Keliru, Video Presiden Jokowi Tagih Utang Malaysia Rp 100 Miliar Lewat Bank Dunia

Jumat, 19 Agustus 2022 12:32 WIB

Keliru, Video Presiden Jokowi Tagih Utang Malaysia Rp 100 Miliar Lewat Bank Dunia

Sebuah akun Facebook membagikan video yang mengklaim bahwa Presiden Jokowi menagih utang Malaysia melalui Bank Dunia. Video tersebut menampilkan Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, Presiden RI, Joko Widodo, dan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati.

Dalam video, Ismail dan Jokowi terlihat sedang berjalan menuju sebuah ruangan dan Sri Mulyani tampak sedang menyampaikan pidato dalam pertemuan. Di video ini juga terdapat dua narasi yang berbeda, yaitu narasi Jokowi Tagih Hutang Malaysia 100 Miliar Lewat Bank Dunia, dan Wah Kalimantan Makin Luas Nih.

Sejak dibagikan pada Sabtu, 13 Agustus 2022, video berdurasi 3 menit, 13 detik ini sudah tayang sebanyak 1,8 juta kali, mendapat 2,4 ribu komentar dan 38 ribuan tanggapan.

Tangkapan layar video soal utang Mayalsia yang beredar di Facebook

Namun, benarkah Jokowi menagih hutang Malaysia 100 miliar lewat Bank Dunia?

PEMERIKSAAN FAKTA

Hasil pemeriksaan fakta, video itu rangkaian kegiatan kenegaraan Malaysia dan Indonesia yang bertemu di waktu berbeda dan membahas beberapa topik, di antaranya tentang perlindungan pekerja migran Indonesia di Malaysia, pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, batas negara dan isu kawasan.

Untuk memverifikasi kebenaran video dan narasi yang diunggah, Tim Cek Fakta Tempo pertama memfragmentasi video menjadi gambar dan menelusurinya menggunakan Google Reverse Images dan Yandex Images.

Setelah ditelusuri, terdapat situs-situs media kredibel telah mempublikasikan berita itu, dan ternyata pembahasannya berbeda-beda dan tidak berhubungan dengan narasi Jokowi Tagih Hutang Malaysia 100 Miliar Lewat Bank Dunia.

Video 1

Pemeriksaan video 1

Pada video detik pertama, Ismail Sabri dan Joko Widodo bertemu di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat, 1 April 2022. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin negara membahas penandatanganan kesepakatan perlindungan pekerja migran.

Sebagaimana yang ditulis Independent.co.uk berjudul Indonesia, Malaysia sign accord to protect migrant workers, Presiden Indonesia dan Perdana Menteri Malaysia melihat para pejabat menandatangani kesepakatan pada hari Jumat tentang penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia di Malaysia.

“Buruh migran Indonesia telah banyak berkontribusi dalam pembangunan ekonomi di Malaysia. Sehingga wajar jika mereka mendapatkan hak dan perlindungan maksimal dari kedua negara kita,” kata Jokowi.

Ismail berbicara dalam sebuah konferensi selama kunjungan keduanya ke Jakarta sejak ia diangkat pada Agustus. “Sebagai negara tetangga, Malaysia selalu menghargai dan menghargai kontribusi pekerja migran Indonesia terhadap pembangunan ekonomi dan kehidupan masyarakat Malaysia,” kata Ismail.

“MoU ini akan memastikan bahwa semua proses perekrutan dan perlindungan pekerja migran akan dilakukan secara komprehensif oleh para pihak yang berkepentingan berdasarkan hukum yang berlaku di kedua negara,” ucapnya.

Video 2

Pemeriksaan video 2

Pada detik ke-7, video Ismail Sabri kembali muncul. Namun kali ini dia berbicara hal yang berbeda dengan videonya di awal. 

Dilansir dari New Strait Times, dia sedang berbicara di Sidang ke-76 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA).

