[Fakta atau Hoaks] Benarkah Majalah Tempo Menerbitkan Edisi Berjudul Novel Baswedan Penjual Rahasia Negara ke Indonesia Leaks?

Kamis, 19 September 2019 13:59 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Majalah Tempo Menerbitkan Edisi Berjudul Novel Baswedan Penjual Rahasia Negara ke Indonesia Leaks?

Gambar yang diklaim sebagai cover Majalah Tempo kembali dibagikan di sejumlah grup WhatsApp. Gambar yang menyerupai cover Majalah Tempo edisi 5-11 Agustus 2019 yang berisi gambar penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, itu tersebar pada Selasa, 19 September 2019.

Gambar itu memuat karikatur Novel yang secara simbolik kedua matanya ditutup dengan tangan. Terdapat pula judul dalam huruf kapital yang berbunyi, “Novel Baswedan Penjual Rahasia Negara ke Indonesia Leaks”.

Gambar yang menyerupai cover Majalah Tempo yang beredar di grup WhatsApp.

Gambar yang menyerupai cover Majalah Tempo itu beredar di WhatsApp tiga hari setelah muncul artikel di laman Seword.com yang berjudul “Terbongkar!!! Penyidik KPK Membocorkan data ke Media Tempo untuk Eksistensi Indonesia Leaks?” pada 17 September 2019. Artikel opini itu ditulis oleh Niha Alif dan telah dibaca hingga 19,8 ribu kali.

Sebelumnya, pada 16 September 2019, beredar pula gambar yang diklaim sebagai cover Majalah Tempo yang berjudul “Saya Tetap Percaya Presiden”. Gambar itu disebut sebagai cover yang menggantikan cover Majalah Tempo edisi 16-22 September 2019 yang berjudul “Janji Tinggal Janji”.

Artikel ini akan memeriksa dua hal:

  • Benarkah Majalah Tempo menerbitkan edisi yang berjudul “Novel Baswedan Penjual Rahasia Negara ke Indonesia Leaks” pada 5-11 Agustus 2019?
  • Benarkah Novel menjual rahasia negara kepada Indonesia Leaks?

PEMERIKSAAN FAKTA

Cover Hoaks

Majalah Tempo edisi 5-11 Agustus 2019 memang memuat gambar Novel Baswedan yang secara simbolik kedua matanya ditutup dengan tangan. Tapi edisi itu berjudul "Novel Baswedan: Polisi Tahu Saya Akan Diserang", bukan “Novel Baswedan Penjual Rahasia Negara ke Indonesia Leaks”. Arsip edisi tersebut bisa dilihat di laman resmi Majalah Tempo.

Cover Majalah Tempo edisi 5-11 Agustus 2019.

Dalam edisi tersebut, Majalah Tempo tidak menulis laporan tentang Novel Baswedan yang menjual rahasia negara kepada Indonesialeaks. Laporan utamanya berisi tentang kegagalan tim gabungan pencari fakta bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang tidak berhasil mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.

Ada lima tulisan yang diturunkan dalam laporan utama edisi tersebut, yakni tiga tulisan panjang berjudul “Novel Tanpa Ujung”, “Setelah 28 Bulan”, dan “Amarah Iwan dan Pertemuan Pattimura”, serta dua tulisan wawancara, yakni wawancara dengan Kepala Biro Penerangan Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo yang berjudul “Penyiraman Novel tak Terkait dengan Buku Merah” dan wawancara dengan Novel yang berjudul “Polisi Tahu Saya akan Diserang”.

Saat dihubungi, Pemimpin Redaksi Tempo.co, Wahyu Dhyatmika, juga memastikan bahwa Majalah Tempo tidak pernah menerbitkan edisi dengan judul “Novel Baswedan Penjual Rahasia Negara ke Indonesia Leaks". "Jelas ini merupakan upaya mendiskreditkan Tempo, KPK, dan Novel Baswedan dengan hoaks dan manipulasi informasi,” kata Wahyu pada Selasa, 19 September 2019.

Tentang Indonesialeaks

Indonesialeaks merupakan kanal bagi para informan publik yang ingin membagi dokumen penting tentang skandal yang layak diungkap. Mereka bisa merahasiakan identitasnya. Prinsip anonimitas ini bertujuan untuk menjamin keselamatan para informan.

IndonesiaLeaks diluncurkan pada 14 Desember 2017 yang disertai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama oleh sembilan media dan lima organisasi masyarakat sipil.

Salah satu inisiator Indonesialeaks yang juga Ketua Aliansi Jurnalis Independen atau AJI, Abdul Manan, mengatakan bocoran dokumen dari peniup peluit atau whistle blower yang dikirimkan melalui platform Indonesilaeks itulah yang menjadi bahan awal bagi media yang tergabung dalam Indonesialeaks untuk melakukan kolaborasi liputan.

“Saya tidak tahu atas dasar apa tudingan seperti itu disampaikan kepada Indonesialeaks,” kata Manan saat dihubungi pada Selasa, 19 September 2019.

Manan pun menyatakan AJI berani memastikan bahwa apa yang dituduhkan itu tidak benar. Dia mengambil contoh liputan Indonesialeaks soal buku merah yang berkisah tentang perusakan dokumen oleh penyidik Polri yang bertugas di KPK.

Liputan itu bermula dari adanya dokumen yang masuk ke platform Indonesialeaks yang berisi aliran uang dari pengusaha Basuki Hariman ke orang nomor satu di Polri. “Kami tidak tahu siapa pengirim dokumen itu. Pengirim dokumen dibuat anonim untuk melindungi kerahasiaan sumber,” katanya.

Manan menuturkan tidak ada bukti yang mendukung tudingan bahwa Novel menjual rahasia negara seperti yang dimuat dalam gambar yang menyerupai cover Majalah Tempo itu. “Organisasi wartawan, media, dan lembaga swadaya masyarakat yang bergabung dengan Indonesialeaks tentu tidak punya uang untuk membeli informasi, dan itu juga tidak akan kami lakukan karena tidak patut secara etik,” katanya.

KESIMPULAN

Dari pemeriksaan fakta di atas, gambar yang menyerupai cover Majalah Tempo dengan judul “Novel Baswedan Penjual Rahasia Negara ke Indonesia Leaks” adalah keliru. Narasi yang dibangun dalam cover palsu itu, yang menuduh Novel menjual rahasia negara ke Indonesia Leaks, juga keliru.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekfakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id