[Fakta atau Hoaks] Benarkah Megawati Telah Mengakui Kemenangan Prabowo?

Sabtu, 20 April 2019 07:23 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Megawati Telah Mengakui Kemenangan Prabowo?

Sebuah gambar hasil tangkapan layar dengan narasi Megawati mengakui kemenangan Prabowo beredar luas di jejaring sosial Facebook. Tangkapan layar itu menampilkan Megawati yang sedang melakukan konferensi pers dengan slide yang memunculkan hasil hitung cepat Litbang Kompas.

Sebuah gambar hasil tangkapan layar dengan narasi Megawati mengakui kemenangan Prabowo beredar luas di jejaring sosial Facebook.

Hasil hitung cepat (quick count) Litbang Kompas dalam tangkapan layar tersebut menunjukkan perolehan suara kedua pasangan capres-cawapres. Pasangan Jokowi-Amin pada posisi 43,01% dan pasangan Prabowo-Sandi pada posisi 56,99%.

Sejak diunggah pada Kamis 18 April 2019, telah mendapat 150 komentar dan 277 kali dibagikan. Umi Jamilah menulis keterangan pada unggahannya bahwa Satu persatu lembaga survei menahan hasil akhir memenangkan Paslon 01.

“Dan lebih aneh, jajaran petinggi penguasa nampak loyo, bahkan tidak berani mengumumkan kemenangan,” Umi Jamilah menambahkan keterangannya.

 

PEMERIKSAAN FAKTA

Dari penelusuran Tempo, tangkapan layar yang diunggah akun Umi Jamilah berasal dari video siaran langsung kubu Megawati yang diunggah kanal CNN Indonesia pada 17 April 2019.

Tangkapan layar itu diambil pada menit ke 1:10 dari total 6:30 durasi video yang diunggah kanal CNN Indonesia. Video unggahan CNN Indonesia tersebut diberi judul: Megawati Puji Pidato “Kemenangan” Prabowo Soal Quick Count.

Dalam video tersebut memang memuat pernyataan Megawati Soekarnoputri yang memuji Prabowo, tepatnya pada rentang menit 4.34 – 5.07.

Megawati Soekarnoputri memuji calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang telah berpidato dengan menyampaikan pesan ajakan kepada kader agar tidak terprovokasi menyikapi hasil hasil sementara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

“Saya ingin juga mengucapkan terimakasih banyak karena beliau telah menginstruksikan untuk jangan terpengaruh, terprovokasi dan harus juga bersama-sama menjaga untuk tidak terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan. Jadi memang itulah yang namanya demokrasi Indonesia,” kata Megawati.

Dalam video tersebut juga menampilkan slide hasil hitung cepat sejumlah lembaga lembaga survey seperti LSI dan Kedai Kopi termasuk Litbang Kompas. Saat itu hasil sementara hitung cepat Litbang Kompas memang menunjukkan angka 43,01% untuk pasangan Jokowi-Amin dan pasangan 56,99% untuk Prabowo-Sandi.

Pada video yang diunggah CNN Indonesia tertera dengan jelas hasil hitung cepat Litbang Kompas itu untuk daerah Sumatera. Sementara tangkapan layar yang dibagikan akun Umi Jamilah telah dilakukan manipulasi terhadap keterangan daerah “Sumatera” tersebut, dengan mengaburkan tulisannya.

Hasil tangkapan layar video asli Megawati Soekarnoputri di kanal YouTube CNNIndonesia.

Apa yang diunggah akun Umi Jamilah ini sebelumnya telah diunggah terlebih dahulu sehari sebelumnya oleh akun Nasirul Zaidon. Unggahan Nasirul Zaidon telah mendapat 2,3 ribu komentar dan dibagikan lebih dari 11 ribu kali.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan sumber yang ada, pernyataan akun Umi Jamilah dan akun Nasirul Zaidon ini adalah sesat karena menggunakan fakta dan data yang benar, namun cara penyampaian atau kesimpulannya keliru serta mengarahkan ke tafsir yang salah.

 

ZAINAL ISHAQ