Keliru, Klaim Foto Puluhan Juta Umat Islam di Afrika Hadiri Acara Maulid Nabi Muhammad

Selasa, 26 Oktober 2021 16:54 WIB
 


 
Keliru, Klaim Foto Puluhan Juta Umat Islam di Afrika Hadiri Acara Maulid Nabi Muhammad

Sebuah foto yang memperlihatkan kerumunan orang di sebuah tanah lapang beredar di media sosial. Di internet foto tersebut dibagikan dengan narasi bahwa puluhan juta umat Islam di Afrika menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Foto tersebut dimuat situs ini pada Selasa, 19 Oktober 2021 dengan judul,

“Masya Allah… Puluhan Juta Umat Islam di Afrika Hadiri Acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW,”   

Apa benar ini foto jutaan umat Islam di Afrika menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad?

Tangkapan layar unggahan blog yang mengklaim puluhan juta umat Islam di Afrika hadiri acara Maulid Nabi Muhammad

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto tersebut dengan menggunakan reverse image tools Source dan Google. Hasilnya, foto tersebut merupakan perayaan Maulid Nabi Muhammad di Yaman pada Januari 2015.

Foto-foto yang identik dengan foto di atas pernah dimuat situs berbahasa Thailand abnewstoday.com pada 6 Januari 2015 dengan judul, “Turki, Yaman dan banyak negara Muslim lainnya Bergabunglah dengan perayaan akbar Maulidun Bi.”

Menurut situs tersebut, aktivis Yaman telah merilis foto udara dari perayaan Hari tersebut. "Maolidunbi" yang agung dan indah dalam sejarah Sana'a Ibu kota Yaman menjadi jaringan global.

Foto yang identik pernah dimuat situs berbahasa Persia fa.alalam.ir pada Januari 2015 dengan judul, “Ulang tahun Nabi (SAW) yang belum pernah terjadi sebelumnya di ibukota Yaman.”

Menurut situs berita Al-Alam, foto tersebut diterbitkan aktivis yang dekat dengan kelompok Ansarullah Yaman, menunjukkan kehadiran yang sangat besar dari warga Yaman di acara tersebut yang belum pernah terjadi sebelumnya. Acara tersebut berlangsung di bekas markas Brigade Lapis Baja ke-1 di Sanaa. Menurut para aktivis, foto-foto itu diambil dengan helikopter yang terbang di atas lokasi upacara.

Karena serangan teroris seminggu sebelumnya minggu, pada hari kelahiran Nabi di provinsi Ab di Yaman, pasukan Komite Rakyat bertanggung jawab penuh untuk mengamankan upacara.

Republik Yaman adalah sebuah negara di Jazirah Arab di Asia Barat Daya, bagian dari Timur Tengah. Yaman berbatasan denganLaut Arab di sebelah selatan, Teluk Aden dan Laut Merah di sebelah barat, Oman di sebelah timur dan Arab Saudi di sebelah utara. Penduduk Yaman diperkirakan berjumlah sekitar 23 juta jiwa. Luas negara ini sekitar 530.000 km2 dan wilayahnya meliputi lebih dari 200 pulau. 

Tahun ini jutaan orang Yaman bersiap untuk ambil bagian dalam demonstrasi massal untuk memperingati ulang tahun Nabi Muhammad (saw) pada Kamis sore di ibukota Sanaa dan provinsi lainnya.

Dilansir dari en.abna24.com, pada tanggal 19 Oktober, Sayyid Abdulmalik al-Houthi menyerukan kepada semua orang Yaman untuk berpartisipasi dalam perayaan Maulid Nabi, menekankan bahwa acara tahun ini akan lebih besar daripada tahun-tahun lainnya karena kesadaran, tekad dan iman orang-orang Yaman.

Panitia penyelenggara menetapkan 15 alun-alun besar untuk menyambut jutaan orang Yaman memperingati kelahiran Nabi Muhammad (saw) di provinsi Saada, Hajjah, Hodeidah, Dhamar, Ibb, Taiz, Amran, Mahweit, Jawf, Bayda, sebagai serta acara utama akan diadakan di ibu kota, Sanaa.

Panitia penyelenggara memanggil warga di ibukota dan gubernur Sana'a untuk berkumpul dalam massa besar di The 70th Square, sedangkan Stadion Olahraga Revolusi ditujukan untuk acara wanita.

Kerumunan massa telah berkumpul sejak Rabu dari berbagai distrik di provinsi Sanaa dan provinsi lain ke Lapangan Sabaeen, meskipun kondisi ekonomi sulit.

Meskipun hampir enam tahun pengepungan dan agresi, Yaman merayakan kelahiran Nabi (SAW) dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo foto dengan klaim puluhan juta umat Islam di Afrika hadiri acara Maulid Nabi Muhammad, keliru. Foto tersebut bukan perayaan Maulid Nabi Muhammad di Afrika, melainkan di Yaman pada Januari 2015.

TIM CEK FAKTA TEMPO



  •  

    Selengkapnya