Saat itu pidatonya tentang negara-negara di dunia harus bekerja dalam semangat ‘keluarga dunia’ sebuah istilah yang dia ciptakan setelah ‘Keluarga Semangat Malaysia’ yang dianut oleh pemerintah federal di bawah kepemimpinannya.

"Kita benar-benar perlu menganggap kesehatan masyarakat sebagai barang publik global daripada domain eksklusif masing-masing negara. Karena itu Malaysia akan memainkan peran yang lebih menonjol dan berpartisipasi lebih aktif dalam diplomasi kesehatan, dan pendekatan kami akan lebih bersifat interdisipliner dan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan yang relevan,” ujarnya dalam video yang telah direkam sebelumnya.

Video pidato Ismail Sabri di acara UNGA dimunculkan berulang kali, termasuk pada detik ke-13; detik ke-23’ detik ke-47. Kemudian menit ke-1:03; menit ke-1:18; menit ke-1:33; menit ke-1:48; menit ke-2:04; menit ke-2:18; menit ke-2:33, menit ke-2:48; dan terakhir pada menit ke-3:03.

Video 3

Pemeriksaan video 3

Video detik ke-11 menampilkan Sri Mulyani Indrawati. Dia sedang berbicara di hadapan peserta Singapore Summit pada Sabtu, 16 September 2017 tentang persaingan yang sehat dari perusahaan asing dapat membantu rekan-rekan BUMN dan pemerintah menjadi lebih efisien

Dilansir dari Asia Nikkei, Sri Mulyani mengatakan globalisasi dapat membawa persaingan yang sehat dan mendorong perusahaan untuk berubah menjadi lebih baik, penting untuk tidak mengabaikan mereka yang kalah dalam persaingan tersebut.

"Tetapi ketika mereka melihat bagaimana bank asing beroperasi, dan bagaimana orang menikmati layanan itu, mereka sekarang tahu bagaimana memerangi perilaku seperti itu. Dan sekarang mereka menjadi sangat kompetitif," katanya.

“Kompetisi ini membantu BUMN dan birokrasi untuk berubah. Hanya ketika mereka memiliki “pertempuran terbuka, mereka merasa perlu untuk berubah,” ujarnya.

Sri Mulyani beberapa kali dimunculkan dalam kegiatan serupa, seperti pada detik ke-17; detik ke-33; detik ke-42; detik ke-58. Lalu menit ke-1:13; menit ke-1:28; menit ke-1:43; menit ke-1:57; menit ke-2:12; menit ke-2:28; menit ke-2:43; menit ke-2:58 dan terakhir menit ke-3:13.

Video 4

Pemeriksaan video 3

Video menit ke-1:25 menunjukkan pertemuan antara Ismail Sabri dengan Jokowi di Istana Negara di Bogor pada Rabu, 10 November 2021. Dikutip dari Kompas TV, ada empat poin utama yang dibicarakan Jokowi dan Ismail Sabri. Pertama mengenai pentingnya kerja sama perlindungan warga Indonesia yang ada di Malaysia.

"Pertama mengenai pentingnya kerja sama perlindungan warga Indonesia yang ada di Malaysia. Dan mendorong MoU perlindungan tenaga kerja domestik Indonesia dapat segera diselesaikan," kata Jokowi saat memberikan keterangan usai pertemuan, Rabu 10 November 2021.

Hal kedua adalah perihal negosiasi batas negara, mulai dari batas darat dan batas laut agar segera diselesaikan. Hal yang ketiga dibahas adalah pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 dan keempat mengenai isu kawasan.

Ini adalah kunjungan pertama PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob setelah dilantik sebagai PM Malaysia pada Agustus 2021. Potongan video ini juga diterbitkan di Sindonews.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim Jokowi Tagih Hutang Malaysia 100 Miliar Lewat Bank Dunia, Keliru.  

Kompilasi video yang diunggah tersebut tidak terkait dengan hutang Malaysia ke Indonesia. Kedua negara membahas soal perlindungan tenaga kerja, isu kawasan, batas negara, dan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

TIM CEK FAKTA TEMPO

** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id