uighur banyak beredar di media sosial, terutama Facebook. Foto-foto itu menyebar di tengah sorotan dunia atas dugaan persekusi terhadap muslim Uighur di Xinjiang, Cina.

Foto-foto yang beredar itu sebagian besar memperlihatkan kekerasan dan penyiksaan. Sepuluh di antaranya diunggah oleh akun Iik Kurniawan pada 17 Desember 2019 dengan narasi “Kekejaman Kerajaan China kepada Muslim Uighur”.

Akun Iik Kurniawan juga menulis, “Seharusnya di zaman sekarang yang di mana-mana orang Islam banyak dibantai, Rohingya, Palestina, Kashmir, Suriah, dan Uighur. Kita melakukan qunut nazilah setiap hari, setiap sholat lima waktu, bukan malah saling menyalahkan.”

Gambar tangkapan layar unggahan akun Iik Kurniawan di Facebook yang mengklaim bahwa foto-foto yang dibagikannya adalah foto-foto warga muslim Uighur.

Selain akun Iik Kurniawan, akun Ailis N Keys membagikan sepuluh foto yang berbeda yang diklaim berisi perlakuan Cina terhadap muslim Uighur. Ia menuliskan narasi panjang yang diawali dengan tulisan:

“Masih adakah rasa kemanusiaan di hati kalian? Sedih banget melihat cara muslim Uighur diperlakukan oleh pemerintah Cina. Sejarahnya, Xinjiang sebetulnya dulu bukan merupakan bagian dari Cina, melainkan bagian dari Turkistan.”

PEMERIKSAAN FAKTA

Fakta:

Foto ini diambil pada 3 Januari 2003 oleh Agence France-Presse (AFP). Pria yang ditangkap oleh dalam foto ini adalah Huang Hu, kepala sebuah taman kanak-kanak di Cina. Ia dibawa oleh petugas untuk dieksekusi dalam rapat umum di Zhanjiang, sebuah kota di provinsi Guangdong, Cina, yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan. Huang dieksekusi karena telah meracuni 70 anak di sekolah saingannya.

Sumber: Getty Images

-----

Fakta :

Foto ini diambil pada 25 Juli 2011 dalam sebuah sidang yang menghukum Lai Changxing, pendiri Yuanhua Group, terkait skandal penyelundupan pada 2000.

Sumber: VOA Cina

-----

Fakta:

Foto ini memperlihatkan polisi anti huru-hara Cina  yang menghadang seorang wanita beretnis Uighur yang berunjuk rasa di Urumqi, Xinjiang, Cina, pada 7 Juli 2009. Protes tersebut dilakukan setelah petani di Xinjiang ditahan karena berjuang untuk mendapatkan kembali tanahnya yang disita.

Sumber: The Epoch Times (AFP/Peter Parks)

-----

Fakta:

Foto ini memperlihatkan salah satu aksi teatrikal oleh para praktisi Prancis di salah satu distrik terbesar di Cina pada 17 Juli 2004. Aksi teatrikal itu digelar untuk mendemonstrasikan penganiayaan terhadap pengikut Falun Gong yang dilakukan oleh kelompok Jiang. Rezim Jiang menyiksa pengikut Falun Gong agar mereka melepaskan keyakinannya. Metode penyiksaan seperti yang diperagakan dalam foto ini disebut “tiger bench”.

Sumber: Situs resmi organisasi Falun Dafa Minghui

-----

Fakta:

Foto ini memperlihatkan dua pencuri anjing yang babak belur dipukuli massa di bagian barat daya Provinsi Guizhou, Cina, pada November 2015.

Sumber: Tribunnews

-----

Fakta:

Foto ini memperlihatkan Zheng Shoujun, salah satu penganut Falun Gong, yang sedang memperagakan penyiksaan yang dialaminya pada 2004. Penyiksaan itu terjadi saat Shoujun berada di kamp kerja paksa Zhangshi di Kota Shenyang, Cina. Penganut Falun Gong mengalami penyiksaan setelah dilarang oleh oleh pemerintah Cina. Metode penyiksaan seperti yang ditunjukkan dalam foto ini disebut “chicken with a twisted neck."

Sumber: Situs resmi organisasi Falun Dafa Minghui

-----

Fakta:

Foto ini adalah foto aksi protes pengungsi asal Iran di Inggris, Abas Amini, pada 27 Mei 2003. Amini yang merupakan seorang penyair politik ini melakukan aksi protes tersebut karena pemerintah Inggris akan mengembalikannya ke Iran. Dia pun mengklaim akan dieksekusi jika dikembalikan ke negaranya. Sebelumnya, dia telah menghabiskan waktu enam tahun di dalam penjara serta disiksa.

Sumber: Ekstra Bladet

-----

Foto 8 Benarkah Ini adalah Foto-foto Perlakuan Cina di Kamp Muslim Uighur?

Fakta:

Foto ini memperlihatkan tindakan represi oleh otoritas Cina terhadap Wang Shuangyan, seorang penganut Kristen Protestan, yang menjadi salah satu delegasi Kongres Dunia ke-3 tentang Evangelisasi di Cape Town, Afrika Selatan, pada Oktober 2010. Partisipasi para delegasi itu dilarang oleh polisi Cina.

Sumber: Asia News

-----

Fakta:

Foto ini memperlihatkan polisi Cina yang mendorong para wanita Uighur yang melakukan protes di sebuah jalan di Urumqi, Xinjiang, Cina, pada 7 Juli 2009. Ratusan warga Uighur berunjuk rasa setelah kerabat mereka ditahan oleh pihak berwenang.

Sumber: Getty Images

-----

Fakta :

Foto ini adalah foto aksi teatrikal seorang wanita yang memperlihatkan penganiayaan terhadap para pengikut Falun Gong di Cina. Aksi itu dilakukan di Lapangan Xinyi dekat Taipei 101, Taiwan, pada 20 Juli 2008.

Sumber: Situs resmi organisasi Falun Dafa Minghui

-----

Fakta :

Foto ini diambil pada 20 April 2001 ketika seorang tahanan wanita dibawa oleh petugas untuk dieksekusi. Sebelumnya, wanita tersebut dijatuhi hukuman mati dalam rapat umum di Beijing, Cina.

Sumber: Getty Images

-----

Fakta :

Foto ini adalah foto Presiden Cina, Xi Jinping, ketika memeriksa senjata yang digunakan oleh petugas anti huru-hara dalam kunjungan ke kantor polisi di Kashgar, Xinjiang, Cina, pada 28 April 2014.

Sumber: Xinhuanet

-----

Foto 10 Benarkah Ini adalah Foto-foto Perlakuan Cina di Kamp Muslim Uighur?

Fakta:

Foto ini merupakan foto penangkapan seorang pria yang membawa pisau di jalanan di Guangdong, Cina, pada 24 Mei 2012. Pria itu menggunakan pisau yang dibawanya untuk melukai dirinya sendiri. Dia juga mengejar orang-orang yang lewat. Pria itu diduga memiliki gangguan mental.

Sumber: Sina.com

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta ini, narasi yang menyertai foto-foto di atas, bahwa foto-foto itu adalah foto-foto perlakuan pemerintah Cina di kamp muslim Uighur, merupakan narasi yang menyesatkan.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya