[Fakta atau Hoaks] Benarkah PHK Karyawan Giant Terimbas PHK Krakatau Steel?

Rabu, 26 Juni 2019 12:35 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah PHK Karyawan Giant Terimbas PHK Krakatau Steel?

Akun Jamal Jamaluddin di Facebook mengunggah narasi tentang rencana pemutusan hubungan kerja karyawan Krakatau Steel yang berimbas pada PHK karyawan usaha ritel Giant.

Sebuah akun mengunggah dua peristiwa PHK dari dua perusahaan berbeda dan mengatakan Indonesia tidak baik-baik saja.

“Ya Allah.... kemaren-kemaren seliweran di timeline saya klo KS (Krakatau Steel) akan mem-PHK ribuan karyawannya. Sekarang karyawan Giant juga kena imbasnya. Bukan tidak mungkin akan menyusul gelombang PHK dimana-dimana. Masihkah kalian bilang Indonesia baik-baik saja,” tulis akun Jamal di beranda Facebook, 23 Juni 2019.

Narasi itu disertai tangkapan layar berita “Tangisan Karyawan Giant: Kami Semua Kena PHK” yang dipublikasikan media Kumparan edisi 21 Juni 2019. Selain itu, juga tiga foto pengumuman penutupan Giant di sejumlah daerah.

Hingga 25 Juni 2019, unggahan tersebut telah dibagikan 6,5 ribu kali dan dikomentari 185 netizen.

Artikel ini akan memeriksa bila: pertama, benarkah Giant menutup gerai dan mem-PHK karyawannya? Kedua, apakah PHK tersebut berkaitan dengan PHK pada Krakatau Steel?

 

PEMERIKSAAN FAKTA

Penutupan Ritel Giant 

Hasil pencarian Tempo menunjukkan bahwa benar media Kumparan mempublikasikan berita berjudul “Tangisan Karyawan Giant: Kami Semua Kena PHK” pada 22 Juni 2019. Berita itu tentang kegelisahan karyawan ritel Giant di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, atas rencana penutupan 6 gerai dalam waktu dekat. 

Sedangkan tiga foto lainnya yang diunggah bersumber dari website berita Okezone, dengan berita berjudul "Giant Tutup Gerai Juli Ini, Stok Dijual Habis Pakai Harga Diskon” edisi 23 Juni 2019. Foto-foto tersebut terkait dengan rencana penutupan 6 gerai Giant. 

Kompas.com menulis bahwa enam gerai Giant yang tutup itu di ada tiga wilayah, yaitu Jakarta, Depok, dan Bekasi. Cabang yang ditutup adalah: Giant Ekspress Cinere Mall, Giant Ekspres Mampang Prapatan, Giant Ekspres Pondok Timur, Giant Ekstra Jatimakmur, Giant Ekstra Wisma Asri, dan Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur.

Giant pun memberikan diskon antara 5 hingga 50 persen untuk masyarakat di 6 gerai yang akan ditutup hingga 28 Juli 2019 nanti. 

Rencana penutupan enam gerai Giant di tahun ini, adalah lanjutan dari tahun lalu. Pada 2018, PT Hero Supermarket Tbk (Hero Group) sebagai pengelola Giant, memutuskan untuk melakukan efisiensi operasional dengan menutup total 26 gerai.

Corporate Affairs GM PT Hero Supermarket Tbk Tony Mampuk, kepada Tempo pada 14 Januari 2019 mengatakan alasan penutupan itu utamanya disebabkan oleh segmen bisnis makanan (food) yang lesu dan terus mengalami penurunan penjualan.

Hingga kuartal III 2018, penjualan bisnis makanan turun sebesar 6 persen secara tahunan. Hal itu mengakibatkan kerugian operasional sebesar Rp 163 miliar atau naik dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 79 miliar. "Ini menjadi alasan utama dilakukannya efisiensi," katanya.

Adapun hingga 30 September 2018, perusahaan tercatat mengoperasikan 189 toko di bidang makanan dan groceries yang terdiri dari 59 Giant Ekstra, 96 Giant Express, 31 Hero Supermarket, dan 3 Giant Mart. Sebagai dampak dari penutupan gerai itu, perusahaan pun melakukan pemberhentian hubungan kerja 532 karyawan yang tokonya ditutup karena merugi.

"Sebanyak 92 persen karyawan telah memahami kondisi perusahaan dan setuju untuk mengakhiri hubungan kerja," ujar Tony. 

 

Era e-commerce, usaha ritel berguguran 

Selain gerai di bawah PT Hero Supermarket Tbk, pada tahun lalu, sejumlah gerai Debenhams  dan department store Lotus yang dimiliki PT Mitra Adi Perkasa Tbk ditutup. Manajemen brand sepatu asal Inggris Clarks juga memutuskan hengkang dari negeri ini.

Selain itu, penutupan gerai juga dilakukan oleh PT Central Retail Indonesia untuk gerainya di Neo Soho, PT Tozy Sentosa untuk gerai Centro di Plaza Semanggi Jakarta, serta Metro Department Store untuk gerainya di Manado.

Pelly Sianova, Advertising & Promotion Senior Manager PT Tozy Sentosa, grup ritel yang menaungi brand Parkson dan Centro menyatakan, pihaknya menutup gerai Centro di Plaza Semanggi sejak 31 Desember 2018 setelah melakukan kajian mendalam terhadap kinerja gerai pertamanya yang berdiri sejak 2003 tersebut.

“Apa yang berjaya pada 15 tahun lalu bisa jadi sekarang sudah tidak sama lagi. Buka-tutup gerai itu hal yang biasa, selalu ada eksplorasi dan ekspansi ketika merasa keadaan store sudah tidak lagi memberikan keuntungan, malah rugi,” ujarnya kepada Bisnis. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengakui ketatnya persaingan di sektor ritel. Khususnya, dengan kehadiran platform e-commerce yang memudahkan masyarakat berbelanja online. Tak hanya memukul ritel di bidang makanan dan kebutuhan sehari-hari, hal itu juga berdampak pada ritel department store yang menjual barang fashion.

"Perilaku pembeli sudah berubah, semakin lama trennya semakin banyak, teman-teman di sektor ritel lumayan berat, karena persaingan antar sesama ketat ditambah lagi online," ujarnya.

Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengatakan dibutuhkan inovasi dan kreativitas agar tetap dapat bertahan di tengah persaingan ketat bisnis ritel. "Persaingan yang luar biasa ini menyebabkan model bisnisnya harus diubah, kalau tidak pasti kalah, dan kalau kalah mau nggak mau pasti tutup," katanya.

Di antaranya adalah menyesuaikan perkembangan bisnis dengan zaman dan memahami kebutuhan konsumen. "Online hanya salah satu perubahan, banyak perubahan bisnis model lain yang bisa digunakan.”

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung tak sepenuhnya sepakat jika rontoknya bisnis ritel di bidang makanan dan groceries disebabkan oleh penjualan online di marketplace. "Karena untuk segmen itu yang masuk ke marketplace masih kecil sekali di bawah 1 persen, tapi untuk ritel department store mungkin lebih besar dampaknya karena top sales di online itu memang produk-produk fashion," ucapnya.

 

PHK Krakatau Steel

PT Krakatau Steel (KS) melakukan upaya restrukturisasi terhadap jumlah karyawannya. Itu berdasarkan surat Nomor 73/Dir.sdm-ks/2019 perihal Restrukturiasi Organisasi PT KS (Persero) Tbk. Hingga tahun 2022 mendatang, KS akan melakukan perampingan posisi menjadi 4.352 posisi dengan pengurangan pegawai berkisar di angka 1.300 orang. 

Senior External Communication PT KS Vicky Fadilah tidak menampik kabar tersebut.

Menurut Vicky, kebijakan itu hanya berlaku di induk perusahaan sehingga pegawai yang terkena kebijakan restrukturisasi itu dimungkinkan bisa dimanfaatkan oleh anak perusahaan. “Kapan-kapannya saya belum tahu,” ujar Vicky, Rabu (19/6/2019).

Kata Vicky, perusahaan mengeluarkan kebijakan itu karena biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk karyawan tetap cukup besar, lebih besar dari buruh outsourcing.

“Biaya paling besar organik karena bayar pensiun, pajak, dan macam-macam. Misalnya gaji pokok Rp1 juta, perusahaan bayarnya Rp2 juta dengan macam-macam,” ujarnya.

Terpisah Ketua Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC) Safrudin mengaku sudah mengetahui informasi tersebut. Bahkan, pemutusan hubungan kerja telah dilakukan PT KS terhadap beberapa pegawai.

Terakhir, kata dia, pada pekan lalu sebanyak 140 pegawai yang bekerja di posisi maintenance technic sudah dirumahkan.

“Sebelum Lebaran kebijakan tersebut dilakukan terhadap 90 orang pegawai,” paparnya.

Organisasi buruh, kata Safrudin, telah menolak keras kebijakan PHK tersebut.

Menurutnya, PT KS belum melakukan prosedur yang sesuai aturan dan tidak membeberkan secara terbuka alasan dari rencana PHK besar-besaran tersebut. “Saya tadi (kemarin) melapor ke Pak Walikota. Pak Walikota juga kaget. Ini bukti suratnya sudah, katanya Walikota akan memanggil KS, terutama direktur SDM,” ujarnya.

Restrukturasi di tubuh Krakatau Steel itu berkaitan dengan kondisi perseroan mengalami tekanan akibat maraknya produk impor yang membanjiri pasar domestik sejak 2014. Oleh karena itu, menurut dia, perseroan harus realistis dalam memfokuskan lini usaha yang rugi dan mengurangi lini usaha yang kurang menghasilkan.

Silmy menargetkan tahun ini urusan restrukturisasi beres. "Tujuannya Krakatau Steel yang ramping, lincah, dan cepat. Selain itu, penguatan pada bisnis inti dan bisnis penunjang guna memperkuat value perusahaan ke depan,” ujarnya pada pekan lalu. 

Hingga kuartal III 2018 perusahaan merugi sampai US$ 37 juta. Ia menjelaskan perusahaan telah merugi selama 6 tahun belakangan.

 

KESIMPULAN

Dari penelusuran fakta di atas, bisa disimpulkan bahwa unggahan Jamal Jamaluddin di Facebook adalah Sesat. Sebab PHK yang terjadi antara di ritel Giant dan Krakatau Steel tidak berkaitan. PHK di usaha ritel telah terjadi pada 2018 akibat ketatnya persaingan dan tren e-commerce. Sedangkan PHK di Krakatau Steel sebagai akibat karena kerugiaan yang diderita perusahaan plat merah itu sejak 6 tahun terakhir.

 

IKA NINGTYAS