Keliru, Rusia Kirim Ribuan Pasukan Serang Malaysia Demi Bantu Indonesia

Selasa, 13 September 2022 20:42 WIB

Keliru, Rusia Kirim Ribuan Pasukan Serang Malaysia Demi Bantu Indonesia

Sebuah akun Facebook membagikan video berdurasi 3 menit 1 detik dengan judul ‘Kabar Hari Ini, Bantu Indonesia, Rusia Kirim Ribuan Pasukan Serang Malaysia’

Dalam video terdapat gambar-gambar pasukan militer sedang mengoperasikan tank lapisan baja dan menembakkan amunisi. Di dalam video itu juga tampak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Kemudian ada Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat, Marsekal Hadi Tjahjanto mengenakan seragam dan mencoba peralatan perang.

Tangkapan layar video di Facebook yang mengklaim Rusia kirim ribuan tentara serang Malaysia untuk bantu Indonesia

Namun, benarkah Rusia kirim ribuan pasukan serang Malaysia?

PEMERIKSAAN FAKTA

Hasil pemeriksaan fakta Tempo, kolase video dan foto yang diunggah tersebut merupakan gabungan dari beberapa aktivitas Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Tidak ada pengerahan militer Rusia ke Malaysia. 

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin negara membicarakan masalah ekonomi, bukan tentang pengiriman pasukan dan menyerang ke Malaysia. Tidak hanya itu, video yang dibagikan juga memperlihatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), baik Angkatan Darat, Laut maupun Udara sedang mengikuti latihan.

Untuk memverifikasi kebenaran klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video tersebut menjadi gambar dan menelusurinya menggunakan Google Reverse Image, RevEye Reverse Image Search - Yandex Image.

Video 1

Potongan video 1

Video detik ke-51 menunjukkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Pada momen ini, kedua pemimpin tersebut melakukan pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-33 ASEAN di Singapura, Rabu, 14 November 2018. Peningkatan kerja sama ekonomi menjadi topik utama pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan yang digelar di Suntec Convention Center itu, Jokowi mengungkapkan nilai perdagangan Indonesia-Rusia pada tahun 2017 meningkat sebesar 14,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan itu setara dengan 2,5 miliar dollar AS. Presiden Jokowi mengungkapkan harapannya agar nilai perdagangan kedua negara pada 2020 bisa meningkat berlipat-lipat. "Saya berharap target perdagangan USD 5 miliar akan dapat tercapai pada tahun 2020," ujar Jokowi dikutip dari Kompas.com.

Video 2

Potongan video 2

Pada menit ke-1:11, Presiden Rusia, Vladimir Putin terlihat duduk di antara para petinggi militer Rusia yang sedang memantau jalannya latihan militer di Kapustin Yar di Wilayah Astrakhan pada 21 September 2020. Latihan Ini juga sudah diberitakan di media berbahasa Rusia, termasuk 1tv.ru.

Sebelum melaporkan kepada Panglima Tertinggi tentang tugas-tugas yang dilakukan militer dalam latihan hari ini, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata RF, Valery Gerasimov, menunjukkan sampel peralatan, tepat pada saat itu dia memasuki pertempuran pelatihan.

“BMPT adalah kendaraan tempur pendukung tank, mesin yang kuat, alat pemusnah api. Ini memiliki empat ATGM Ataka, yang dapat mencapai hingga enam kilometer, dua meriam 30 mm, seperti yang ada di kendaraan tempur infanteri, hingga 4 kilometer,” kata Gerasimov.

Video 3

Potongan video 3

Potongan video pada menit ke-2:28 memperlihatkan sebuah tank dan seorang prajurit militer sedang memegang senjata roket yang siap ditembakkan. Ini merupakan sesi latihan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut di Pusat Latihan Tempur Marinir Karangtekok Situbondo, Jawa Timur, Sabtu, 13 Juli 2019.

Dikutip dari Kompas TV, video latihan ini diberi judul ‘Gelar Latihan Tempur Armada Jaya, Panglima TNI Uji Coba Tank Amfibi BMP-3F Buatan Rusia’. Latihan yang diikuti 6000 prajurit ini, mengerahkan seluruh alat utama sistem senjata atau Alutsista modern yang dimiliki TNI AL. Latihan tempur bersandi Armada Jaya 37 bertujuan untuk menguji kekuatan prajurit dan alutsista TNI, salah satunya Tank Amfibi BMP – 3F dari Rusia.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto juga berkesempatan mencoba menembakkan amunisi rudal dari Tank Amfibi BMP – 3F sebanyak 2 kali. Pemerintah sendiri akan segera menambah jumlah tank buatan Rusia tersebut menjadi 76 unit, agar pertahanan NKRI semakin kuat.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta, narasi Rusia kirim ribuan pasukan serang Malaysia untuk membantu Indonesia, adalah keliru.

Hasil pemeriksaan fakta Tempo, kolase video dan foto yang diunggah tersebut merupakan gabungan dari beberapa aktivitas Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin negara membicarakan masalah ekonomi, bukan tentang pengiriman pasukan dan menyerang ke Malaysia. Tidak hanya itu, video yang dibagikan itu juga berisi tentang latihan Tentara Nasional Indonesia (TNI), baik Angkatan Darat, Laut maupun Udara.

TIM CEK FAKTA TEMPO

** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id