Keliru, Klaim Ini Video Pasien Covid-19 di Malaysia yang Dirawat di Luar RS

Senin, 7 Juni 2021 18:53 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Video Pasien Covid-19 di Malaysia yang Dirawat di Luar RS

Video pendek yang memperlihatkan sejumlah pasien yang dirawat di bagian luar sebuah rumah sakit beredar di Facebook. Peristiwa dalam video ini diklaim terjadi di Malaysia. Video itu beredar di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Malaysia, di mana sebagian di antaranya disebabkan oleh varian virus Corona yang lebih menular.

Dalam video berdurasi 24 detik itu, terlihat suasana penanganan Covid-19 oleh beberapa tenaga kesehatan. Namun, perawatan para pasien dilakukan di bagian luar sebuah gedung. Akun ini membagikan video itu pada 1 Juni 2021 dengan narasi, “Malaysia menyedihkan lur. Tetap jaga protokol kesehatan si kadrun ngeyel biar modar gak apa.”

Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya. Video itu tidak menunjukkan situasi pandemi Covid-19 di Malaysia.

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, peristiwa yang terlihat dalam video tersebut tidak terjadi di Malaysia, melainkan di Taipei, Taiwan. Untuk mendapatkan fakta ini, Tempo mula-mula memfragmentasi video di atas menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Lalu, gambar-gambar itu ditelusuri jejak digitalnya dengan reverse image tool Google dan Yandex.

Hasilnya, ditemukan petunjuk dari video milik kanal YouTube berbahasa Mandarin, Confluence News Network, yang memuat cuplikan yang identik. Video itu diunggah pada 31 Mei 2021. Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

“Warganet mengungkapkan kesedihannya dan mengkritik pemerintah karena melihat tenaga kesehatan Rumah Sakit Taipei mengobati pasien di luar gedung, karena kurangnya tempat tidur untuk pasien. Sementara dalam konferensi pers, Pusat Komando Epidemi mengklarifikasi bahwa isi video tersebut menyesatkan. RS Taipei saat ini memiliki kapasitas medis yang memadai dan pasien sedang menunggu hasil pemeriksaan.”

Petunjuk lain ditemukan di situs Inf.news yang memuat tiga foto yang identik dengan cuplikan yang terlihat dalam video tersebut. Situs itu memberikan keterangan bahwa, dengan kembali merebaknya pandemi Covid-19 di Taiwan, beberapa rumah sakit di Taipei dan New Taipei penuh sesak. Sebuah rumah sakit di New Taipei mendirikan tenda luar ruangan karena tempat tidur ruang gawat darurat penuh. Beberapa pasien yang sakit kritis hanya dapat menerima perawatan intubasi di tenda.

You Bingxun, direktur departemen darurat RS Taipei, menjelaskan bahwa mereka merawat pasien di luar ruangan karena jumlah virus di luar ruangan dapat diminimalisir. Pasien-pasien yang berada di tenda sederhana ini adalah mereka yang menunggu hasil tes PCR Covid-19. Mereka perlu menunggu 3-4 jam. Setelah hasilnya keluar, mereka akan memutuskan apakah akan menerima bangsal khusus atau bangsal umum, tergantung situasinya.

Situasi penanganan pasien Covid-19 di bangsal-bangsal di luar gedung RS tersebut juga diberitakan oleh kanal YouTube Dongsen CH51 pada 29 Mei 2021. Kanal ini menjelaskan bahwa pemerintah setempat menyatakan jumlah tempat tidur di rumah sakit cukup. Namun, salah satu rumah sakit, yakni RS Taipei, terpaksa memasang tenda di luar unit gawat darurat sebagai tempat pasien beristirahat.

Dalam siaran pers Imigrasi Pemerintah Taiwan pada 19 Mei 2021, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) menyatakan kasus Covid-19 di Taiwan semakin parah dan terus meningkat. Kasus lokal terus muncul di wilayah Shuangbei serta beberapa kabupaten lainnya. Per 28 Mei, Kewaspadaan Epidemi Nasional menaikkan status kedaruratan mereka menjadi ke tingkat ketiga dan meminta masyarakat di seluruh Taiwan untuk bekerja sama dalam pengendalian Covid-19.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video pasien Covid-19 di Malaysia yang dirawat di luar rumah sakit, keliru. Video tersebut menunjukkan situasi yang terjadi di Taiwan, di mana kasus Covid-19 di sana meningkat sejak pekan ketiga Mei 2021. Pada akhir Mei, pemerintah setempat menaikkan status kedaruratan mereka menjadi tingkat ketiga.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya