[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ada Putri Duyung yang Terdampar di Pantai Nepa Madura?

Rabu, 4 Desember 2019 16:23 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ada Putri Duyung yang Terdampar di Pantai Nepa Madura?

Sejumlah foto yang disebut sebagai foto putri duyung yang terdampar di Pantai Nepa, Banyuates, Madura, beredar di media sosial. Salah satu akun yang mengunggah foto-foto itu adalah akun Facebook Rifqihasand, yakni pada Sabtu, 30 November 2019.

Akun Rifqihasand mengunggah foto-foto tersebut dengan narasi: "Ya Allah, tanda-tanda apakah ini. Warga pesisir Pantai Nepa Banyuates pagi-pagi dikejutkan dengan penemuan terdamparnya putri duyung. Minggu, 01-12-2019."

Salah satu foto yang diunggah akun ini memperlihatkan sejumlah warga yang tengah mengevakuasi sesuatu dalam kantung mayat berwarna oranye di tepi sebuah perairan. Beberapa pria dalam foto tersebut mengenakan masker.

Sementara foto-foto lainnya memperlihatkan makhluk yang terbaring di bawah pepohonan yang tidak jauh dari bibir pantai. Mahluk tersebut memiliki tubuh yang menyerupai manusia, memiliki kepala, tangan, dan sebagainya. Namun, dari bagian perut hingga ke bawah, tubuh makhluk itu menyerupai ikan, memiliki sisik, sirip, serta ekor.

Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Rifqihasand tersebut telah disukai sebanyak 101 kali dan dibagikan sebanyak 389 kali dibagikan.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Rifqihasand di Facebook.

Benarkah makhluk dalam foto di atas merupakan putri duyung yang terdampar di Pantai Nepa, Madura?

PEMERIKSAAN FAKTA

Dengan reverse image tools Google, Tim CekFakta Tempo menemukan beberapa foto yang identik dengan foto yang memperlihatkan sejumlah warga tengah mengevakuasi sesuatu dalam kantung mayat berwarna oranye di tepi sebuah perairan.

Salah satu situs yang memuat foto itu adalah situs media Belitong Ekspres. Foto tersebut digunakan untuk berita dengan judul "Pekerja Warkop Diduga Dibunuh" yang dimuat pada 19 Desember 2016.

Menurut berita itu, pekerja warkop atau warung kopi yang dibunuh tersebut adalah seorang wanita berinisial AS, 30 tahun, yang merupakan warga Kecamatan Gantung, Belitung Timur. Sebelum ditemukan, AS telah menghilang selama tujuh hari.

AS ditemukan tewas di dekat Danau Simpor, tidak jauh dari areal persawahan Danau Nujau, Gantung, pada 18 Desember 2016. Di kawasan Danau Nujau itulah warung kopi tempat AS bekerja berada. Saat ditemukan, AS berada di dalam sebuah karung.

Juga dengan reverse image tools Google, Tempo menemukan sejumlah foto yang identik dengan foto-foto yang diklaim berisi putri duyung. Salah satu situs yang mengunggah foto-foto itu adalah situs Hoax-Slayer, yakni pada 4 Agustus 2006.

Situs ini menjelaskan bahwa foto-foto "putri duyung" tersebut telah beredar melalui email, forum, dan blog sejak 2006. Beberapa klaim menyatakan bahwa sejumlah foto itu merupakan foto putri duyung yang ditemukan oleh seorang nelayan di Teluk Bahang, Malaysia.

Faktanya, "putri duyung" itu merupakan sebuah karya seni ciptaan seniman asal Florida, Amerika Serikat, Juan Cabana. Cabana menjual "putri duyung" dengan nama "SeaMystery" tersebut di situs eBay. Menurut informasi, karya seni itu terjual dengan harga US$ 1.550.

Menurut situs Hoax-Slayer, di eBay, Cabana tidak menyebutkan bahwa "putri duyung" tersebut merupakan salah satu karya seni ciptaannya. Justru, Cabana menuliskan kisah fiksi mengenai "putri duyung" itu.

Gambar tangkapan layar akun Juan Cabana di Pinterest.

Dalam wawancara di podcast Small WORLD, Cabana mengklaim bahwa ia mengarang kisah fiksi dalam deskripsi produknya yang dijual di eBay itu untuk menciptakan antusiasme terhadap pembeli sekaligus menambahkan unsur kesenangan.

Cabana berasumsi bahwa sebagian besar pembeli potensial akan mengerti bahwa kisah itu hanyalah karangan semata. Namun, ketika tersebar ke dunia maya dengan konteks yang jauh berbeda dengan konteks aslinya, foto dan kisah tersebut mengecoh banyak orang.

Foto-foto "putri duyung" tersebut tersebar tanpa seizin atau sepengetahuan Cabana. Menurut dia, untuk membuat "putri duyung" itu, Cabana menggunakan berbagai bahan, mulai dari tengkorak binatang, kulit ikan serta binatang, baja, plastik, hingga kaca fiber.

Dikutip dari situs radio Coast to Coast AM, Cabana menggunakan sisa ikan yang sudah mati serta berbagai macam binatang sebagai medianya menciptakan karya seni. Ciptaannya yang seperti hidup mencerminkan minatnya pada cryptozoology, antropologi, dan fiksi ilmiah. Saat ini, karya seni berwujud monster laut dan putri duyung menjadi fokus utamanya. Cabana berharap, suatu hari nanti, ia memiliki museum makhluk laut terbesar di dunia.

Karya-karya seni Cabana lainnya dapat dilihat di akun Pinterest miliknya.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, "putri duyung" dalam foto unggahan akun Facebook Rifqihasand, yang disebut terdampar di Pantai Nepa, Banyuates, Madura, merupakan karya seni ciptaan seniman Juan Cabana. Dengan demikian, unggahan akun itu termasuk menyesatkan karena cara penyampaian atau kesimpulannya keliru serta mengarahkan ke tafsir yang salah.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekfakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya