[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ada Demonstran yang Dicekik Polisi hingga Tewas?

Kamis, 3 Oktober 2019 11:04 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ada Demonstran yang Dicekik Polisi hingga Tewas?

Informasi yang menyebut seorang demonstran dicekik polisi hingga tewas beredar di media sosial. Unggahan itu dibagikan oleh akun Khairuna Nona di Facebook pada Senin, 30 September 2019. Pada hari itu, demonstrasi di depan gedung DPR, Jakarta, kembali digelar oleh mahasiswa dan pelajar. Unggahan Khairuna itu dilengkapi dengan sebuah video yang menampilkan seorang laki-laki yang sedang ditangkap oleh polisi.

Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang menyebut ada seorang demonstran yang dicekik polisi hingga tewas.

Dalam unggahan itu, Khariuna menulis, “Demonstran tewas di cekik aparat, sdh minta ampun masih ditekan tulang punggung & lehernya dan tangan ditarik ke belakang hingga akhirnya tewas. Viralkan agar pelaku diproses sesuai hukum yg berlaku."

Sementara video yang melengkapi unggahan itu menampakkan seorang pria berjas biru tua yang ditangkap beberapa polisi. Kedua tangan pria itu ditarik ke belakang. Oleh polisi, badan pria itu ditelungkupkan ke tanaman yang ada di pinggiran pagar besi. Pria itu pun terus-menerus berteriak dan meronta. Pada detik terakhir, ia terkulai lemas.

Sejak diunggah, video berdurasi 59 detik itu telah dikomentari hingga 144 kali dan dibagikan sebanyak 6.800 kali.

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, video serupa juga banyak beredar di YouTube. Salah satu yang mengunggahnya adalah kanal Sergap, program berita kriminal stasiun televisi RCTI. Video itu diunggah pada Selasa, 17 September 2019, dengan judul "Mahasiswa Ini Pura-pura Kesurupan saat Ditegur Satlantas".

Dalam video itu, disebutkan bahwa mahasiswa tersebut pura-pura kesurupan saat ditangkap polisi. Ia ditangkap lantaran berbuat onar di jalan dan nyaris menyerang petugas. Disebutkan pula dalam video itu bahwa mahasiswa itu adalah mahasiswa salah satu universitas di Pontianak, Kalimantan Barat.

Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kota Pontianak, Komisaris Salbiah, mahasiswa itu berteriak-teriak saat berada di atas motor. Dia juga mengendarai motornya secara zig-zag. Polisi pun menghentikannya. "Kemudian, dia menarik baju anggota saya. Saya suruh lepaskan, dia tidak mau. Dibantulah sama temannya, Franky. Ada juga satpol PP yang bantu kita angkat dia. Tapi dia memang berusaha tidak mau berdiri,” Kata Salbiah.

Menurut video itu, mahasiswa tersebut mengaku tengah mengalami masalah dengan salah satu dosennya. Saat berada di jalan, ia juga terjebak macet karena unjuk rasa para pengemudi truk. Ia pun melampiaskan kekesalannya dengan berbuat onar di jalan. Petugas pun membawanya ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Selain oleh kanal Sergap, berita mengenai mahasiswa yang pura-pura kesurupan saat ditangkap polisi ini juga diunggah oleh situs Antvklik.com pada 17 September lalu. Berita itu diberi judul "Mahasiswa Pura-pura Kesurupan saat Kendaraannya Dihentikan Polisi".

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, mahasiswa yang menggunakan almamater dalam video tersebut bukan seorang demonstran. Ia ditangkap polisi lantaran mengganggu pengguna jalan lain dan melawan petugas saat hendak dihentikan. Dengan demikian, pernyataan bahwa ada demonstran yang dicekik polisi hingga tewas adalah sesat karena cara penyampaian atau kesimpulannya keliru serta mengarahkan ke tafsir yang salah.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekfakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id