Sesat, Video Para Nakes Berjoget untuk Merayakan Covid-19

Rabu, 13 Oktober 2021 17:47 WIB
 


 
Sesat, Video Para Nakes Berjoget untuk Merayakan Covid-19

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah orang dengan baju hazmat tengah berjoget beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa para Tenaga Kesehatan (nakes) tengah merayakan Covid-19.

Di Facebook, video berdurasi 45 detik tersebut dibagikan akun ini pada 18 Juni 2021.

Dalam video itu terdapat template bertuliskan ANI. Video yang dibagikan melalui aplikasi SnackVideo juga tertera teks bertuliskan “Coba perhatikan mereka lagi ngerayai apa..? Yg punya ikiran logic pasti faham…!! Apakah kita masih percaya kalau Covid itu betul2 ada…? Sadar sebenarnya kita diperdaya untuk dijadikan alat untuk mendapatkan uang.”

Apa benar ini video sejumlah nakes berjoget untuk merayakan Covid-19?

Tangkapan layar unggahan video dengan klaim nakes berjoget untuk merayakan Covid-19

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusi jejak digital video tersebut di internet dengan menggunakan kata kunci “ANI video health workers dance”. Hasilnya, para tenaga kesehatan tersebut berjoget dalam sebuah acara hiburan untuk merayakan satu tahun berdirinya pusat pelayanan Covid-19 di Mumbai, India, tepatnya pada 2 Juni 2021.

Video yang identik pernah diunggah ke Twitter oleh akun @ANI pada 4 Juni 2021. Akun inipun menuliskan keterangan bahwa para profesional perawatan kesehatan dari pusat COVID-19 Nesco di Goregaon Mumbai terlihat memamerkan gerakan tarian mereka di dalam bangsal pasien selama program hiburan yang diselenggarakan pada 2 Juni 2021 untuk menandai satu tahun beroperasinya pusat tersebut.

Namun, musik dalam video ini terdengar berbeda dengan musik pada video di atas.

Dilansir dari India Today, video petugas kesehatan menari dengan lagu Marathi Zingaat di pusat Covid-19 Nesco di Goregaon, Mumbai telah membuat heboh di media sosial. Sebuah program diselenggarakan pada 2 Juni 2021 untuk menandai satu tahun beroperasinya pusat tersebut. Dalam video yang kini menjadi viral, beberapa profesional kesehatan terlihat asyik dengan lagu dari film Marathi 2016 Sairat.

Sejak awal pandemi Covid-19 tahun lalu, para profesional kesehatan telah bekerja tanpa lelah untuk pasien yang terkena virus di bawah tekanan besar. Selama beberapa bulan terakhir, beberapa video dokter menari mengikuti lagu di ruang gawat darurat untuk menghibur pasien juga menjadi viral di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat para dokter dan perawat dengan perlengkapan APD memamerkan gerakan tarian mereka. Video tersebut diposting oleh kantor berita ANI.

Selama beberapa bulan terakhir, ketika India bergulat dengan gelombang kedua Covid-19 yang menghancurkan, beberapa video tenaga kesehatan muncul secara online, di mana mereka terlihat menari dan bernyanyi baik untuk menghibur pasien atau untuk menghilangkan stres mereka. Kali ini, tampaknya perayaan dadakan terjadi dalam rangka memperingati satu tahun pusat pelayanan Covid-19 tersebut.

Mengenakan peralatan APD, para petugas kesehatan terlihat bersenang-senang, mengikuti lagu Peppy Number dari film Marathi pemenang Penghargaan Nasional Sairat 2016.

Menurut kantor berita ANI, staf medis terlihat menari selama program hiburan yang diselenggarakan di fasilitas tersebut untuk menandai satu tahun beroperasinya pusat tersebut. Video itu muncul pada saat kasus di Mumbai turun secara signifikan, dan di bawah 1000 dalam hitungan harian.

Dikutip dari indiatvnews.com, Pusat Covid telah menjadi tempat tekanan dan risiko ekstrem karena berurusan dengan pengobatan salah satu penyakit paling menular yang dihadapi umat manusia saat ini.

Di tengah semua tantangan ini, pusat Covid-19 Nesco di Goregaon Mumbai menyelenggarakan program hiburan untuk menandai satu tahun beroperasi, juga membawa beberapa perubahan bagi staf layanan kesehatan.

Sementara itu, Mumbai pada hari Kamis melaporkan 961 infeksi COVID-19 baru dan 27 kematian baru pada hari Kamis, sementara tingkat penggandaan kasus rata-rata meningkat menjadi 500 hari, menunjukkan gelombang kedua jelas berkurang, kata badan sipil kota.

Menurut data terbaru Brihanmumbai Municipal Corporation (BMC), dengan penambahan 961 kasus, penghitungan COVID-19 di kota itu naik menjadi 7.08.968, sementara jumlah kematian meningkat menjadi 14.965 setelah 27 pasien lagi meninggal karena infeksi di kota tersebut. 24 jam terakhir.

Sebelumnya, Kantor Berita ANI juga beberapa kali membagikan video yang memperlihatkan sejumlah tenaga kesehatan sedang menari bersama pasien di sejumlah rumah sakit berbeda di India. Video-video tersebut dibagikan melalui kanal Youtube.

Pada 17 April 2021 kanal Youtube ANI News membagikan video berjudul, Watch: Dressed in PPE kits, doctors dance to cheer COVID patients.”

Dijelaskan bahwa dengan mengenakan peralatan APD, staf medis sebuah rumah sakit di Vadodara Gujarat terlihat menari di depan pasien COVID. Para dokter dan perawat terlihat menyemangati pasiennya untuk bahagia melalui tindakannya. Para pasien yang berbaring di tempat tidur juga menikmati saat-saat itu.

Sebulan kemudian, tepatnya pada 23 Mei 2021, kanal Youtube ANI News kembali membagikan video serupa dengan judul, “Watch: Doctors dance to cheer up COVID patients in Bengaluru hospital.”

Menurut Kantor Berita ANI, pandemi COVID juga membuat mental orang-orang menjadi keras. Meski bekerja siang dan malam, para pejuang COVID tetap memotivasi pasien. Baru-baru ini, dokter dan staf medis rumah sakit Disha di Bengaluru menari untuk menghibur para pasien COVID.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo video dengan klaim bahwa para tenaga kesehatan berjoget untuk merayakan Covid-19, menyesatkan. Video tersebut telah disunting dengan mengubah lagunya. Para petugas medis yang masih menganakan hazmat dalam video tersebut memang tengah berjoget, namun bukan untuk merayakan Covid-19 melainan untuk merayakan satu tahun berdirinya pusat layanan Covid-19 di Mumbai, India, pada 2 Juni 2021.

Di India, sejumlah dokter dan tenaga kesehatan kerap menari untuk menghibur pasien atau sekedar mengurangi tekanan mental akibat beban kerja selama gelombang kedua Covid-19 menghantam negara mereka.

TIM CEK FAKTA TEMPO


 


  •  

    Selengkapnya