Keliru, Klaim Ini Video Kebakaran Desa di Myanmar Akibat Serangan Teroris

Jumat, 25 Juni 2021 12:31 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Video Kebakaran Desa di Myanmar Akibat Serangan Teroris

Video yang memperlihatkan kebakaran hebat yang melalap sebuah perkampungan yang terletak di pinggiran sungai beredar di Facebook. Video berdurasi 2 menit 51 detik itu diklaim sebagai video kebakaran sebuah desa di Myanmar, Desa Kinma, akibat serangan teroris.

Video ini beredar setelah, pada pertengahan Juni 2021 lalu, hampir seluruh Desa Kinma di Kotapraja Pauk, Myanmar, terbakar. Menurut penduduk setempat, kebakaran itu disebabkan oleh militer. Sementara militer mengatakan bahwa kebakaran tersebut diakibatkan oleh serangan teroris dan cuaca berangin.

Akun ini membagikan video beserta klaim itu pada 15 Juni 2021. Akun tersebut menulis narasi dalam bahasa Burma yang jika diterjemahkan berarti:

"Video kebakaran Desa Kinma di Kotapraja Pauk. Belakangan ini, saya melihat peningkatan jumlah serangan kekerasan oleh kelompok teroris. Semakin banyak orang dari daerah pedesaan, terutama desa-desa yang kuat secara ekonomi dan pemberontak, telah ditangkap atas dasar Dalan dan dibawa ke rumah mereka untuk mengumpulkan uang, barang berharga, dan barang-barang lainnya. Makanan dijarah dan dihancurkan. Begitu mereka naik kereta, mereka mencicipinya dan mendapat masalah. Sekarang seluruh desa terbakar. Penduduk desa yang tidak bersenjata tidak bisa lagi mentolerir pembunuhan, perampokan, dan penangkapan sewenang-wenang. Alih-alih membela rakyatnya sendiri, mereka ingin membasmi tentara fasis yang menyebabkan masalah di negara ini. Sekarang adalah waktu untuk melawan sindiran paranoid dari para kritikus dunia ini."

Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video kebakaran di sebuah desa yang diunggahnya. Peristiwa dalam video ini tidak terjadi di Myanmar.

PEMERIKSAAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVid. Selanjutnya, gambar-gambar tersebut ditelusuri dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan video yang identik yang pernah dibagikan oleh akun YouTube TheBorder Consortium, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional yang khusus menangani pengungsi, pada 28 Maret 2013. Video itu diberi judul “Kebakaran Kamp Pengungsi Ban Mae Surin”.

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa terdapat 37 pengungsi yang tewas dalam kebakaran yang terjadi pada 22 Maret 2013 sekitar pukul 15.15 di kamp pengungsi Ban Mae Surin (Situs 2), Distrik Khun Yuam, Provinsi Mae Hong Son, Thailand. Lebih dari 400 rumah terbakar dan hancur, yang mengakibatkan sekitar 2.300 orang kehilangan tempat tinggal.

Tempo pun menelusuri pemberitaan terkait kebakaran itu. Dilansir dari situs media Thailand, Chiang Rai Times, pada 22 Maret 2013, memang terjadi kebakaran di kamp pengungsi Mae Surin, Khun Yuam, Mae Hong Son, Thailand. Kamp ini menampung 3.605 pengungsi asal Myanmar. Akibat peristiwa ini, 37 pengungsi dan 100 lainnya luka-luka serta 2.300 orang kehilangan tempat tinggal.

Menurut Suttha Saiwanich, Wakil Gubernur Mae Hong Son, tim forensik pusat dan lokal menyimpulkan bahwa kebakaran itu tidak disengaja. Kerusakan parah terjadi karena angin kencang, mengingat kamp ini berada di area lereng. Kolonel Polisi Nitinart Wittaya Wuthikul, Kepala Polisi Khun Yuam, juga menyatakan hal serupa, bahwa kebakaran itu merupakan kecelakaan.

Prajin Jantong, Kepala Angkatan Udara Thailand, pun meyakini bahwa kebakaran itu merupakan kecelakaan, bukan pembakaran yang disengaja. “Orang-orang mungkin telah membakar sampah sembarangan, sementara angin kencang di pegunungan dapat berkontribusi terhadap penyebaran api yang cepat,” kata Prajin ketika itu.

Dikutip dari kantor berita AFP, seorang fotografer AFP yang berada di lokasi kejadian mengatakan, pasca kejadian, beberapa pengungsi mulai menebang bambu untuk membangun kembali tempat perlindungan baru. Rekaman udara dari area yang ditayangkan di televisi Thailand menunjukkan sebagian besar kamp benar-benar terbakar. Api diyakini telah menghancurkan 400 rumah dan menyebabkan lebih dari 2 ribu orang kehilangan tempat tinggal di kamp yang terletak di pegunungan terpencil itu.

Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) pun bergegas menyediakan berbagai logistik untuk membuat tempat penampungan darurat. "Kami sangat sedih dengan insiden tragis ini dan melakukan apa yang kami bisa untuk memberikan bantuan instan," kata perwakilan UNHCR Thailand Mireille Girard.

UNCHR mencatat penampungan pengungsi Ban Mae Surin, yang disebut “Situs 2”, didirikan pada 1992 untuk menampung sekitar 150 keluarga pengungsi yang melarikan diri dari konflik bersenjata di Myanmar. Ini adalah hasil konsolidasi dan relokasi bekas shelter sementara Situs 4 dan Situs 6 pada 1996.

Mayoritas penduduknya adalah etnis Karen yang berasal dari negara bagian Kayah, yang sebagian besar berlatar belakang agraris. Pengungsian ini terletak di Distrik Khun Yuam, Provinsi Mae Hong Son, sekitar 8 kilometer dari perbatasan Thailand-Myanmar. Kamp ini memiliki luas 29 hektare.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video kebakaran sebuah desa di Myanmar akibat serangan teroris, keliru. Video tersebut merupakan video lama, yang menunjukkan kebakaran di kamp pengungsi Mae Surin, Thailand, pada 22 Maret 2013. Kamp ini dihuni oleh para pengungsi yang berasal dari Myanmar. Hasil penyelidikan tim forensik Thailand menyatakan bahwa kebakaran itu terjadi karena kecelakaan, bukan kesengajaan.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya