[Fakta atau Hoaks] Benarkah PBNU Doakan Jokowi Kualat karena Kadernya Tidak Jadi Menteri Agama?

Kamis, 31 Oktober 2019 17:24 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah PBNU Doakan Jokowi Kualat karena Kadernya Tidak Jadi Menteri Agama?

Sebuah gambar tangkapan layar artikel yang memuat foto Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Utama atau PBNU, Said Aqil Siradj, diunggah oleh akun Hafid Ali di Facebook pada Jumat, 25 Oktober 2019. Artikel tersebut berjudul "Kecewa Kader NU Tak Dijadikan Menteri Agama, PBNU Doakan Jokowi Kualat".

Di atas judul itu, terdapat pula tulisan, "Aqil Sijoj: Pak Jokowi Itu Cucu Kandung Nabi Musa, Coba Tanya Baik-baik Pasti Beliau Mengakuinya."

Akun Hafid Ali pun menuliskan narasi, "Sewaktu menjilat dia berkata: JKW cucu Nabi Musa. Setelah jilatannya ditolak JKW, langsung melaknat JKW".

Gambar tangkapan layar unggahan akun di Facebook yang menyebut bahwa PBNU mendoakan Presiden Jokowi kualat karena kecewa kadernya tidak dijadikan Menteri Agama.

Unggahan itu beredar setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengangkat menteri-menteri di kabinetnya yang baru melalui Keputusan Presiden Nomor 113 Tahun 2019. Dia memperkenalkan para menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Indonesia Maju itu pada 23 Oktober 2019.

Orang yang ditunjuk sebagai Menteri Agama adalah Jenderal (Purnawirawan) TNI Fachrul Razi. Fachrul menjadi pensiunan jenderal TNI pertama yang diangkat menjadi Menteri Agama setelah masa reformasi. Presiden Jokowi berharap Fachrul dapat mengatasi masalah radikalisme dengan pendekatan secara lunak.

Benarkah PBNU mendoakan Jokowi kualat karena kecewa kadernya tidak dijadikan Menteri Agama?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk menelusuri kebenaran narasi yang menyebut PBNU mendoakan Jokowi kualat karena kecewa kadernya tidak dijadikan Menteri Agama, Tim CekFakta Tempo memasukkan kata kunci "Kader PBNU Kecewa" dalam mesin pencarian Google. Melalui cara itu, ditemukan sebuah artikel di situs Kabar Islam News berjudul sama dengan artikel dalam gambar tangkapan layar akun Hafid Ali di Facebook. Berita itu dimuat pada 23 Oktober 2019.

Berita itu menyebut bahwa pengurus Rabithah Maahid Al-Islamiyyah (RMI) PBNU, Ridwan Darmawan, kecewa karena tidak ada kader PBNU yang masuk kabinet baru Presiden Jokowi. Padahal, sebelumnya, muncul kabar bahwa Jokowi bakal menjadikan kader PBNU sebagai Menteri Agama. Menurut dia, PBNU memiliki peran besar dalam memenangkan Jokowi dan wakilnya, Ma'ruf Amin. Karena itu, Jokowi seharusnya memberikan posisi Menteri Agama kepada kader PBNU.

Tak lama setelah artikel itu beredar, Ridwan mengeluarkan pernyataan tertulis bahwa pernyataannya itu tidak mewakili PBNU, melainkan dirinya pribadi. Menurut Ridwan, pernyataannya dalam berita itu merupakan hasil obrolan santai. Ia pun merasa tidak dimintai konfirmasi atas pengutipan pernyataannya itu dalam pemberitaan.

Sementara itu, terkait foto Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dalam gambar tangkapan layar tersebut, Tempo menelusurinya dengan reverse image tools yang dimiliki Google. Dengan cara itu, Tempo menemukan foto tersebut pernah dipublikasikan di situs berita Media Indonesia pada 19 April 2019.

Di dalam foto tersebut, Said Aqil diapit oleh Ketua PBNU Marsudi Syuhud (kiri) dan Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf (kanan). Foto itu diambil oleh fotografer Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, Risyal Hidayat.

Namun, judul berita asli yang memuat foto itu adalah "PBNU dan 10 Ormas Islam: Keselamatan Umat yang Terpenting". Berita itu berisi konferensi pers Said Aqil bersama sepuluh ormas Islam mengenai pernyataan sikap mereka usai Pemilu 2019. Dalam berita itu, tidak ada pernyataan bahwa PBNU mendoakan Jokowi kualat karena kadernya tidak dijadikan Menteri Agama.

Gambar tangkapan layar unggahan berita di Media Indonesia yang memuat foto Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

Berdasarkan penelusuran melalui mesin pencarian Google, foto itu berulang kali dipakai oleh sejumlah media. Tapi tidak satu pun media yang memuat foto itu dalam berita dengan judul PBNU mendoakan Jokowi kualat karena kecewa kadernya tidak dijadikan Menteri Agama.

Adapun terkait klaim yang menyebut Said Aqil pernah menyatakan bahwa PreisdenJokowi adalah cucu Nabi Musa, klaim itu pernah beredar dalam bentuk gambar tangkapan layar pada akhir Agustus 2019. Lewat penelusuran melalui mesin pencari Google, tidak satu pun media yang pernah mempublikasikan berita dengan judul semacam itu. Kementerian Komunikasi dan Informatika pun telah menyatakan bahwa gambar tangkapan layar tersebbut hoaks.

KESIMPULAN

Pemeriksaan fakta di atas menunjukkan unggahan akun Hafid Ali di Facebook yang memuat narasi bahwa PBNU mendoakan Presiden Jokowi kualat karena kecewa kadernya tidak dijadikan Menteri Agama adalah keliru.

IKA NINGTYAS