Keliru, Klaim Ini Foto-foto Jenazah Covid-19 India yang Dibuang ke Laut dan Hanyut Sampai Malaysia

Selasa, 8 Juni 2021 11:47 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Foto-foto Jenazah Covid-19 India yang Dibuang ke Laut dan Hanyut Sampai Malaysia

Gambar tangkapan layar sebuah unggahan di Facebook yang memperlihatkan foto-foto jenazah dalam tumpukan ikan yang terjaring pukat nelayan beredar di media sosial. Foto-foto tersebut dibagikan dengan klaim bahwa jenazah Covid-19 di India yang dibuang ke laut telah hanyut sampai ke perairan Sabah, Malaysia.

Dalam gambar tangkapan layar itu, terdapat teks yang berbunyi: “Mayat covid19 yang di buang laut di India sudah sampai di sabah siapa berani makan ikan patutlah ikan sekarang lain macam rasanya.!!!” Gambar tersebut dibagikan salah satunya oleh akun ini pada 6 Juni 2021.

Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait foto-foto yang diunggahnya. Foto-foto ini bukanlah foto-foto jenazah pasien Covid-19 di India yang dibuang ke laut.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto-foto tersebut dengan reverse image tool Source, Google, dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa foto-foto tersebut telah beredar di internet sejak 2014, jauh sebelum munculnya pandemi Covid-19. Jenazah dalam foto-foto ini diidentifikasi sebagai warga negara Cina yang tengah melancong ke Malaysia.

Foto-foto yang identik pernah diunggah ke Twitter oleh akun @Twt_TgMalim pada 11 November 2014. “Gempar! Penemuan mayat dalam pukat tunda,” demikian narasi yang tertulis dalam cuitan akun tersebut.

Dilansir dari Perak Today, pada 11 November 2014, Ketua Polis Daerah Besut, Superintendan Khaled Che Lah, mengatakan mayat tersebut ditemukan oleh nelayan kapal pukat tunda dari Kuala Terengganu di sekitar Pulau Susu Dara. Mayat itu pun diserahkan kepada Agensi Penguat Maritim Malaysia (APMM).

Berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi tubuh, kata Khaled, mayat tersebut merupakan warga negara asing. “Jenazah laki-laki tersebut diperkirakan meninggal sekitar seminggu yang lalu, berdasarkan kondisi jenazah, dan belum diketahui penyebab kematiannya,” ujarnya.

Kepala Operasi SAR itu pun menjelaskan bahwa jenazah tersebut telah dibawa ke Dermaga APMM di Tok Bali, Pasir Putih, Kelantan, dan selanjutnya dikirim ke Rumah Sakit Tengku Anis untuk diautopsi.

Dikutip dari Liputan6.com, yang juga memuat foto-foto yang identik dengan yang terdapat dalam unggahan di atas, mayat itu bernama Zhe Liu, 31 tahun, warga negara Cina yang pergi ke Perhentian Island Resort, Pulau Perhentian Besar, bersama keluarganya. Dia dikenali karena tato yang terdapat di dadanya.

"Investigasi awal mengungkapkan keluarga tersebut tinggal di Awana Resort di pulau itu. Sebelum kejadian tersebut, Zhe Liu pergi snorkeling sendirian. Sementara teman dan istrinya bergabung dalam aktivitas menyelam di lokasi lain," kata Kapten Besut Superintendan Mohd Zamri Mohd Rowi.

Pada 4 Juni 2021, Pesuruhjaya Polis Sabah Datuk Hazani Ghazali, seperti dilansir dari kantor berita Malaysia, Bernama, pun telah memastikan kabar yang beredar di media sosial, yang menyebut bahwa jenazah pasien Covid-19 di India yang dibuang ke laut telah hanyut hingga ke perairan Sabah, merupakan berita palsu.

Sejauh ini, pihaknya tidak menerima laporan yang terkait dengan kasus semacam itu. Ghazali pun meminta semua pihak untuk tidak mudah percaya dengan kabar yang masih belum pasti kebenarannya serta tidak menyebarkan berita tersebut tanpa memastikan kesahihannya terlebih dahulu. “Tidak ada kasus seperti itu di Sabah,” katanya kapada Bernama.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto-foto tersebut adalah foto-foto jenazah Covid-19 di India yang dibuang ke laut dan hanyut sampai ke perairan Sabah, Malaysia, keliru. Foto-foto ini telah beredar di internet sejak 2014, jauh sebelum munculnya Covid-19 pada akhir 2019 lalu. Mayat pria dalam foto-foto itu pun adalah Zhe Liu, warga negara Cina yang sedang berlibur ke Malaysia bersama keluarganya. Sebelum ditemukan tewas, Zhe Liu pergi snorkeling sendirian.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya