[Fakta atau Hoaks] Benarkah Cina Akan Membangun Pabrik Semen di Kalimantan Timur?

Jumat, 30 Agustus 2019 08:25 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Cina Akan Membangun Pabrik Semen di Kalimantan Timur?

Informasi tentang rencana perusahaan asal Cina membangun pabrik semen di Kutai Timur, kabupaten di Kalimantan Timur yang berbatasan dengan lokasi ibu kota baru, Kutai Kartanegara, beredar di media sosial.

Kabar ini berasal dari artikel di situs ngelmu.co yang dimuat pada Selasa, 27 Agustus 2019. Pabrik semen itu disebut akan memanfaatkan lahan seluas 822 hektare dengan nilai investasi mencapai US$ 2,1 miliar.

Gambar tangkapan layar berita di laman ngelmu.co tentang pabrik semen asal Cina yang ramai dibagikan di media sosial.

Dikutip dari laman ngelmu.co, setelah PT Kobexindo Cement menanamkan investasinya di Kalimantan Timur, kini Hongshi Holdings menyusul. Sekitar US$ 1-2,1 miliar akan mereka tanamkan sebagai investasi pembangunan pabrik semen di Kutai Timur.

Hingga kini, artikel tersebut telah dibagikan lebih dari 21 ribu kali ke media sosial Facebook.

PEMERIKSAAN FAKTA

Dilansir dari laman bisnis.com, Hongshi Holdings, perusahaan semen asal Cina, ingin menanamkan investasi sekitar US$ 1-2,1 miliar untuk pembangunan pabrik semen di Kutai Timur.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan Hongshi Holdings akan konsesi lahan dengan perusahaan semen eksisting di Jepujepu, Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. Adapun perusahaan yang sudah terlebih dahulu menanamkan investasinya adalah PT Kobexindo Cement.

"Lahan kerjasama (Kobexindo dan Hongshi) tidak bisa dia 100 persen sendiri," kata Isran di Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Jumat, 15 Maret 2019.

Dalam audiensi dengan pemerintah Provinsi Zhejiang, Cina, dan Hongshi Holdings, Isran menegaskan pentingnya komitmen perusahaan melakukan transfer ilmu dan transfer teknologi. Selain itu, ia juga memastikan perusahaan bisa menyerap 1.000 tenaga kerja lokal.

Gambar tangkapan layar berita di laman bisnis.com tentang pabrik semen asal Cina .

Menanggapi hal tersebut, Deputy Director General Hongshi Holdings, Xu Xing, mengatakan pabrik semen yang rencananya akan memanfaatkan lahan seluas 822 hektare itu bisa memiliki pegawai hingga 13 ribu orang.

Namun, sebagai permulaan, perusahaan belum bisa menjanjikan penyerapan tenaga kerja lokal untuk divisi teknis dan manajemen. "Kami akan menggunakan tenaga kerja lokal secepat mungkin. Berangsur-angsur," ujar Xu Xing.

Bupati Kutai Timur Ismunandar menyatakan, saat ini, pemerintah kabupaten dan Hongshi Holdings masih perlu menyamakan persepsi dan memastikan masalah tenaga kerja dan aspek lingkungan. "Paling tidak, anak-anak lulusan di sana (Kutai Timur) harus dilatih. Jangan tidak diterima karena tak terlatih. Kalau begitu kita tolak," ujar Ismunandar.

Selain itu, dia meminta Hongshi Holdings melakukan penataan kawasan sekitar pabrik. Hal ini berkaitan dengan adanya lokasi destinasi wisata karst di area tersebut. "Ini (pabrik semen) akan menambah pertumbuhan industri di pesisir. Tentu ini jadi pusat pertumbuhan baru dengan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy," katanya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalimantan Timur, Wahyu Widhi Heranata, mengatakan perlu ada jaminan terkait kewajiban menjaga lingkungan. "Lokasi pabrik ini kan masuk arena karst. Jadi perlu dilihat bagaimana komitmen dan sistem pengelolaan kelestarian lingkungan," ujar Wahyu.

Dikutip dari kantor berita Antara, Bupati Kutai Timur Ismunandar berujar sudah sejak lama ada izin bagi pabrik semen untuk beroperasi di kawasan tersebut. Namun, masih diperlukan perhatian terhadap aspek-aspek lain yang berkaitan dengan pembangunan industri, seperti lingkungan dan tenaga kerja.

Ia berharap masyarakat lokal lebih banyak dilibatkan dalam hal tenaga kerja, termasuk mendapatkan transfer ilmu dan teknologi dalam bentuk pelatihan khusus. Misalnya, disekolahkan di Cina atau di tempat lain. Tujuannya agar, saat kembali ke daerah asal, mereka bisa menguasai ilmu teknis terkait pabrik semen.

Rencananya, investasi yang akan dikucurkan Hongshi Holdings mencapai US$ 2,1 miliar atau sekitar Rp 29 triliun.

Portal berita Bisnis juga menyebut keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur dapat menggairahkan prospek emiten semen.

Estimasi dana yang akan digelontorkan pemerintah untuk mega proyek pemindahan ibu kota baru mencapai Rp 466 triliun dengan menyerap 19 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan 81 persen dari Badan Usaha Milik Negara serta swasta.

Pembangunan ibu kota baru tersebut direncanakan akan berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dimulai pada 2021–2024 dengan target membangun istana serta kantor-kantor lembaga negara, mulai dari legislatif, eksekutif, hingga yudikatif.

Sementara itu, tahap kedua akan dimulai pada 2025–2029 dengan target membangun perumahaan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri, fasilitas pendidikan, serta pangkalan militer.

Adapun tahap akhir akan dimulai pada 2030–2045 dengan target membangun taman nasional, konservasi orang utan, klaster pemukiman non-ASN, metropolitan, dan wilayah pengembangan terkait dengan daerah sekitarnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, terdapat tiga emiten produsen semen yang siap menangkap peluang proyek pembangunan ibu kota baru tersebut. Ketiganya yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

General Manager Corporate Communication Semen Indonesia, Sigit Wahono, menilai pembangunan ibu kota baru akan menjadi potensi bagi industri semen dan konstruksi nasional.

Saat ini, di Kalimantan, Semen Indonesia Grup telah memiliki Semen Tonasa yang mempunyai 10 packing plant yang salah satunya berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur. Selain itu, Semen Gresik telah mengoperasikan enam packing plant yang tiga di antaranya terletak di Kalimantan, yakni Balikpapan, Banjarmasin, dan Pontianak.

“Semen Indonesia berkomitmen dan siap dalam memenuhi kebutuhan semen dalam pembangunan nasional,” ujar Sigit kepada Bisnis pada Rabu, 28 Agustus 2019.

Dilansir dari laman kontan.co.id, mengacu pada data Asosiasi Semen Indonesia, ada 13 perusahaan semen yang beroperasi di Indonesia. Mereka terdiri dari lima perusahaan semen BUMN dan delapan perusahaan semen swasta, baik nasional maupun asing.

KESIMPULAN

Berdasarkan semua sumber yang ada, informasi tentang rencana perusahaan Cina membangun pabrik semen di Kalimantan Timur, lokasi ibu kota baru, merupakan pernyataan yang akurat. Namun, perusahaan asal Cina bukanlah satu-satunya perusahaan yang memiliki pabrik semen di sana. Ada Semen Tonasa milik Semen Indonesia Grup yang telah beroperasi di Kalimantan Timur.

ZAINAL ISHAQ