Belum Ada Bukti, Pijat Leher dan Wajah Dapat Menyembuhkan Penderita Stroke

Jumat, 13 Januari 2023 21:51 WIB

Belum Ada Bukti, Pijat Leher dan Wajah Dapat Menyembuhkan Penderita Stroke

Pembaca Cek Fakta Tempo mengirimkan video melalui ChatBot WhatsApp yang mengklaim pijat leher dapat menyembuhkan penderita stroke. Video yang diterima pada Sabtu, 7 Januari 2022 itu menampilkan seorang pria sedang memperagakan pijat leher dan wajah penderita stroke lansia.

Sambil mengurut, pria tersebut menyampaikan pengalamannya dalam melakukan pertolongan pertama yang dapat dilakukan terhadap orang yang terkena stroke, termasuk memijat-mijat bagian leher.

Jadi ini adalah pertolongan pertama untuk orang yang terkena stroke. Kalau tiba-tiba di sekeliling Anda ada orang yang kena stroke, mulutnya miring, kemudian lidahnya ke dalam coba trik ini. Relaksasinya tidak boleh terlalu kasar, tekan-tekan begini sambil menekan urat yang di bawah dan belakang begini, ke bawah leher. Kemudian memijat bagian depan wajah dan menekan bagian pundak, ditekan di bagian dada.

Namun, benarkah pijat leher ini adalah cara pertolongan pertama untuk penderita stroke?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan hasil verifikasi Tim Cek Fakta Tempo, belum ada penelitian secara ilmiah terkait penyembuhan stroke dengan cara dipijat. Pertolongan yang dilakukan terhadap penderita stroke, yaitu segera pergi ke Rumah Sakit agar penyumbatan pada pembuluh darah diencerkan.

Dokter Spesialis Saraf dan Konsultan Stroke, dr Muhammad Akbar Sp.S(K), Ph.D, mempertanyakan klaim yang tak berbasis kaidah ilmiah tersebut. Sebab, langkah yang dilakukan di dalam video tersebut belum terbukti secara ilmiah.

Untuk menegakkan pembuktian ilmiah efektivitas pijat leher dan wajah, diperlukan minimal 30 sampai 50 kasus stroke yang terdeteksi mengalami stroke (infark) melalui proses CT Scan. “Lalu setelah pijat kembali CT Scan, lihat ada perubahan tidak? Dan apakah infark-nya langsung hilang?” 

Akbar menegaskan bahwa pengobatan medis itu harus berbasis bukti ilmiah. “Stroke (itu) karena adanya sel saraf yang mati. Fungsi sel saraf yang mati inilah yang memberikan gejala sisa bermacam-macam variasi, tergantung lokasi dan fungsi yang mati,” katanya saat dihubungi Tempo, Kamis, 12 Januari 2023.

Dia pun menyarankan agar penderita stroke segera dibawa ke Rumah Sakit sebelum 4 sampai 5 jam saat terkena stroke atau penyumbatan pembuluh darah. Ini bertujuan untuk mengencerkan sumbatan yang terjadi, sebelum sel dan saraf terlanjur mati.

Mencegah dan Mengobati Stroke

Dikutip dari arsip TEMPO, stroke adalah gangguan fungsi otak secara mendadak, yang disebabkan karena kegagalan fungsi aliran darah otak. Dokter spesialis bedah syaraf Bethsaida Hospitals, Roslan Yusni Hasan, mengatakan dengan kata lain, ada bagian otak yang tidak mendapatkan aliran darah, sehingga tidak ada pasokan oksigen dan gula yang merupakan dua hal yang mutlak diperlukan.

"Sehingga terjadi gangguan fungsi otak," kata Roslan dalam konferensi pers di Bethsaida Hospitals, Jakarta, Selasa, 22 Agustus 2017.

Serangan stroke merupakan penyebab kematian terbanyak ketiga di dunia, setelah kanker dan serangan jantung. "Bahkan, sekitar 30 persen penderita stroke meninggal meski sudah mendapatkan pengobatan yang besar," ujarnya.

Tak hanya itu, stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu, karena penderita stroke tidak akan pernah kembali ke kondisi semula, seperti sebelum terjadinya stroke. Sedikit atau pun banyak pasti ada perbedaan.

Karena itu, Roslan menegaskan, kecepatan merespon serangan stroke, kecepatan mendiagnosa, dan terapi yang tepat, merupakan hal yang penting dalam memperbesar peluang menyelamatkan penderita stroke. Juga untuk membatasi kecacatan yang terjadi setelah serangan stroke.

"Penting bagi kita untuk mengetahui dan memilih fasilitas kesehatan yang harus dituju, jika menemui seseorang yang menderita stroke untuk mendapat pertolongan," ujarnya.

Menurut dia, fasilitas kesehatan yang harus dituju adalah yang memiliki unit layanan penanganan stroke dan memiliki alat diagnosa stroke yang memadai. Kesalahan memilih fasilitas kesehatan dalam pertolongan pertama, berdampak memperkecil kesempatan pasien bertahan hidup dan memperbesar kecacatan yang terjadi.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan, video pijat leher dan wajah dapat mengobati penderita stroke adalah Belum Ada Bukti.

Belum ada penelitian secara ilmiah terkait penyembuhan stroke dengan cara dipijat. Dokter Spesialis Saraf dan Konsultan Stroke, dr Muhammad Akbar Sp.S(K), Ph.D, menyarankan pertolongan yang dilakukan jika terkena stroke, yaitu segera pergi ke Rumah Sakit agar penyumbatan pada pembuluh darah diencerkan.

TIM CEK FAKTA TEMPO

** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id